Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Double Pov


__ADS_3

Pov Nilam


Setelah membantu Dinda menyiapkan sarapan dan merapikan rumah. Aku pun bergegas menyiapkan diri ku untuk interview hari ini.


Semalam Yusuf menginformasikan kepadaku jika dikantornya sedang dibutuhkan seorang asisten untuk sekertaris pribadinya.


Semoga saja atas rekomendasi dari Yusuf aku dapat diterima bekerja di perusahaan milik Yusuf itu, walaupun sebenarnya aku bekerja bukan untuk Yusuf melainkan untuk sekertaris nya itu. Tidak masalah bagiku asal aku punya penghasilan, bahkan menjadi office girl pun aku ikhlas. Selama itu halal.


Sebelum berangkat Dinda sengaja membantuku merapikan pakaian dan hijab agar tidak keluar dari syariat menurutnya.


Walaupun pakaian yang aku kenakan bukanlah gamis syari, tapi Dinda memadu padankan pakaian serta rok yang aku pakai agar terlihat tetap sopan serta menutupi bagian dada, pinggul dan bokong ku.


"Nah beres, kalau begini aman buat kamu Nilam. InshaAllah kamu juga akan merasa nyaman , " ucap Dinda lembut.


Mendengar ucapannya kemudian akupun bercermin didepan cermin yang ada di meja riasku.


Dan betapa kagetnya aku saat melihat penampilan ku di depan cermin.


Dinda membuat aku menjadi sosok wanita yang elegant, karena padu padannya terhadap pakaianku. Walau pun


tubuhku serba tertutup tapi tidak mengurangi kecantikanku bahkan membuat aku terlihat sedikit lebih muda. Dinda memang wanita luar biasa dan berhati mulia.


" Makasih ya Din udah mau repot repot bantu aku, " ucap Nilam kepada Dinda.


Dinda pun tersenyum.


"Iya sama sama, Lam . Semoga kamu diterima ya Lam, Aku keluar dulu ya mau lihat mas Yusuf, " ucap Dinda sambil mengusap pundakku dengan lembut dan berlalu keluar kamar ku.


Setelah sarapan pagi akhirnya aku dan Yusuf berangkat menuju kantornya.


Diperjalanan aku dan Yusuf saling diam. Jujur pagi ini Yusuf terlihat sangat tampan dan gagah. Sesekali aku mencuri pandang ke arahnya.


Tapi aku tersadar kalau yang aku lakukan adalah kesalahan.


Banyak pelajaran yang aku dapat sejak tinggal di rumah Yusuf dan Dinda.


Dinda selalu memberikan arahan dan nasehat untuk ku, yang perlahan membuatku menjadi sosok yang baru. Dan karena Dinda juga aku bertekad untuk menutup aurat ku secara syari sama seperti dirinya.


Dan semua itu membuat ku lebih nyaman dan tenang.


Di rumah Dinda kerap kali aku selalu membenahi diriku tentunya dibantu oleh Dinda.


Sepertinya perjalanan kami masih lumayan jauh jadi aku manfaatkan waktu luang ku untuk bershalawat , seperti saran Dinda tadi.


Aku pun mulai shalawat ku.

__ADS_1


"Kamu dimana, lima menit lagi saya tiba di kantor, " ucap Yusuf kepada seseorang yang ada di panggilan teleponnya.


Tak lama kemudian kami tiba di kantor milik Yusuf. Aku sangat takjub saat melihat kantor milik Yusuf.


"Kita udah sampai Lam, ini dia kantor ku, yuk turun, " ajak Yusuf yang kemudian keluar dari mobil dan aku pun mengikuti Yusuf keluar.


Kantor milik Yusuf masih sangat sepi, hanya ada satpam yang kebetulan mendapat jatah shift malam dan office boy yang memang datang lebih awal dari karyawan yang lain.


Sejak turun dari mobil Yusuf tampak beberapa kali menelpon seseorang.


"Kamu dimana ?saya sudah di lobi kantor, ya sudah cepat, lima menit, " ucap Yusuf tampak sedikit kesal.


Tidak lama kemudian tampak seorang pria menghampiri Yusuf.


"Dari mana saja kamu ?"


tanya Yusuf kepada pria itu.


"Maaf bos, ada trouble dikit, " jelas pria itu.


Yusuf pun menjewer kuping pria itu dan pria itu tampak kesakitan terlihat dari caranya mengusap usap terus kupingnya.


"Sini !! " perintah Yusuf kepada pria malang itu yang kemudian menghampiriku.


"Ini Nilam, wanita yang aku rekomendasikan untuk jadi asisten kamu, " jelas Yusuf kepada pria itu.


"Tapi saya coba tes dulu ya bos,


kalau tidak cocok gak masalahkan bos, " ucap pria itu.


"Ya, kalau begitu titip Nilam ya, saya berangkat, Nilam aku berangkat ya, " pamit Yusuf kepada kami berdua.


Pria itu tampak menarik nafas lega ketika Yusuf meninggalkan kami berdua.


