Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Gagalnya rencana pak Tommy


__ADS_3

Pov Yusuf


Setelah menaruh handphone ku kedalam saku celana , aku pun keluar dari mobil. Saat akan masuk ke dalam cafe , diparkiran aku berpapasan dengan Sasha, ya gadis belia anak dari pak Indrawan yang merupakan klien bisnis ku. Sebelumnya pak Indrawan sudah menghubungiku melalui handphone ku untuk mengawasi anak gadisnya itu, yang kebetulan juga malam ini aku dan Sasha berada didalam cafe yang sama, yaitu Green cafe.Karena pak Indrawan sangat khawatir dengan putri semata wayangnya itu.


Aku pun membuang muka saat berpapasan dengan Sasha diparkiran dan berlalu begitu saja tanpa menegurnya terlebih dulu. Ada rasa bersalah dalam hati kecilku, harusnya aku bisa memaafkan dan memaklumi tingkah dari gadis itu, wajar saja umurnya mungkin baru dua puluh tahun. Masih labil labilnya. Aku pun langsung mengabari pak Indrawan , tapi hanya melalui chat jika Sasha sudah berada di Green cafe .


Dan pak Indrawan pun mengucapkan terima kasih kepadaku dan memintaku untuk tetap mengawasi putrinya itu . Aku pun menemui teman teman SMA ku di dalam cafe.


"Nah ini dia pak Yusuf, seorang pengusaha yang sedang naik daun , sang CEO muda bro, " ucap Diki memamerkan apa yang telah aku capai saat ini.


"Apaan sih Dik, norak tau gak, " ucap ku sambil tetap berjabat tangan dengan teman temanku itu.


"Wuih gak nyangka ya Suf, lo sekarang udah jadi pengusaha sukses, ajak ajak gua dong kalo ada tender besar, bagian apa aja gua mah hayo, soalnya gua pusing harus ngasih makan tiga bini," ucap Imron teman SMA ku yang terkenal paling tampan saat SMA dulu.


"Makanya Imron, kalau gak sanggup punya tiga istri satu aja cukup kali, makan aja masih senin kemis pake punya istri lebih dari satu," ledek Juni kepada Imron .


"Daripada lo Jun, sampe sekarang gak nikah nikah, jangan jangan lo ini gak suka perempuan ya?" balas Imron bangga bisa punya istri tiga.


"Sembarangan aja kalo ngomong,gua normal kali , cuma belum ketemu jodohnya aja, lo tuh yang maruk, kerjaan aja gak jelas tapi istri banyak, liat tuh si Yusuf udah sukses kaya gitu aja istrinya cuma satu, gak bertingkah kaya lo ," ucap Juni yang tidak Terima dengan ucapan Imron.


"Ye, Yusuf mah dari dulu cinta matinya cuma sama Nilam , mana tertarik dia dengan pesona wanita lain, " balas Imron yang langsung ditegur oleh Diki.


"Huusst, sembarangan istri Yusuf itu bukan Nilam, tapi Dinda, Adinda Zulaikha temen kecilnya Fahmi, iya kan Mi? " tanya Diki kepada Fahmi.


Fahmi pun hanya mengangguk.


Aku pun baru tau jika Dinda adalah teman kecil Fahmi, berarti Fahmi mengetahui kecantikan yang dimiliki istri ku.

__ADS_1


Fahmi adalah teman SMA ku yang cukup tampan dan pintar, Nilam saja pernah jatuh hati pada Fahmi, tapi Fahmi orangnya sangat dingin dan sombong.


"Oh.. gua kira lo jadi sama si cantik Nilam Suf, " ucap Imron.


"Nilam nikah sama cowok yang dijodohkan orang tua nya, tapi sekarang Nilam sudah bercerai dengan suaminya, " kelasku kepada mereka.


"Wuih jadi sekarang Nilam janda dong, mau gak ya Nilam jadi istri ke empat gua? " ucap Imron yang sontak mendapat sorakan secara berjamaah dari teman temanku.


"Tiga istri aja lo bingung mau dikasih makan apa, apalagi punya istri empat, parah otak lo Imron, " ucap Juni yang sejak tadi kesal karena sikap sok ganteng nya Imron.


Saat sedang duduk dan bercengkrama dengan mereka tiba tiba sekali aku ingin buang air kecil, aku pun pamit dengan mereka untuk bergegas ke toilet sebentar. Saat di lorong yang menuju ke toilet aku tidak sengaja mendengar percakapan seseorang , pria itu menyerahkan sebuah bungkusan kecil, yang kukira itu adalah obat tidur.


