Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Lamaran


__ADS_3

"Bagus kalo begitu, jadi saya tidak perlu repot repot untuk menceritakan kepada Raka siapa kamu sebenarnya.


Pergi dari hidup anak saya, kamu paham!" ancam ibu Linda kepada Tiara.


Tanpa menunggu jawaban dari Tiara, ibu Linda lalu pergi meninggalkan Tiara yang masih shock dengan permintaan ibu Linda.


Sebenarnya Tiara sangat mencintai Raka, tapi Tiara tidak ingin rahasia nya dibongkar oleh ibu Linda. Biarlah kisah hidupnya menjadi rahasia ibu Linda. Akhirnya Tiara pun berlalu meninggalkan rumah sakit


dan tak terasa air mata Tiara jatuh menetes.


Flashback off


"Maaf Bu masalah lamaran bolehkah saya diskusikan dulu dengan Raka, mengingat saya yang bukan lagi seorang gadis, jadi saya perlu suatu kepastian untuk melangkah ke pelaminan kelak," ucap Nilam sambil melirik kearah Raka yang isi kepalanya sudah terlalu lelah memikirkan tentang cara mengakhiri kebohongan ini.


"Setuju, " ucap Raka yang membuat ibu Linda dan Nilam secara bersamaan menoleh kepada Raka.


Ibu Linda pun menghela nafas berat mendengar ucapan sang anak.


"Satu bulan, ibu beri waktu satu bulan, jika tidak ada kelanjutan semua ibu yang handle, gimana deal? " usul ibu yang membuat Nilam dan Raka sontak saling melotot horor.


Dan keduanya sama sama mengangguk atas keputusan yang telah ibu Linda ucapkan .


"Ya sudah, kalau begitu ibu mau tidur dulu, karena besok pagi ibu ada meeting dengan klien di Bali.Harusnya di usia ibu sekarang ini, ibu sudah bisa santai di rumah. Tapi anak ibu satu satunya malah, lebih memilih kerja di perusahaan lain daripada memajukan perusahaan sendiri, " ungkap ibu mengeluarkan segala keluh kesahnya.

__ADS_1


"Ibu kebiasaan deh , mas itu bukan gak mau ngembangin perusahaan almarhum Ayah, tapi kan ada mas Raffa yang lebih memiliki hak untuk mengurus perusahaan itu, " ucap Raka membela dirinya.


"Sudahlah jangan ingatkan ibu lagi dengan anak itu, " ucap ibu Linda lalu pergi meninggalkan Raka dan Nilam masuk kedalam kamar.


Raka menghela nafas berat dan mengurut keningnya yang sedikit pusing akibat kebohongannya kepada sang ibu.Mata Raka terasa sangat berat.Raka lalu menatap layar ponselnya dengan lekat. Benar saja ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 23.05.


Raka lalu menoleh kearah Nilam . Dan Nilam pun sudah tertidur dengan sangat pulas dengan posisi duduk dimeja makan .Dipandangnya wajah polos milik Nilam , Raka pun tersenyum.


Entah mengapa hatinya begitu tenang jika menatap wajah Nilam. Wajar jika Yusuf dulu sangat tergila-gila dengan Nilam.


"Waktu tidur aja, wajahnya cantik, apalagi kalau sedang - ," monolog Raka lalu memukul kepalanya sendiri.


"Apa sih yang ada di pikiran ini, " ucap Raka lalu berinisiatif mengangkat tubuh Nilam ala bridal style menuju kamar miliknya. Dan Nilam yang sudah sangat lelah pun tetap tidur dengan pulas sehingga tidak menyadari kalau dirinya sudah berpindah tempat.


Raka meletakkan tubuh Nilam dengan sangat hati hati. Syukurnya Nilam tidak terbangun.Melihat jilbab yang Nilam kenakan berantakan, akhirnya Raka berinisiatif membuka jilbab milik Nilam. Raka pun menarik nafas lega dan duduk sejenak di samping Nilam.Raka mengambil selimut baru yang ada didalam lemarinya. Dengan hati -hati Raka menyelimuti tubuh milik Nilam.Beberapa helai rambut Nilam menutupi wajahnya, dengan pelan disingkirkan rambut rambut itu dan diselipkan oleh Raka di balik telinga Nilam. Dan lagi lagi Raka terpesona dengan kecantikan wajah Nilam yang sangat sederhana tanpa riasan sedikitpun yang sangat menggemaskan, ditambah pipi chubby milik Nilam yang putih dan halus. Membuat jantung Raka berdetak dengan kencang.


"Kok ini jantung semakin kencang ya detaknya, " tanya Raka heran sambil meletakkan tangan kanannya di dada kiri nya.


"Apa jangan - jangan penyakit jantung ayah nurun lagi ke aku, " ucap Raka dalam hati merasa heran dengan jantungnya yang semakin berdetak dengan cepat.


Raka lalu bangkit dari duduknya dan pindah ke sofa yang ada didekat jendela.


Ditatapnya lekat wajah polos Nilam lagi.

__ADS_1


"Selamat malam, " ucap Raka kepada Nilam yang masih tertidur lelap. Mata Raka pun terpejam.


...****************...


Suara lantunan ayat suci alquran sudah terdengar dari sound masjid , Nilam yang sudah terjaga lalu bangkit dari tidurnya. Nilam melihat sekeliling kamar tempatnya berada sekarang. Nilam mengernyitkan dahinya, karena bingung dengan keberadaannya saat ini.


Tampak Raka didepannya sedang tertidur pulas, ternyata dirinya sedang tidur dikamar Raka. Nilam memegang rambutnya untuk membetulkan ikatan rambutnya yang kendor, tapi Nilam tersadar jika dia sudah tidak memakai jilbab lagi. Nilam pun buru buru mencari keberadaan jilbab instan miliknya.


Akhirnya jilbab yang Nilam cari ada di atas nakas yang ada didalam kamar.


Dengan segera Nilam memakai jilbab, lalu pergi keluar untuk melakukan tugas paginya.


Nilam melihat jam dinding sejenak, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00


Nilam lalu ke dapur untuk menyiapkan sarapan .


Dengan cekatan Nilam memasak banyak makanan.


Tidak lama bu Linda pun keluar dari kamarnya menuju ke dapur


"Kamu sudah bangun toh Lam, " ucap Ibu Linda kepada Nilam.


" Sudah biasa bu Nilam bangun pagi, " ucap Nilam yang sebenarnya.

__ADS_1


"Bener bener mantu idaman ibu, " ucap bu Linda sambil mencubit pipi milik Nilam. Nilam hanya tersenyum mendengar keinginan ibu Linda.


__ADS_2