
"Oh jadi Fahmi ini, menjadi Konsultan Pengawas dalam proyek besar mas Yusuf, " ucap Dinda tidak menyangka jika sahabat kecilnya itu telah menjadi anak buah dari suaminya itu.
"Fahmi ini juga dulu teman SMA mas loh Din, " ucap Yusuf membuat Dinda terkejut.
"Ya ampun ternyata dunia ini sempit ya mas, " ucap Dinda tidak menyangka kalau Fahmi adalah teman SMA suaminya.
"Iya, " balas Fahmi sambil terus menatap lekat wajah wanita yang sudah bertahun tahun mengisi relung hatinya itu.
"Berarti kamu juga kenal dengan Nilam juga dong Fahmi? " tanya Dinda yang seketika membuat Fahmi mengernyitkan dahinya.
"Bagaimana kamu bisa kenal dengan Nilam? " tanya Fahmi kepada Dinda heran dengan ucapan Dinda. Fahmi dan Nilam adalah idola di sekolah saat zaman SMA dulu. Fahmi dan Nilam menjadi murid terfavorit disekolah, oleh karena itu tidak ada yang tidak mengenal mereka pada zamannya. Ditambah penampilan keduanya yang memang tampan dan cantik,serta memiliki predikat juara kelas membuat mereka menjadi terkenal.
"Nilam sekarang tinggal di rumah kami Mi, ya karena ada suatu masalah dalam hidupnya, " ucap Yusuf ceplas-ceplos.
"Mas.., " ucap Dinda menggelengkan kepalanya melarang Yusuf untuk membuka aib orang lain.
Fahmi yang mendengar Nilam ada didalam kehidupan rumah tangga antara Yusuf dan Dinda pun menjadi tidak suka atas keputusan yang Yusuf dan Dinda ambil.
"Apa tidak masalah membiarkan perempuan lain berada diantara kehidupan rumah tangga kalian berdua? "
tanya Fahmi sedikit ikut campur urusan Keluarga Yusuf.
Dinda hanya terdiam mencoba mencari jawaban yang pas agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda.
"Kenapa masalah, selagi kita tidak menganggapnya suatu masalah, tidak akan menjadi suatu masalah menurut saya, " jawab Yusuf asal yang membuat Fahmi terdiam dan juga membuat Dinda menggeleng kepala.
"Sesungguhnya memang tidak baik membiarkan orang lain bahkan yang tidak ada hubungan mahram dengan Mas Yusuf berada diantara saya dan Mas Yusuf, tapi insha Allah Nilam tidak memiliki niat yang buruk untuk merusak rumah tangga saya, itu yang saya rasa selama ini karena saya adalah wanita , tetapi saya sebagai istri akan tetap mempertahankan apa yang saya miliki, sampai tiba waktunya mas Yusuf sendiri yang meminta saya untuk mengikhlaskan dirinya untuk dibagi dengan wanita lain, " ucap Dinda yang membuat Fahmi merasa kaget dengan penuturan dari Dinda yang sangat bijak itu.
Fahmi merasa kesal dan tidak terima jika Yusuf menyakiti Dinda suatu hari nanti.
Tapi tidak dengan Yusuf yang tersenyum karena merasa sangat senang mendengar ucapan dari Dinda.
"Oh ya Fahmi dimana istri kamu? " tanya Dinda kepada Fahmi yang seketika membuat wajah Fahmi menjadi merah.
"Fahmi ini masih lajang Din, kalau kata si Diki , Fahmi ditinggal nikah sama perempuan yang dia cintai , " ucap Yusuf yang pernah mendengar cerita dari temannya Diki.
"Oh maaf ya Mi, aku kira kamu sudah punya keluarga, berarti kamu di langkah dong dengan Masayu, tenang aja Mi Allah SWT sedang menyiapkan jodoh yang terbaik buat kamu, kamu yang sabar ya, " ucap Dinda sambil tersenyum, mencoba menghibur Fahmi yang terlihat sedih.
__ADS_1
"Aku sabar kok Din nunggu wanita itu jadi janda dan sepertinya sebentar lagi wanita itu akan menyandang status single parent, " ucap Fahmi sambil tersenyum smirk.
"Astaghfirullah Fahmi, tidak baik mendoakan keburukan buat orang lain, " jelas Dinda yang tidak setuju dengan keinginan Fahmi.
Fahmi hanya tersenyum mendengar perkataan Dinda.
"Sayang udah yuk, ceramahnya nanti lagi ya, mas udah lapar banget nih, " pinta Yusuf sambil memegangi perutnya yang sixpack.
