
Nilam menghapus air matanya yang terus menetes.
Raka merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya kepada Nilam.
"Maaf, " ucap Raka sambil memberikan sapu tangan ke arah Nilam.
Nilam mencoba tegar dan menguatkan hatinya dan mencoba untuk memaafkan Raka, karena Raka melakukan itu tanpa sadar.
Nilam pun mengambil sapu tangan dari Raka.
"Makasih pak, " ucap Nilam sambil menghapus air matanya itu dengan sapu tangan pemberian Raka.
"Sama -sama, " balas Raka kaku.
Hening masih menyelimuti mereka berdua.
Raka ingin sekali mencairkan suasana tapi lidahnya sangat kaku. Ditatapnya lagi wanita yang lebih tua lima tahun darinya itu. Ada rasa bersalah yang sangat dalam, walaupun apa yang Raka lakukan diluar keinginannya. Raka hanya tidak sengaja menciumnya, bukan menghamilinya.
Tapi rasa bersalah itu tetap setia menghuni di relung hati Raka.
Raka lalu melihat jam tangan miliknya.
Waktu susah menunjukkan pukul 14.12 , sudah lewat dari makan siang.
"Temani saya makan siang, saya sudah lapar, saya tunggu diparkiran, " ucap Raka lalu pergi meninggalkan Nilam sendiri didalam ruang kerjanya.
Nilam pun mengambil tas miliknya dan bergegas keluar untuk segera menghampiri Raka di parkiran.
Saat tiba diparkiran Raka pun langsung memberikan helm miliknya untuk dipakaikan kepada Nilam.
Nilam pun dengan reflek memakai helm Raka.
Tapi ini pertama kalinya Nilam memakai helm jenis ini . Nilam pun kebingungan saat mau mengancingkan helmnya.
Raka mendekat dan membantu Nilam mengancingkan kaitan helm nya. Raka yang begitu dekat dengan Nilam membuat Nilam menjadi gugup.
"Beres, " ucap Raka singkat , lalu naik ke atas motornya.
Nilam pun dengan sigap mengikuti Raka naik keatas motor Raka.
Raka lalu menyalakan mesin motornya.
"Pegangan, " ucap Raka lalu melajukan motornya dengan sangat kencang.
Akhirnya dengan terpaksa Nilam memegang ujung jaket Raka.
Akhirnya tibalah Raka dan Nilam disebuah cafe yang tidak jauh dari kantor mereka.
Setelah turun dari motornya Raka lalu berjalan lebih dulu dan Nilam mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Raka duduk di salah satu meja dan Nilam pun duduk di depannya.
"Mbak, " panggil Raka kepada seorang Waitress.
"Ada yang bisa saya bantu kak, " ucap waitress itu ramah sambil menunjukkan buku daftar menu.
"Nasi ayam bakar satu dan jus alpukat satu, kamu apa Mbak? " tanya Raka.
"Saya nasi dan Soto Kudus minumnya jeruk hangat ya mbak, " ucap Nilam kepada waitress.
"Ditunggu ya kak, mbak pesanannya, " pamit waitress itu lalu pergi meninggalkan Raka dan Nilam.
Raka pun asik memainkan ponsel canggih miliknya, sedangkan Nilam hanya terdiam, memperhatikan sekeliling cafe yang sangat mewah ini.
Nilam mendapati seorang wanita yang wajahnya pernah Nilam lihat sebelumnya.
Wanita itu pun menatap ke arah Raka. Tapi Raka tidak menyadarinya.
Akhirnya makanan yang dipesan datang. Raka dan Nilam menikmati makanan dengan sangat lahap, karena sudah melewati waktu makan siang. Setelah selesai makan Raka lalu mengajak Nilam untuk segera kembali ke kantor , karena langit sudah sangat gelap.
Nilam pun mengikuti Raka yang berjalan lebih dulu. Saat akan mendekati parkiran, tiba tiba Raka menggenggam tangan kanan Nilam. Nilam pun kaget dan berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Raka. Tapi Raka malah menarik tubuh Nilam dan meletakkan tangan kiri Raka di pinggang Nilam.
"Kamu pura-pura jadi pacar saya ya mbak, ini perintah, " bisik Raka yang lalu tersenyum manis kearah Nilam.
Nilam pun terpaksa menuruti perintah dari Raka walau pun Nilam masih bingung dengan apa yang terjadi sehingga membuat Raka bersikap aneh seperti itu.
Setelah mereka berdua tiba di parkiran, di dekat motor Raka berdiri seorang wanita cantik dan sangat sexy.
Ya wanita itulah yang sejak tadi memperhatikan Raka saat didalam cafe.
