Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Janda


__ADS_3

Raka pun keluar dari kamarnya menuju ke dapur, karena perutnya sudah terasa lapar.


Dari jauh Raka melihat sang ibu dan Nilam sangat begitu akrab di dapur. Pemandangan yang menyejukkan hati .


"Eh ada mas toh, sini nak, " panggil sang ibu kepada Raka.


"Mas lapar bu, " ucap Raka manja kepada sang ibu lalu duduk dimeja makan.


"Ayo kita makan sekarang, masakannya sudah matang , " ucap sang ibu sambil membawa piring berisi tumis kangkung dan ikan mas goreng.


Nilam pun turut membawa serta piring berisi tempe , tahu dan sambal terasi.


"Wah, mantap banget nih, " ucap Raka sambil menatap semua masakan yang tersaji di meja makan.


Raka, Ibu Linda dan Nilam pun mulai menyantap makanan yang ada di meja makan.


Raka makan dengan sangat lahap, sang ibu pun tersenyum melihat anaknya yang begitu lahap memakan masakan Nilam.


"Gimana masakannya mas, enak gak? " tanya sang ibu kepada Raka.


"Enak bu, sampai aku gak bisa berhenti makan gara gara sambel terasi buatan ibu ini, " jawab Raka yang sambil terus mengunyah makanannya.


"Ini semua Nilam loh yang masak mas, " ucap Ibu membanggakan Nilam. Nilam pun tersenyum kecil, mendengar pujian ibu Linda.


"Masa? " tanya Raka sambil terus mengunyah makanannya.


"Iya, ngapain ibu bohong, ibu seneng banget sama Nilam, Nilam ini mantu idaman ibu, " ucap Ibu lagi lagi memuji Nilam.


"Uhuk... uhuk... " tiba tiba Raka tersedak saat mendengar ungkapan hati sang ibu.


"Pelan pelan toh mas," ucap sang ibu sambil memberikan air putih kepada sang anak.


"Iya bu, sepertinya ada duri yang nyangkut di tenggorokan mas deh , " bohong Raka kepada sang ibu, padahal sebenarnya Raka tersedak karena mendengar ucapan sang ibu.


"Lain kali hati hati mas, " tutur ibu Linda sambil melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan, Nilam pun bergegas mengambil piring piring kotor untuk dicuci olehnya.

__ADS_1


"Sudah nak Nilam, biar ibu saja yang merapikan dan mencuci piring piring kotor, kamu istirahat saja dikamar, " perintah ibu kepada Nilam.


"Tidak apa-apa bu, saya sudah biasa mengerjakan semua ini, ibu saja yang istirahat, nanti Nilam buatkan air jahe untuk ibu, " usul Nilam yang membuat ibu Linda tersenyum bahagia.


"Kamu itu tamu loh nak di sini, masa tamu yang menjamu tuan rumah , bukan tuan rumah yang menjamu tamu, tapi tidak apa apa anggap saja kamu sedang training menjadi menantu ibu, gimana? " canda ibu Linda yang membuat wajah Nilam menjadi merah.


"Ya sudah ibu mau duduk sama Raka di taman belakang ya, sepertinya hujan sudah mulai reda, " ucap ibu Linda , lalu beranjak meninggalkan Nilam sendiri.


Nilam menyandarkan tubuhnya di kulkas, ada rasa hangat yang mengalir ditubuh Nilam saat berdekatan dengan ibu Linda. Walau Nilam dan ibu Linda baru pertama kali bertemu, tapi sikap ibu Linda membuat Nilam nyaman didekat ibu Linda.


Nilam pun bergegas merapikan dan mencuci semua perabot yang kotor dengan sangat cepat dan rapi. Kemudian Nilam menggoreng pisang , untuk cemilan saat meminum air jahe. Setelah semua beres Nilam pun membawa hasil masakannya ke taman belakang.


...****************...


"Mas Nilam itu siapa kamu? " tanya sang ibu kepada Raka.


"Maunya ibu mbak Nilam itu apanya mas, " canda Raka yang membuat sang ibu menjewer kupingnya.


"Aduh bu sakit, " ucap Raka sambil memegang kupingnya yang sakit karena dijewer sang


"Makanya kalau ibu nanya itu jawabnya yang bener mas, jangan malah di jadiin guyonan , " ungkap ibu yang kesal karena ucapan sang anak.


