Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Keinginan Hijrah pak Indrawan


__ADS_3

"Oh ya nak Yusuf, untuk masalah berkas sudah selesai ya, tinggal eksekusi di lapangan. Untuk masalah itu saya sudah tidak bisa untuk memantaunya lagi seperti dulu, nanti anak gadis saya yang akan menggantikan posisi saya " ucap pak Indrawan sambil menepuk pundak Yusuf pelan.


"Tidak masalah pak asal ada konfirmasi dari bapak sebelumnya, agar tidak ada ke salah pahaman dikemudian hari. " balas Yusuf yang setuju dengan permintaan dari pak Indrawan.


Sejenak Yusuf tampak melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul tiga lewat lima yang menandakan sudah waktunya adzan ashar


.


"Maaf Pak apakah saya boleh izin sebentar untuk melaksanakan ibadah shalat ashar, karena kebetulan waktu shalat ashar sudah sampai" izin Yusuf kepada pak Indrawan .


Pak Indrawan pun tertegun mendengar permintaan izin dari Yusuf. Karena jujur sudah sangat lama pak Indrawan sudah tidak pernah melaksanakan ibadah shalat wajib lagi baik sendiri maupun berjamaah. Hanya istri pak Indrawan saja yang tidak pernah lalai dalam melaksanakan ibadah shalat. Bahkan sang istri sudah seringkali mengingatkan pak Indrawan agar menjalankan perintah shalat, tapi pak Indrawan sering kali mengabaikan nya. Pak Indrawan kagum dengan Yusuf walaupun masih muda tapi bisa membagi waktu antara urusan dunia dan akhirat.


"Silahkan nak Yusuf, mushalla nya ada dihalaman belakang "


ucap pak Indrawan menunjukkan keberadaan mushalla miliknya.


" kalau begitu saya shalat dulu ya pak , atau bapak mau ikut shalat berjamaah sekalian dengan saya pak " tawar Yusuf yang membuat pak Indrawan sontak kaget mendengar ajakan shalat dari Yusuf.


"Ooh... silahkan nak Yusuf duluan saja, nanti saya menyusul " jawab pak Indrawan gugup karena pak Indrawan sudah lupa bagaimana tata cara shalat.


"Kalau begitu saya duluan ya pak, karena tidak baik menunda-nunda shalat di waktu yang lapang " izin Yusuf yang kemudian berlalu meninggal kan pak Indrawan untuk segera mengambil wudhu dan melaksanakan shalat ashar berjamaah bersama dengan rekan kerjanya, yang tentunya Yusuf yang menjadi imam.


Pak Indrawan pun melihat dari kejauhan Yusuf dan rekan rekannya yang sedang melaksanakan shalat berjamaah. Hati pak Indrawan terenyuh betapa sejuknya pemandangan di depan matanya itu, rasanya ingin sekali pak Indrawan ikut shalat berjamaah dengan Yusuf dan rekan rekannya, tapi pak Indrawan terlalu malu untuk menceritakan keadaan yang sebenarnya, kalau pak Indrawan sudah lupa tata cara shalat.Pak Indrawan yang larut dalam kebimbangan nya kemudian dikagetkan dengan usapan lembut dipundaknya.

__ADS_1


"Mah " panggil pak Indrawan yang langsung menoleh saat tangan sang istri mengusap pundaknya.


"Kenapa pa, papa rindu dengan shalat berjamaah, tidak ada kata terlambat pa selagi nafas masih ada didalam diri kita" ucap sang istri seperti bisa membaca pikiran suaminya itu. Istri pak Indrawan bernama Halimah , usia mereka terpaut cukup jauh, perbedaan usia mereka sekitar 25 tahun.


Halimah merupakan istri kedua dari pak Indrawan karena istri pertama pak Indrawan yang bernama Bestari telah meninggal dunia sebelum pak Indrawan menikah dengan ibu Halimah . Dari pernikahan pertamanya itu pak Indrawan tidak memiliki keturunan. Sedangkan dengan ibu Halimah memiliki satu orang anak yaitu Aisyah, yang kini usianya sudah 18 tahun. Ibu Halimah sendiri masih keturunan dari Arab dan Palestina sedangkan pak Indrawan asli orang Lampung. Kecantikan dan kecerdasan ibu Halimah lah yang membuat pak Indrawan jatuh cinta, walaupun saat itu usia bu Halimah masih 17 tahun dan pernikahan pak Indrawan dan bu Halimah adalah wasiat dari sang istri bu Bestari. Karena bu Bestari beranggapan jika bu Halimah bisa menjadi istri yang soleha bagi pak Indrawan.