"Langsung ke ruangan saya saja ya mbak, " ucap pria itu lalu berlalu dan aku pun mengikuti langkah pria itu.


Sampailah kami berdua di dalam ruangan miliknya.


Dan kami pun duduk saling berhadapan .


"Oh iya mbk, kita belum kenalan, nama saya Raka Pramudya, " ucap pria itu yang kemudian mengulurkan tangannya untuk mengajakku berjabat tangan.


"Saya Nilam Lestari, " balasku.


"Oke mbk Nilam, maaf saya bisa liat CV milik mbak? " ucap Raka dan aku pun memberikan CV itu kepadanya.

__ADS_1


Raka pun mengamati CV ku dengan teliti.


"Kalau boleh tahu mbak Nilam ini apakah masih ada hubungan keluarga dengan Ibu Dinda? " tanya Raka penasaran.


Aku pun menggeleng .


"Kebetulan saya teman sekolah Yusuf pak, saat di SMA dulu,"


jawabku yang membuat Raka kaget. Raka pun terdiam .


"Baiklah mbk Nilam saya terima menjadi asisten pribadi saya, selamat ya mbk," ucap Raka yang membuat aku bahagia.


"Makasih pak Raka, " balasku bahagia karena sudah mendapat pekerjaan.


...****************...


pov Raka


Seperti malam malam lainnya , malam ini aku harus menunggu kekasihku Tiara yang sedang bekerja menjadi seorang Dis Joki di salah satu klub malam ternama di kotaku.


Aku dan Tiara sudah menjalin hubungan sejak kami sama sama duduk di bangku SMP. Saat itu Tiara masih sangat lugu, berbeda dengan Tiara yang sekarang yang penuh dengan polesan, ya aku memakluminya itu merupakan tuntutan pekerjaannya.


Orang tua ku tidak setuju dengan hubunganku dengan Tiara, karena penampilan dan pekerjaan Tiara , orang tuaku merasa malu jika sampai memiliki mantu seperti Tiara. Tapi aku menentangnya karena aku sangat mencintai Tiara. Karena ada satu hal rahasia yang hanya aku dan Tiara yang tahu rahasia itu. Saat aku dan Tiara dibangku SMA , atas permintaan ku, Tiara yang polos memberikan keperawanannya kepadaku. Dan sejak saat itu aku berjanji akan selalu berada di sampingnya. Aku pun memenuhi janjiku sampai saat ini. Hubungan terlarang kami entah sudah berapa kali kami melakukannya.


Sebenarnya aku tidak ingin terus terusan berbuat dosa, tapi restu dari ibuku yang tak kunjung dapat membuat aku dan Tiara kerap kali berbuat dosa. Aku sadar yang aku lakukan ini adalah kesalahan, tapi aku hanyalah manusia biasa.


Seperti biasa malam ini aku sengaja menemani Tiara bekerja. Aku duduk tidak jauh dari Tiara . Jadi dengan begini aku bisa memantau dan menjaga Tiara.


Aku hisap rokok yang sudah aku nyalakan sambil memperhatikan kelihaian pacarku itu dalam memainkan turntable.


Semua orang pun larut dengan musik yang menggema.


Akhirnya pekerjaan Tiara pun selesai. Aku pun langsung beranjak keluar untuk menunggu Tiara pulang di luar saja.


Sudah hampir satu jam aku menunggu Tiara diluar, biasanya jika sudah selesai perform Tiara langsung keluar. Tapi tidak dengan malam ini. Lebih dari satu jam tapi Tiara tidak juga keluar, aku yang menjadi khawatir pun bergegas masuk kedalam klub malam itu kembali.


Aku mencari keberadaan Tiara ke sekeliling klub malam itu. Dan Tiara tetap tidak ada, akhirnya aku putuskan untuk ke toilet perempuan untuk mencari Tiara, tapi hasilnya nihil.


Aku pun mencoba menelpon Tiara, tapi hapenya tidak aktif.


Sampai akhirnya aku melihat suatu ruangan yan sepertinya itu adalah ruangan manager klub malam ini, Bang Reymon.


"Coba aku tanya bang Reymon aja deh, " monolog ku.


Aku mengetuk pintu itu, tapi tak ada jawaban dari dalam. Dan akhirnya aku membuka pintu ruangan itu yang kebetulan tidak dikunci. Aku masuk kedalam ruangan itu , tapi tampak sangat sepi dan tidak ada orang, akhirnya aku putuskan untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Saat akan melangkahkan kaki keluar samar samar aku mendengar ******* wanita dan pria saling bersahutan, suara itu nampak tidak jauh dari ruangan itu. Aku yang penasaran pun mencari sumber suara itu. Aku terus mendekati sumber suara itu, sampai akhirnya diriku mengetahui jika dalam ruangan pak Reymon ada bilik lagi.

__ADS_1


Aku pun masuk kedalam bilik itu dan aku terkejut dengan apa yang aku lihat.


__ADS_2