
Pov Nilam
Namaku Nilam Lestari, kata Ibu nama ini pemberian dari almarhum Kakek ku. Aku anak kedua dari lima bersaudara. Kami hanya tinggal di rumah yang sangat kecil. Dan itu pun hanya rumah kontrakan. Bapak sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan Ibu hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Upah yang bapak terima hanya cukup untuk makan kami saja, jadi kami semua hidup dengan sangat prihatin. Bapak dan ibu mempunyai hutang di mana-mana. Bahkan setiap hari, selalu saja datang orang yang berbeda-beda untuk menagih hutang kepada bapak dan ibu. Tak jarang para penagih hutang datang dengan marah-marah. Terkadang aku malu kepada para tetangga, aku seperti tidak punya muka di depan mereka.
Bahkan tidak jarang dari sebagian penagih hutang yang memang ganjen menggodaku, ada yang ingin menjadikan aku Istrinya bahkan simpanannya. Entah akan di jadikan istri yang ke berapa diriku?.
Karena sering mengalami kesulitan, akhirnya aku tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Aku harus bisa menunjukkan kepada orang-orang, kalau aku bisa menjadi orang yang sukses.
Walau aku terlahir dari keluarga yang sangat susah, tapi Tuhan menganugerahkan aku wajah yang cantik dan tubuh yang sangat molek serta kecerdasan yang luar biasa. Sehingga banyak lelaki, mulai dari yang muda, bahkan sampai aki-aki yang sudah punya istri tiga, kerap mendekati ku untuk melamar. Dari yang hanya seorang karyawan sampai seorang saudagar tanah, mereka semua tergila-gila kepadaku. Tapi aku tidak tertarik sama sekali dengan mereka, walau sejujurnya aku memang matre. Akan tetapi aku ingin juga merasakan mencintai dan dicintai. Walaupun pada akhirnya, materi juga yang kerap kali dibutuhkan dalam kehidupan berumah tanggaku kelak.
Sampai suatu hari, aku dipertemukan dengan laki-laki yang sangat cupu dan culun bernama Muhammad Yusuf Ibrahim. Keponakan dari ibu Ratih. Yusuf adalah seorang pemuda kota, yang sengaja dikirim orang tuanya untuk tinggal dan bersekolah di desa ku, bersama Adik perempuannya yang bernama Zahra. Dari sekian banyak pria yang mencoba untuk mendekati ku , aku selalu bisa melihat tujuan dari para lelaki itu, yang mereka rasakan padaku itu bukan cinta dan sayang, tapi hanya nafsu semata. Tapi berbeda dengan Yusuf, walau dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya padaku, dari awal Kami berkenalan, tapi Aku tahu kalau sebenarnya dia tertarik denganku. Walaupun dia sangat cupu dan culun, tapi Yusuf bisa membuat aku nyaman bila berada di dekatnya.
Rasa yang Yusuf berikan kepada ku benar-benar cinta yang tulus, bukan nafsu semata.
Akhirnya kami menjadi sahabat dekat hampir satu tahun lamanya. Sampai suatu hari Yusuf mengutarakan perasaan nya padaku, aku tidak begitu kaget mendengar pernyataan cintanya itu. Tapi aku juga tidak mau menyakitinya, jika aku langsung menolak perasaannya padaku. Akhirnya aku memberikan tantangan kepadanya, agar dia mau berusaha untuk menjadi orang yang sukses . Setelah itu aku izinkan dia melamar ku. Aku berjanji akan menunggunya sampai dia sukses. Yusuf pun menerima tantangan ku, bahkan dia sangat antusias.
Sejak hari itu, aku dan Yusuf tidak pernah bertemu lagi. Sampai tiba acara syukuran rumah ibu Ratih, Yusuf dan sekeluarga pun datang ke rumah ibu Ratih. Yusuf terlihat mencari keberadaan ku di sana. Aku sengaja bersembunyi dari Yusuf, karena minggu depan adalah hari pernikahanku dengan Jaka, anak dari saudagar tanah di kampung ku. Aku tidak mau kalau sampai Yusuf tahu dan dia kecewa dengan apa yang telah menjadi pilihanku itu. Aku dijodohkan oleh orang tuaku dengan mas Jaka.
__ADS_1
Mas Jaka adalah pemuda yang tampan dan gagah, tapi aku belum begitu mengenal nya. Iming-iming mahar rumah dan mobil dari keluarga Mas Jaka lah yang membuat orang tuaku akhirnya memaksaku untuk menikah dengan Mas Jaka.Terlebih dia adalah seorang perjaka. Akhirnya aku menerima lamaran dari Mas Jaka, karena aku pikir kalau Mas Jaka bukan lelaki yang buruk bahkan bisa dibilang dia cukup keren dan juga tampan.Yang pasti jika aku menikah dengan dia, aku bukan dijadikan Istri yang kesekian.