"Raka, aku mau bicara," ucap wanita itu kepada Raka.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi , semua sudah berakhir, " putus Raka .
"Raka aku mau menjelaskan semuanya, " ucap wanita itu memohon.
"Semuanya sudah jelas Tiara , bahkan sangat jelas, " ucap Raka dengan nada suara yang bergetar. Nilam yang hanya menjadi pendengar pun menyadari kalau wanita yang ada di depannya itu adalah Tiara , kekasih dari Raka. Yang fotonya ada dikamar Raka.
"Ternyata yang namanya Tiara jauh lebih cantik aslinya daripada yang aku lihat di dalam foto" ucap Nilam dalam hati.
"Aku minta maaf Raka, aku minta maaf, " mohon Tiara dan air matanya pun mulai mengalir membasahi pipinya yang putih dan mulus.
" Aku sudah memaafkan mu Tiara, " jawab Raka kepada Tiara.
"Sungguh? " ucap Tiara sedikit tak percaya.
Raka hanya menganggukkan kepalanya saja.
Tiara pun tersenyum dengan sangat manis, ya senyum yang membuat Raka jatuh cinta pada senyuman pertama .
Flashback on
__ADS_1
Raka yang sedang lari pagi di stadion olah raga tiba tiba melihat seorang anak perempuan tengah dipukuli oleh anak laki laki seusia Raka.
Melihat kejadian itu Raka pun berinisiatif membantu anak perempuan itu.
Ditariknya kerah baju laki-laki itu dari belakang sehingga membuat laki-laki itu jatuh terlentang.
Raka pun semakin senang saat laki-laki itu melawan dirinya. Jadi Raka tidak perlu repot repot lari keliling lapangan.
Akhirnya Raka pun membuat laki-laki itu babak belur dan laki-laki itu pergi meninggalkan Raka dan anak perempuan itu.
Raka lalu mendekati anak perempuan itu. Wajah anak perempuan itu penuh dengan luka lebam. Membuat Raka menjadi iba.
"Terima kasih, kak sudah menolong saya, " ucap anak perempuan itu dengan senyuman yang amat sangat manis.Ya anak perempuan itu bernama Tiara. Sejak hari itu Raka jatuh cinta pada Tiara dan berjanji akan selalu melindunginya.
Flashback off
"Oh iya Tiara, perkenalkan ini Nilam, calon istriku, " ucap Raka yang membuat Tiara dan Nilam terkejut.
"Ini tidak mungkin Raka, tidak mungkin segampang itu kamu berpaling dariku, " ucap Tiara yang tidak percaya jika Nilam adalah calon istri dari Raka.
Sedangkan Tiara tau kalau selama ini Raka bucin akut kepada dirinya.
"Tapi itu kenyataanya, sebentar lagi aku akan kirimkan undangan pernikahanku ke apartemen mu, " ucap Raka.
"Tapi wanita ini lebih pantas untuk jadi kakakmu dari pada istri Raka, wanita ini lebih tua darimu, " ucap Tiara yang tetap tidak bisa terima dengan keputusan dari Raka.
"Terserah kamu Tiara, yang pasti aku dan dia saling mencintai, " balas Raka kesal .
"Secepat itu kamu melupakan aku Raka, " ucap Tiara merasa sedih karena posisinya digantikan oleh wanita lain.
"Ya, " ucap Raka dengan tubuh yang gemetar. Nilam merasakan tubuh Raka yang sangat rapuh, setiap Raka berkata tubuhnya bergetar tanda kalau dirinya sedang sangat rapuh.
"Baik kalau begitu, selamat tinggal, " ucap Tiara yang kemudian pergi meninggalkan Raka dan Nilam.
Raka lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Nilam. Dan naik keatas motor miliknya.
Nilam pun mengambil helm yang tadi dia kenakan dan langsung ikut naik keatas motor.
Raka melajukan motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tiba tiba hujan mengguyur tubuh Raka dan Nilam.
Akhirnya Raka pun menepikan motornya di sebuah ruko untuk berteduh.
Tubuh mereka sudah sama sama-sama basah kuyup. Raka pun memperhatikan Nilam, wanita itu nampak menggigil kedinginan.
"Dingin ya mbak, " tanya Raka.
"Iiyaa, " jawab Nilam dengan gemetar.
"Sepertinya kita tidak bisa kembali kekantor dengan pakaian basah seperti ini, " ucap Raka.
__ADS_1
Nilam pun hanya terdiam.
"Gimana kalau kita mampir ke rumah ku saja, kebetulan tidak begitu jauh dari sini, " usul Raka .