Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Kera Sakti


__ADS_3

Kebahagiaan tampak jelas terpancar dari raut wajah keluarga besar Dinda. Apalagi dengan tingkah lucu Farhan dan Farrah yang membuat mereka tertawa bahagia.


"Kapan kamu mau kasih adik buat si kembar ndok ? " tanya sang ibu yang membuat Dinda kaget.


"Belum kepikiran bu, biarlah itu menjadi urusan Allah SWT saja, " jawab Dinda kepada sang Ibu.


"Tapi Farhan dan Farrah sepertinya sudah pantas memiliki adik, mereka berdua anak yang sangat pintar dan menggemaskan, " ungkap ibu Aminah masih berharap Dinda mau lekas mengandung anak lagi.


"Insha allah ya bu , nanti Dinda diskusikan dulu dengan mas Yusuf, " jawab Dinda mencoba mengambil solusi yang baik.


"Oh iya Din, mbak lupa kabari kamu, kalau kamu dapat undangan pernikahan dari Burhan dan Masayu, acaranya malam ini Din, ini undangan nya, " ucap mbak Khadijah sambil menunjukkan undangan dari Burhan dan Masayu.


"Masayu siapa mbk? , kalo Burhan aku ingat,anaknya pak Amir kan, kalau Masayu , apa mungkin Masayu teman SD aku dulu? " tanya Dinda berusaha mengingat ingat temannya yang bernama Masayu.


"Iya Masayu adiknya Fahmi, " jelas mbak Khadijah membenarkan perkataan Dinda.


"Oalah mbak, pas banget ya, insha Allah nanti malam Dinda datang, tapi jika mas Yusuf mengizinkan, " ucap Dinda kepada Khadijah.


Setelah shalat Zuhur Dinda pun memberitahu Yusuf bahwa Yusuf dan Dinda di undang untuk menghadiri pernikahan Masayu.


Tanpa banyak pertanyaan Yusuf pun mengiyakan ajakan Dinda untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat kecil Dinda.


"Mas istirahat dulu ya Din, badan mas terasa pegal semua, " ucap Yusuf sambil memegangi punggungnya.


"Iya mas, lebih baik kita istirahat dulu saja, " ucap Dinda membenarkan ucapan suaminya.


Dinda dan Yusuf pun beranjak ke kamar milik Dinda.


Saat dikamar, Dinda pun berinisiatif untuk memijat punggung Yusuf.


Yusuf yang sangat menikmati pijatan milik Dinda.


"Beruntungnya mas punya istri seperti Dinda, sudah cantik, soleha dan penurut, " puji Yusuf kepada Dinda.

__ADS_1


"Gombal, " balas Dinda .


"Mas gak gombal Din, mas serius, " ucap Yusuf meyakinkan istrinya itu kemudian membalikkan badannya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Dinda.


"Bagi mas kamu lebih cantik dari bidadari syurga, semua yang ada di diri Dinda lebih indah dari seisi syurga, " ucap Yusuf dengan jarak yang sangat dekat dengan wajah Dinda.


Secara manusiawi Dinda terbuai dengan kata kata indah milik Yusuf.


"Aku percaya mas, " balas Dinda masih berada diposisi yang sama. Yusuf pun mencium lembut bibir mungil dan ranum milik Dinda. Dinda pun membalas ciuman Yusuf dengan lembut.


Yusuf lalu melepas pagutan nya dan menatap lekat sosok wanita terindah itu.


Dinda sudah paham dengan apa yang diinginkan oleh Yusuf. Kemudian Dinda mendekatkan wajahnya ke telinga Yusuf.


Yusuf pun tersenyum karena istrinya semakin agresif sekarang. Dinda pun mendekatkan bibirnya ke telinga Yusuf. Yusuf pun semakin berdebar. Hembusan nafas yang keluar dari lubang dan mulut Dinda seketika membuat Yusuf merinding.


"Mas, " ucap Dinda dengan sangat pelan yang membuat Yusuf semakin terbuai.


"Iya Din, " jawab Yusuf dengan suara yang parau.


...****************...


Dinda dan Yusuf mengenakan pakaian dengan warna senada malam ini, untuk menghadiri pesta pernikahan Masayu.


Farhan dan Farrah tidak mereka bawa karena permintaan sang ibu.