Dinda pun tersenyum dan membelai lembut pipi Yusuf yang dipenuhi dengan bulu bulu halus.
"Ya udah kalau begitu mas , Dinda ambil makan sebentar ya mas, " pamit Dinda kepada Yusuf.
Dinda pun lalu meninggalkan Yusuf dan Fahmi berdua.
"Anda beruntung pak bisa memiliki istri seperti Dinda, Dinda itu sangat pintar, baik dan Cantik, " ucap Fahmi yang membuat Yusuf tersenyum.
"Dinda adalah kekuatanku, nafasku dan duniaku, " ucap Yusuf dengan wajah yang serius. Terpancar rasa cinta yang begitu besar dari mata Yusuf saat mengucapkan nama Dinda.
"Oh iya Mi, bagaimana jika kamu saya jodohkan dengan Nilam, " usul Yusuf kepada Fahmi yang membuat Fahmi kaget.
tapi muncul ide lain dalam otak Fahmi.
"Boleh juga usulnya pak, " ucap Fahmi sambil tersenyum.
"Tapi kamu harus gerak cepat Mi, Nilam itu wanita yang cantik dan pintar, banyak laki laki yang tergoda oleh pesonanya, " ucap Yusuf.
"Oke kalau begitu pak, insha Allah secepatnya saya coba dekati Nilam siapa tau jodoh, " ucap Fahmi kemudian menjabat tangan Yusuf dan berlalu.
...****************...
Nilam nampak sibuk siang ini, karena pekerjaannya yang banyak dan menumpuk.
"Ya ampun sudah jam satu, gak kerasa sudah waktunya makan siang, tapi kenapa pak Raka belum bangun juga ya, " monolog Nilam sambil memperhatikan Raka yang tertidur lelap di atas sofa.
Nilam mencoba mendekati Raka dan menggerakkan tangannya di atas wajah Raka.
Tapi Raka tidak bereaksi sama sekali.
__ADS_1
Melihat selimut Raka terjatuh ke lantai, Nilam pun berinisiatif mengambil selimut yang terjatuh itu dan menyelimuti tubuh Raka kembali.
Saat akan meletakkan selimut ditubuh Raka tiba tiba kedua tangan Raka secara reflek menarik tubuh Nilam kedalam pelukannya. Otomatis tubuh Nilam pun berada di atas tubuh Raka sekarang. Nilam pun terkejut dan tak bisa bergerak, karena peluk kan dari Raka yang begitu erat. Raka pun tersenyum nakal, tentunya dengan mata yang masih terpejam. Nilam mencoba melepaskan pelukan itu, tapi gagal.
Dengan mata yang masih terpejam tiba tiba Raka mendaratkan ciuman ke bibir Nilam , Raka pun ******* bibir Nilam dan kali ini Nilam tidak bisa diam, Nilam pun berontak dan mencoba melepaskan pelukan Raka.
Merasa dilecehkan, Nilam pun terpaksa menggigit bibir bawah Raka, yang mengakibatkan Raka perlahan membuka matanya.
"Tiara.., " ucap Raka saat membuka matanya.
Dan betapa kagetnya Raka saat mendapati wanita yang ada dalam pelukannya adalah Nilam, asistennya bukan Tiara.
Mata Nilam dan Raka pun beradu pandang sejenak.
"Pak, sadar pak, " ucap Nilam yang menyadarkan Raka dan Raka pun melepas pelukannya.
Dan Nilam pun bangkit dari tubuh Raka.
Dan berkali kali menyapu bibir nya dengan tangan, lalu pergi ke toilet yang ada di ruangan Raka.
Raka masih belum sepenuhnya sadar, kepalanya masih terasa berat, Raka baru ingat kalau semalam dirinya susah tidur dan tadi pagi saat di rumah Yusuf , Raka meminum obat tidur yang direkomendasikan oleh Yusuf. Ternyata obat itu sangat manjur dan membuat Raka tertidur pulas.
"Astaga apa yang sudah aku lakukan, kenapa bayang bayang Tiara selalu menghantui diriku ya Tuhan , " monolog Raka dalam hati.
Sementara di dalam kamar mandi Nilam mencoba membersihkan bibirnya berkali - kali dengan air yang ada di wastafel.
Tok, tok, tok.
"Mbak, mbak Nilam , mbak baik baik saja kan mbak? " tanya Raka khawatir dari luar kamar mandi. Tidak ada jawaban dari Nilam.
Yang membuat Raka semakin bersalah.
"Aku minta maaf mbak," ucap Raka kepada Nilam.
Krek
Pintu kamar mandi pun terbuka.
__ADS_1