"Jika papa mau, mama akan mencarikan seorang ustad untuk dijadikan guru buat papa belajar tentang islam kembali. " tawar Ibu Halimah yang dibalas dengan senyuman oleh pak Indrawan.


"Tidak perlu mah, sepertinya papa ingin Yusuf saja yang mengajari papa tentang islam, tapi kita kira Yusuf nya mau tidak ya? " ucap pak Indrawan sedikit berharap agar Yusuf mau mengajarinya.


Istri pak Indrawan pun tersenyum senang mendengar keinginan hijrah suaminya itu.


Yusuf dan rekan rekannya pun telah selesai melaksanakan ibadah sholat ashar dan segera berpamitan kepada pak Indrawan karena dirasa urusan mereka telah selesai.


" Pak Terima kasih atas segala jamuan dan kenyamanan yang diberikan oleh bapak dan keluarga kami sangat berterima kasih dan semoga juga kerja sama kita ini berjalan dengan lancar kedepannya. aamiin... " ucap Yusuf penuh harap.


Akhirnya Yusuf dan rekan rekannya pun meninggalkan kediaman pak Indrawan. Yusuf yang merasa sangat lelah pun kemudian berpamitan kepada Raka untuk tidak kembali lagi ke kantor, karena Yusuf sudah ingin langsung pulang kerumahnya.


" Saya langsung pulang aja ya, saya sangat lelah, masalah berkas dan kontrak kerjasama nanti tolong kamu scan ya dan kirim ke saya. setelah itu kamu masukan kedalam brankas ya " pinta Yusuf kepada Raka asistennya itu.


"Baik Pak, akan says laksanakan perintah bapak" jawab Raka menyetujui keinginan dari Yusuf itu.


Hari itu Yusuf sengaja membawa mobil sendiri tanpa supir pribadi. Saat dalam perjalan pulang Yusuf melihat dari kejauhan seorang wanita yang sedang melawan dua orang pria dipinggir jalan yang kebetulan saat Yusuf lewat jalan itu terlihat sangat sepi. Tampak dari kejauhan salah satu pria itu menarik narik kedua lengan milik wanita itu.

__ADS_1


Melihat ada wanita yang sedang di sakiti Yusuf pun berinisiatif untuk membantu. Kemudian Yusuf lalu menepikan mobil itu di dekat posisi wanita itu berada.


Yusuf pun keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri mereka untuk menolong wanita malang itu.


"Hey ... bencong jangan beraninya dengan wanita, kalau berani sini lawan saya " ucap Yusuf dengan gagahnya sambil terus mendekati kedua pria itu, perkataan Yusuf spontan membuat kedua pria itu menjadi murka karena merasa ada yang mengganggu aksi mereka.


Saat sudah sangat dekat dengan mereka berapa kagetnya Yusuf ternyata wanita yang hendak dia tolong adalah Nilam. Dan begitu juga dengan Nilam yang tak kalah terkejutnya melihat kehadiran Yusuf.


Setelah tahu wanita yang akan Yusuf tolong adalah Nilam, makin menggebu gebu lah semangat Yusuf untuk melindungi Nilam.


"Jangan sok jadi pahlawan kesiangan ya" ucap salah satu pria yang bertubuh gempal itu.


Yusuf pun tersenyum smirk mendengar perkataan dari salah seorang pria itu.


Kemudian kedua pria itu menyerang Yusuf .


Untungnya Yusuf yang pernah menekuni ilmu bela diri dulu saat duduk di bangku SMP.


Yusuf pun akhirnya melumpuhkan kedua orang pria itu. Dan segera menghampiri Nilam.


" Kamu baik baik saja kan lam? " tanya Yusuf memastikan keadaan Nilam.


Nilam yang masih sangat syok hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Yusuf. Yusuf seperi mengerti dengan apa dirasakan Nilam saat ini pun lalu mengajak Nilam masuk kedalam mobilnya. Nilam pun mengikuti ajakan Yusuf.

__ADS_1


Didalam mobil Yusuf tidak banyak bertanya kepada Nilam tentang apa yang terjadi sebenarnya. Nilam yang masih sangat shock pun hanya terdiam sambil air matanya terus mengalir.


Yusuf sungguh tak tega melihat wanita yang dulu sangat Yusuf cintai dan perjuangkan itu larut dalam kesedihan tanpa Yusuf tahu apa penyebabnya.


__ADS_2