"Nanti kalau saya panggil kamu, kamu langsung dateng ya," ucap pria muda itu kepada salah seorang waitress. " Baik Pak, " ucap waitress itu paham.


"Masalah pembayaran nanti saya transfer jika semuanya sudah beres, tapi ingat jangan sampai ada yang tahu rencana ini, saya tidak mau kamu ceroboh, jika sampai itu terjadi nyawa kamu taruhannya, " ancam pria itu . Waitress itu hanya mengangguk .


Lalu mereka berdua pun berpisah, waitress tadi kembali ke depan sedangkan pria itu masuk kedalam toilet. Aku yang penasaran dengan pria itu pun bergegas masuk kedalam toilet.


"Eh, pak Yusuf, ada disini juga rupanya, apa kabar pak? " sapa pak Tommy saat melihat diriku yang sengaja menunggunya didepan wastafel yang ada dalam toilet cafe.


"Baik pak Tommy, pak Tommy sedang ada acara disini? " tanyaku basa basi kepada pak Tommy.


"Saya sedang dinner pak dengan kekasih saya, " ucap pak Tommy, dengan pede nya mengaku jika Sasha adalah pacarnya.


"Pak Yusuf sendiri kesini dengan keluarga atau ?" tanya pak Tommy tanpa melanjutkan perkataannya.


"Saya sedang reunian dengan teman teman SMA saya pak , kebetulan mereka sedang ada pekerjaan disini jadi ya mau tidak mau saya harus meluangkan waktu untuk mereka, " ucap ku menjelaskan kepada pak Tommy.

__ADS_1


Tiba tiba ponsel canggih milik pak Tommy berbunyi, lalu pak Tommy melihat layar ponselnya itu.


"Maaf pak saya ke depan dulu, kebetulan pacar saya sudah datang, saya permisi ya pak, " pamit pak Tommy kepadaku, aku pun tersenyum dan mempersilahkan pak Tommy yang akan menemui pacarnya itu, yang aku pun sudah tau jika wanita yang dimaksud adalah Sasha.


Aku lalu menuntas kan hajat buang air kecilku dan bergegas keluar dari toilet dan kembali kedalam cafe.


Saat berada di dalam cafe benar saja , aku mendapati Sasha tengah duduk satu meja dengan pak Tommy.


Aku diam diam memperhatikan Sasha dan pak Tommy dari kejauhan. Merasa diawasi , Sasha pun berkali kali menoleh ke arahku.


Aku terus mengamati Sasha dan pak Tommy, sampai akhirnya ku dapati. Sasha telah tertidur pulas dan dirangkul oleh pak Tommy menuju mobilnya.


Aku pun segera berpamitan kepada


teman teman ku agar tidak ketinggalan jejak dari Sasha dan pak Tommy.


"Bro gua pamit ya , " pamit ku kepada mereka semua.


"Masih jam berapa ini bro, " ucap Diki mencoba menahan ku.


"Besok jam 6 pagi gua harus sudah ada di lokasi proyek gua yang baru, masalah bayaran biar gua yang traktir, " ucapku sambil mengeluarkan dia puluh lembar uang berwarna merah.


"Kalo kurang nanti chat aja, gua transfer, sorry ya bro gua buru buru, " ucapku yang lalu pergi meninggalkan mereka semua dan bergegas mengikuti mobil milik pa Tommy.


Setelah berhasil mengikuti mobil pak Tommy akhirnya mobil pak Tommy pun berhenti disalah satu hotel yang tidak jauh dari cafe, Pak Tommy pun mengendong tubuh Sasha dan membawa tubuh itu ke dalam kamar hotel, aku pun mulai mengendap endap agar bisa masuk kedalam kamar hotel tanpa diketahui oleh pak Tommy dan office boy.


Saat pak Tommy hendak melecehkan Sasha, aku pun langsung menendang tubuh pak Tommy dan pak Tommy pun kaget saat tahu jika yang sudah menendangnya adalah aku.

__ADS_1


Aku pun kembali meninju hidungnya, hingga mengalir lah darah segar dari hidungnya. Melihat pak Tommy yang sedang kesakitan aku pun tidak mau menyia nyiakan waktu .


Dengan cepat aku membawa tubuh Sasha keluar dari kamar itu dan membawanya masuk kedalam mobilku. Setelah berada di mobilku aku langsung melajukan mobil ku menuju rumah pak Indrawan. Dan menceritakan apa yang telah terjadi dengan Sasha.


__ADS_2