"Pantesan ibu lama menjanda soalnya ibu itu judes banget, kalo begini mana ada lelaki yang mau mendekati ibu, " ucap Raka kembali meledek sang ibu.


"Kualat kamu mas, ngeledek ibu , " ucap sang ibu lalu merangkul Raka dan memeluknya dengan penuh kasih.


"Mas belum jawab pertanyaan ibu, Nilam itu siapa nya mas, pacar mas atau hanya teman? " tanya ibu Linda penasaran.


Raka menatap wajah sang ibu dengan lekat , ingin rasanya jujur kepada sang ibu tentang siapa Nilam sebenarnya, tetapi sorot mata sang ibu membuat Raka harus berbohong. Terlihat dari sorot mata sang ibu jika sang ibu sangat berharap kalau Nilam itu adalah kekasih Raka.


Raka pun tersenyum manis kepada sang ibu.


"Ya mbal Nilam itu pacar baru mas lah bu, "


ucap Raka yang membuat sang ibu bahagia, karena putranya sudah move on dari gadis yang bernama Tiara.


"Alhamdulillah, mudah mudahan kalian jodoh ya mas, " ucap ibu mendoakan agar sang anak berjodoh dengan Nilam.

__ADS_1


"Entah kenapa dari pertama kali ibu bertemu Nilam, ibu langsung cocok dengan Nilam, " ucap sang ibu menjelaskan kepada Raka.


"Ibu setuju kalau aku menikah dengan mbak Nilam? " tanya Raka penasaran.


"Setuju, kenapa tidak, " ucap sang ibu sangat yakin dengan pilihannya.


"Tapi bu, mbak Nilam itu seorang janda beranak satu bu, " ucap Raka kepada sang ibu.


Ibu Linda pun terdiam mendengarkan penjelasan sang anak.


"Memang ada salahnya jika Nilam seorang janda, ibu yakin Nilam jadi janda bukan atas keinginannya , " ucap ibu Linda membuat Raka terkejut.


"Jadi ibu setuju mas sama mbak Nilam, walaupun mbak Nilam itu seorang janda, " ucap Raka yang tak percaya dengan ucapan ibunya.


"Setuju mas,tugas ibu hanya memberikan restu kepada anaknya, jika calon istri yang mas pilih adalah wanita baik baik ,kapan kamu mau melamar Nilam, besok juga ibu siap? " tantang ibu kepada Raka.


"Nanti mas tanyakan dulu dengan mbak Nilam, mbak Nilam siapnya kapan, "ucap Raka .


Nilam pun datang membawa pisang goreng dan air jahe.


" Cemilan bu," tawar Nilam lalu meletakkan air jahe dan pisang goreng di meja.


"Makasih nak , ayo duduk disini, " ajak ibu Linda kepada Nilam.


Nilam lalu duduk di sebelah bu Linda.


"Oh iya nak Nilam, maaf sebelumnya ibu boleh bertanya tentang kehidupan nak Nilam? " tanya ibu yang membuat Nilam terkejut. Nilam lalu melirik ke arah Raka. Raka pun mengangguk menandakan kalau Nilam boleh bercerita tentang kehidupan pribadinya.


"Boleh bu, " ucap Nilam singkat.


"Maaf ya nak, jika pertanyaan ibu membuat kamu tersinggung , apa benar nak Nilam ini seorang janda? " tanya bu Linda yang membuat wajah Nilam memerah.


"Ii..ya, bu, " jawab Nilam gugup. Ibu Linda pun tersenyum setelah mendengar dari mulut Nilam sendiri.


"Lagi lagi ibu minta maaf ya nak Nilam jika ibu bertanya hal yang sangat pribadi, tapi ini menyangkut hubungan kalian, sebelum kalian jauh melangkah ibu harap tidak ada rahasia diantara kalian berdua, agar nanti hubungan kalian berdua bisa langgeng, jika adanya keterbukaan, " jelas bu Linda yang membuat Nilam semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan bu Linda itu.


"Maaf Bu, maksud ibu apa ya? " tanya Nilam kepada ibu Linda sambil melirik ke arah Raka. Raka hanya mengendikkan bahunya saat Nilam meliriknya.

__ADS_1


__ADS_2