
Sasha tampak sangat rapuh malam itu, begitu juga dengan kedua orang tua Sasha, mereka tampak sedih karena kejadian yang menimpa Sasha.
Yusuf pun mendekati pak Indrawan.
"Apa kita laporkan saja kejadian ini kepada pihak yang berwajib pak? " tanya Yusuf memberi solusi.
Pak Indrawan yang dalam kondisi terpukul itu kemudian menggeleng kan kepalanya yang menandakan ketidak setujuan nya dengan ide Yusuf.
"Akan menjadi masalah yang panjang nak Yusuf jika nanti sampai semua orang tahu tentang masalah ini , " jawab pak Indrawan .
Karena pak Indrawan adalah orang yang terkenal tentu pak Indrawan sangat tidak ingin kejadian ini sampai diketahui oleh masyarakat umum, pak Indrawan takut merusak mental Sasha.
Karena yang dibutuhkan Sasha saat ini adalah dukungan dan kasih sayang dari orang terdekat.
"Baik Pak kalau begitu, tapi bagaimana dengan pak Tommy, tentunya dia harus mendapatkan pelajaran juga tentunya, " usul Yusuf yang kemudian mendapat anggukan dari pak Indrawan.
Pak Indrawan lalu menghubungi seseorang.
"Beres, " ucap pak Indrawan kemudian menepuk pelan pundak Yusuf.
"Makasih ya nak Yusuf sudah mau membantu saya dan keluarga, " ucap pak Indrawan yang kemudian berjalan disamping Yusuf.
"Sama sama pak selagi saya bisa, kenapa tidak, " jelas Yusuf.
"Kalau begitu saya pamit ya pak, hari sudah sangat gelap, " pamit Yusuf kepada pak Indrawan dan keluarga. Yusuf akhirnya pergi meninggalkan kediaman pak Indrawan menuju ke rumahnya.
...****************...
"Din kamu belum tidur? " tanya Nilam yang menghentikan langkahnya sesaat ketika melihat Dinda yang duduk di depan ruang keluarga.Yang saat itu kebetulan Nilam keluar dari kamarnya hendak menuju dapur untuk mengambil air minum.
"Belum Lam belum ngantuk ,sekalian nunggu mas Yusuf pulang , soalnya mas Yusuf lupa bawa kunci cadangan. Kasihan kalau nanti mas Yusuf memanggilku tapi aku tertidur lelap," jawab Dinda dengan wajah yang sudah tampak sangat mengantuk.
"Oh, ya sudah kalau begitu aku kembali ke kamar ya Din, " pamit Nilam kepada Dinda. Dinda pun mengangguk .
Sebenarnya Nilam ingin sekali menawarkan kepada Dinda agar Dinda tidur saja, biar dirinya lah yang menunggu Yusuf, karena kebetulan malam ini Nilam sangat sulit tidur. Tapi Nilam urungkan lagi niatnya itu karena Nilam tidak mau jika Dinda salah paham. Karena Dinda sudah sangat baik kepadanya.
__ADS_1
Berkali kali Dinda menguap, menandakan jika Dinda sudah sangat mengantuk , tapi Dinda tetap memaksakan dirinya agar tetap terjaga. Nilam memperhatikan Dinda dari kejauhan .
"Sungguh beruntung kamu Suf punya istri seperti Dinda, "
lirih Nilam dalam hati dan masuk ke dalam kamarnya.
Kurang lebih dua puluh menit akhirnya Yusuf tiba di rumahnya. Saat keluar dari mobil Yusuf, mencari sesuatu didalam saku celananya.
"Ya ampun kemana ya kunci rumahnya, kaya nya tadi aku taruh disini, " monolog Yusuf sambil terus memeriksa saku celana casual miliknya.
Setelah mencari agak lama pintu rumah pun terbuka. Dan Yusuf bisa bernafas dengan lega.
Tapi Yusuf terkejut karena ternyata yang membuka pintu bukanlah istri tercintanya. Melainkan sang mantan pujaan hati, Nilam.
"Assalamu'alaikum ," ucap Yusuf saat memasuki rumahnya.
"Waalaikumsalam, " balas Nilam.
"Makasih ya sudah bukain pintu buat aku, " ucap Yusuf sambil tersenyum manis kepada Nilam.
Nilam pun tersenyum manis membalas senyuman Yusuf.
"Makasih ya Lam, " ucap Yusuf singkat.
Yusuf lalu melangkah kearah ruang keluarga, tapi dia urungkan langkahnya karena teringat sesuatu.