Yusuf sudah tampak sangat gagah menggunakan kemeja berwarna abu abu .


Senyum manis Dinda pun terkembang setelah melihat suaminya yang sangat tampan itu.


Dinda pun mendekat kearah Yusuf dan memeluk Yusuf.


"Udah deh, jangan mancing -mancing ," ucap Yusuf kesal karena tidak bisa menyalurkan hasratnya itu.

__ADS_1


"Memangnya Dinda tidak boleh memeluk suami sendiri, " protes Dinda lalu melepaskan pelukannya dari tubuh suaminya itu.


"Boleh , tapi jangan buat mas jadi tambah pusing, karena pelukan kamu. Kalau pikiran mas masih bisa mas kondisikan, tapi kalau yang dibawah mas gak bisa diajak kerjasama, " terang Yusuf yang membuat Dinda tertawa.


Yusuf masih sangat kesal dengan kejadian tadi siang.


"Ya sudah kita berangkat, supaya kita tidak pulang terlalu malam, " ucap Yusuf sambil menyemprotkan minyak wangi khas tubuhnya.


Akhirnya Dinda dan Yusuf berangkat ke acara pesta pernikahan Masayu.


Jarak perjalanan dari rumah Dinda dan Masayu memang tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh menit.


Dan sampailah Dinda dan Yusuf di acara pesta pernikahan itu. Pesta pernikahan Masayu diadakan dengan sangat meriah. Disini Dinda banyak bertemu teman - teman kecilnya, hanya saja teman - teman kecil Dinda tidak mengenali Dinda yang mengenakan cadar.


Dari kejauhan Dinda mendapati seorang pria yang tersenyum kearahnya. Dinda lalu menundukkan pandangannya.


Pria itu terus menatapnya, sungguh membuat Dinda menjadi risih. Dipeluknya dengan kuat tangan suaminya itu.Tapi pria itu masih saja menatap Dinda dengan lekat, sedangkan harusnya pria itu sadar kalau Dinda adalah wanita bersuami. Merasa tidak nyaman, Dinda pun mengajak Yusuf untuk berpindah ke tempat yang lain.


Tapi pria itu tetap saja mengikuti Dinda. Sampai akhirnya pria itu pun nekat menghampiri Dinda dan Yusuf.


"Malam pak Yusuf , bu Dinda, " ucap pria itu yang ternyata mengenal Dinda dan suaminya itu.


"Malam juga Mi, tidak usah pake embel - embel pak, karena ini bukan di proyek," canda Yusuf sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Fahmi. Sebenarnya Yusuf sudah mendapat undangan sebelumnya dari Fahmi, kalau adiknya akan menikah dan Fahmi sangat berharap kalau Yusuf dan Dinda datang.


"Din, ingat tidak dengan beliau, " ucap Yusuf menunjuk Fahmi yang ada dihadapan mereka berdua.


Akhirnya Dinda pun mengangkat pandangan matanya dan melihat dengan seksama pria yang ada didepan dirinya dan suaminya itu. Dinda ingat - ingat lagi wajah yang begitu familiar.


"Kera Sakti, " ucap Dinda yang tiba - tiba sontak membuat Yusuf terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut Dinda.


Tapi tidak dengan Fahmi. Senyum indah dari bibir merah Fahmi pun terkembang indah, karena panggilan kecilnya, yang hanya Dinda dan Fahmi yang tau, masih tersimpan di memori Dinda.


"Kera Sakti, maksudnya? " tanya Yusuf yang masih sangat penasaran dengan maksud ucapan Dinda.

__ADS_1


"Jadi begini mas, waktu kami masih kecil dulu, kami suka sekali menonton serial Kera Sakti , setelah menonton kami sering mempraktekan adegan yang ada di serial Kera Sakti. Fahmi lah yang paling cocok menjadi Kera Sakti, karena Fahmi sangat lincah dan suka sekali memanjat pohon, oleh karena itu kami memanggil Fahmi dengan sebutan Kera Sakti, gitu mas, " ucap Dinda menjelaskan panjang lebar.


"Oh, gitu ya, Kera Sakti, lucu juga ya. Gimana kalau di kantor saya panggil, kamu Kera Sakti juga Mi, " tawar Yusuf sambil menyenggol Fahmi dengan sikutnya.


__ADS_2