
Pov Yusuf
Setelah melaksanakan ibadah shalat isya bersama istriku Dinda, aku mendapatkan telepon dari seorang teman sma ku dulu yang bernama Diki.
Diki dan teman teman sma ku ingin mengadakan reuni dadakan di salah satu cafe yang ada di kota ku.
Sebenarnya aku tidak ingin ikut acara reuni itu tapi istriku, Dinda menasihati ku.
"Berangkatlah mas , tidak baik jika sudah di undang tapi tidak datang loh mas, hitung hitung silaturahmi, " ucap Dinda.
"Tapi mas malas loh Din, mas masih ingat dengan jelas ledekan dan hinaan yang mereka berikan kepada mas, kalau ingat semua perlakuan mereka dulu mas jadi kesal, " jawab ku kepada Dinda menjelaskan yang menjadi penyebab aku tidak mau datang dalam reuni dadakan itu.
"Tidak boleh begitu mas jangan pernah menyimpan dendam , itu tidak baik, Dinda punya cerita untuk mas Yusuf, " ucap Dinda berusaha menjelaskan kepadaku. Aku hanya terdiam mendengar perkataan Dinda istri tercinta ku.
"Alkisah ada seorang pemuda di zaman Nabi Musa As, suatu hari pemuda itu melakukan perjalanan untuk bertemu dengan Nabi Musa as. Saat diperjalanan pemuda itu bertemu dengan seorang perampok yang sangat kejam, perampok itu pun hendak merampok dan membunuh pemuda itu. Pemuda itu akhirnya menyerahkan semua harta miliknya dan bertanya kepada perampok mengapa perampok itu berbuat jahat dan pemuda itu pun menasehati sang perampok , perampok itu pun akhirnya bertaubat . Pemuda itu pun lalu pergi setelah sang perampok benar benar melakukan Taubat Nasuha , untuk melanjutkan perjalannya bertemu dengan Nabi Musa as dan perampok itu menitipkan salam untuk nabi Musa as.
__ADS_1
Saat diperjalanan sang pemuda mendengar suara seseorang yang sedang menyerukan Asma Allah SWT. Suara itu berasal dari sebuah goa yang tidak jauh dari keberadaannya sekarang , kemudian pemuda itu pun masuk kedalam goa itu karena penasaran dan mencari sumber suara itu.
Betapa terkejutnya pemuda itu saat melihat seorang kakek tua, yang buta dan tidak memiliki tangan dan kaki. Pemuda itu pun mendekati kakek tua itu dan mengucapkan salam. Kakek tua itu pun menjawab salam dari pemuda itu lalu bertanya ada hal apa yang membuat pemuda itu menghampiri nya. Pemuda itu mengatakan kalau dia terpesona mendengar suara yang mengagungkan Asma Allah SWT itu dan menceritakan tujuan perjalananya untuk bertemu dengan Nabi Musa as. Kakek buta itu pun merasa sangat senang saat pemuda itu menyebutkan nama nabi Musa as. Dan kakek tua itu berkata kalau dia adalah salah seorang teman nabi Musa as. Pemuda itu pun penasaran apa yang menjadi penyebab kakek tua itu bisa berada didalam goa itu sendiri dengan kondisi yang seperti ini. Kakek tua itu pun menceritakan jika dia telah menjadi korban perampok yang kejam berpuluh puluh tahun yang lalu , perampok itu mengambil semua hartanya dan bukan hanya itu saja bahkan perampok itu melukai kedua matanya serta memotong tangan dan kakinya. Pemuda itu pun kaget dan bertanya apakah perampok yang dimaksud kakek tua itu adalah perampok yang telah dia temui. Kakek tua itupun mengiyakan perkataan pemuda itu. Perampok itulah yang telah membuat kakek tua itu seperti ini sekarang. Lalu pemuda itu bertanya bagaimana cara kakek tua itu bertahan hidup, sedangkan keadaannya seperti itu. Semut lah yang selalu membawa makanan kedalam mulutnya, kakek itu menjelaskan kepada pemuda itu sambil menunjukkan iringan iringan semut yang membawa remah remahan makanan kedalam mulut kakek itu. Pemuda itu pun merasa takjub dengan kuasa dan kehendak Allah SWT yang luar biasa.Pemuda itu bercerita jika perampok itu telah bertaubat dan meminta sang kakek untuk memaafkan kesalahan sang perampok .Tapi kakek itu pun tidak mau memaafkan perampok itu sampai dia mati. Pemuda itu pun menasihati kakek tua itu untuk tidak menyimpan dendam dan saling memaafkan.
Akhirnya pemuda itu pun pamit untuk melanjutkan perjalanan. Kakek tua itu menitip salam kepada nabi Musa as.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya pemuda itu pun tiba ditempat nabi Musa as berada. Lalu nabi Musa as pun bertanya apa saja yang didapatkannya selama didalam perjalanan .
Pemuda itu pun menceritakan tentang perampok dan kakek tua yang buta dan cacat itu.
Aku pun tersenyum setelah mendengar cerita dari istri cantikku .
"Iya mas minta maaf, mas janji deh akan memaafkan semua orang yang telah mendzalimi mas dan melupakan semuanya, makasih ya udah selalu mengingatkan mas, kamu memang bidadari syurga mas , " ucap ku lalu memeluk mesra istriku dan mengecup kening Dinda dengan penuh kasih sayang.
"Jadi gimana, mas tetap tidak mau datang ke acara reuni itu mas ? " tanya Dinda penasaran.
__ADS_1
"Datang dong sayang, " ucapku sambil mencubit gemas hidung mancung milik Dinda
"Gitu dong, Dinda ingin mas menjadi imam yang baik buat Dinda dan anak anak, juga mas menjadi orang yang berhati pemaaf, karena kita tidak tahu kita masuk ke surga Allah SWT lewat amalan kita yang mana dan kita masuk neraka lewat kesalahan yang mana, jadi pesan Dinda selalu lah jadi orang baik dan berguna bagi orang lain ya mas, " ucap Dinda.
"Siap ustadzah sexy, " canda ku sambil mencubit gemas pipi istriku itu.
"Kalau begitu mas berangkat ya," pamit ku kepada Dinda dan dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh Dinda. Dinda lalu mencium punggung tangan ku dan mencium kedua mata ku.
"Ya Allah , lindungi penglihatan suamiku dari apa yang bukan menjadi haknya, " gumam Dinda dalam hati.
Aku pun akhirnya pergi menuju cafe yang sudah diberitahukan sebelumnya oleh Diki, teman SMA ku yang sekaligus kolega bisnis ku.
Saat tiba di cafe yang aku tuju, aku lalu memarkiran mobilku diparkiran yang sudah disediakan. Saat akan keluar dari dalam mobil, tiba tiba ponsel ku pun berbunyi.
Melihat nama yang tertera dilayar ponsel ku, aku pun segera menerima panggilan telepon itu.
__ADS_1
"Baik Pak saya akan laksanakan perintah bapak, bapak tenang saja kebetulan saya berada di cafe yang sama dengan putri bapak, " jawab ku. Dan sambungan telepon itu pun terputus.