"Oh iya Lam, aku mau kasih info ke kamu, tadi siang sekertaris ku Raka, sedang mencari asisten untuk dia,karena kan belakangan ini kantor ku sedang banyak proyek jadi kalau kamu minat kamu besok bisa langsung ke kantor saya, nanti saya rekomendasiin kamu ke Raka. Atau kalau kamu mau besok aku bisa antar kamu ke kantor dulu, daripada kamu naik ojek online, tapi aku berangkat besok pagi sekali, karena besok aku akan memantau proyek baru diluar kota.Gimana? " tawar Yusuf kepada Nilam.
Nilam pun menjadi bimbang dengan tawaran dari Yusuf, tapi dia butuh pekerjaan, tidak mungkin selamanya Nilam bergantung pada Yusuf dan Dinda.
" Aku mau Suf, besok setelah shalat subuh inshaallah aku sudah siap, " ucap Nilam .
"Oke kalau begitu, sekarang kamu tidur, sudah malam. Aku juga mau istirahat, karena hari ini sangat melelahkan. Selamat tidur Nilam, " Ucap Yusuf dengan senyum manisnya yang tanpa Yusuf sadari selalu membuat Nilam baper.
Nilam hanya tersenyum kecil membalas senyum Yusuf, karena Nilam sadar siapa Yusuf dan siapa dirinya.
__ADS_1
Yusuf lalu menggendong tubuh sang istri ala bridal style, mungkin karena terlalu lelahnya sampai Dinda tidak menyadari jika dirinya tengah digendong oleh sang suami menuju ke kamar mereka.
Yusuf menatap wajah cantik nan lembut milik istrinya itu.
Dan Nilam terpaku melihat adegan Yusuf menggendong sang bidadari hatinya itu, tak terasa air matanya pun menetes.
...****************...
Seperti biasanya Dinda sibuk dengan rutinitas paginya dan Nilam ikut membantu Dinda, lambat laun Dinda sudah bisa menerima kehadiran Nilam di sisinya. Walaupun Dinda tidak boleh memberikan peluang sedikitpun untuk siapa saja masuk kedalam rumah tangganya apalagi jika sampai menggeser posisinya.
"Lam maaf ya, aku minta tolong sama kamu , tolong lanjutin menumis sayur kangkungnya ya , semua bumbu sudah aku masukan tinggal nunggu kangkungnya agak layu sedikit lagi, aku mau ke kamar sebentar memeriksa perlengkapan mas Yusuf, gak apa apa kan Lam? " pinta Dinda yang dibalas dengan anggukan dari Nilam .
"Sebentar ya Lam, " ucap Dinda dengan penuh kelembutan lalu pergi menuju kamarnya.
"Mas, " ucap Dinda saat melihat suaminya sudah berdiri di depan meja rias milik Dinda.
"Oh iya Din, mas lupa cerita ke kamu kalau hari ini mas mau antar Nilam ke kantor mas dulu, baru mas pergi ke proyek yang ada di luar kota, " ucap Yusuf sambil menyemprotkan deodorant spray miliknya, yang wanginya bisa membuat wanita mana saja meleleh berada di dekat Yusuf.
"Memang ada lowongan di kantor mas Yusuf ?" tanya Dinda penasaran.
"Gak ada sih, karena yang butuh orang bukan mas, tapi Raka, jadi nanti yang memberi upah ya Raka, daripada Nilam menganggur lebih baik dia bekerja jadi asisten Raka saja, " Jawab Yusuf santai.
Dinda pun membantu suami tercinta merapikan pakaian milik Yusuf . Dan Dinda pun tersenyum puas saat melihat Yusuf sudah sangat rapi dan tampan.
"Ayo mas kita sarapan dulu! " ucap Dinda sambil menarik tangan kanan suaminya itu.
Tapi Yusuf tetap diam ditempatnya.
"Kamu gak lupa sesuatu, " ucap Yusuf yang membuat Dinda jadi bertanya tanya.
"Kenapa mas, ada yang masih kurang? " tanya Dinda heran dan memeriksa dengan seksama penampilan suaminya itu.
"Sepertinya sudah lengkap, " jelas Dinda.
Yusuf pun menunjuk pipinya dengan jari telunjuk.
__ADS_1
Lalu Dinda pun tersenyum dan mendekati Yusuf serta mendaratkan ciuman lembut di pipi Yusuf. Lalu Yusuf menunjuk pipi yang satu lagi dan terakhir Yusuf menunjuk bibirnya. Netra indah milik Dinda pun membulat melihat tingkah suaminya itu.
"Pahalanya besar loh jika istri yang meminta duluan, " ledek Yusuf yang membuat Dinda semakin salah tingkah. Dan akhirnya Dinda pun mendaratkan bibir lembut miliknya tepat dibibir milik Yusuf. Mereka pun terbuai sejenak terbawa suasana yang begitu indah, sampai akhirnya Dinda pun tersadar saat mendengar suara tangisan Fara anak gadisnya itu.