Pesta pernikahan pun digelar dengan sangat mewah, baik di rumah ku maupun di rumah mertua ku , rumah orang tua Mas Jaka.
Apa yang menjadi hak ku pun orang tua Mas Jaka berikan pada ku.
Awal pernikahan memang sungguh indah, Mas Jaka mengajakku honeymoon ke pulau Bali. Kami berlibur selama satu minggu di sana, suatu hal yang sangat membuat aku bahagia. Akhirnya kami pun pulang kembali ke kampung kami, setelah melewati liburan yang romantis.
Karena aku pikir, sudah terlalu lama Mas Jaka meninggalkan pekerjaannya sebagai makelar tanah.
Kepulangan kami disambut baik oleh kedua Keluarga besar kami. Kehidupan ku setelah pernikahan berubah drastis dari yang penuh kesusahan menjadi seperti tuan putri. Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Sampai suatu hari petaka itu pun tiba, di mana bapak mertuaku ditipu oleh seseorang hingga puluhan milyaran rupiah. Sedangkan uang yang ditipu adalah milik orang banyak yang harus bapak mertua ku ganti.
Sejak kejadian yang menimpa bapak mertuaku itu, mas Jaka jarang pulang ke rumah kami. Kalau pun dia pulang hanya sebentar saja. Dan sekarang sudah hampir satu bulan mas Jaka tidak pulang ke rumah.
Aku mencoba untuk menelpon ponselnya, tapi tidak aktif. Sampai seorang temanku memberitahuku bahwa dia sering melihat Mas Jaka, menginap di rumah seorang janda kaya dekat rumahnya. Aku pun shock mendengar ceritanya itu, tapi aku tidak mau langsung curiga, aku harus menyelidikinya terlebih dahulu.
Karena kebetulan libur bekerja, akhirnya aku putuskan untuk mencoba mencari keberadaan mas Jaka. Pertama, tempat yang ku cari adalah kantor tempat mas Jaka bekerja dan aku kaget, karena menurut pengakuan para temannya, kalau mas Jaka sebenarnya sudah tidak bekerja lagi sejak dua bulan yang lalu. Aku pun menjadi sangat shock atas ketidak tahuan ku itu.
__ADS_1
Aku akhirnya melangkahkan kaki ku keluar dari kantor mas Jaka. Di jalan aku tak sengaja melihat mas Jaka sedang bergandengan mesra dengan seorang wanita paruh baya. Dengan penuh rasa penasaran dan kecewa aku pun mengikuti mereka berdua, mereka berdua ternyata menuju ke sebuah losmen yang tak jauh dari tempat mas Jaka bekerja.
Setelah mereka check in , aku terus mengikuti sampai mereka masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di losmen itu. Karena terlalu terburu nafsu atau mereka memang lupa mengunci pintu, akhirnya aku bisa masuk ke dalam kamar mereka tanpa mereka ketahui. Mas Jaka tampak sangat menikmati setiap sentuhan yang wanita itu berikan, yang tentunya juga belum pernah aku berikan. Air mata ku pun tak terasa mengalir dengan sangat deras sampai saat mas Jaka dan perempuan tua itu akan melakukan penyatuan, aku kemudian muncul di hadapan mereka. Mas Jaka dan wanita tua itu terkejut dengan kedatanganku. Dan mereka langsung menutupi tubuh mereka dengan selimut.Tidak ada kata yang keluar dari mulut mas Jaka dan perempuan tua itu.
Melihat itu semua, akhirnya aku putuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
Air mata pun terus mengalir dengan deras. Dan akhirnya aku menceritakan semua nya kepada orang tua ku dan mertua ku. Aku juga menyampaikan keinginan ku untuk menggugat cerai mas Jaka. Orang tuaku mendukung apa yang menjadi keputusanku. Akhirnya aku nekat untuk menggugat mas Jaka ke pengadilan Agama, dan tanpa drama panjang akhirnya aku dan mas Jaka resmi bercerai. Jadilah aku seorang janda satu anak. Terkadang aku menyesal telah menyia-nyiakan cinta tulus Yusuf. Terkadang aku rindu dengan sosok Yusuf.
Sampai suatu malam, aku di kejutkan dengan kehadiran Yusuf di acara pernikahan Nayla sepupu dari Yusuf . Dia sangat berbeda dari Yusuf yang aku kenal selama ini. Yusuf sekarang sangat tampan dan gagah, hilang sudah Yusuf yang cupu. Tapi sekarang dia sudah tidak sendiri lagi, dia sudah menikah dengan wanita bernama Dinda.
"Nilam! apa kabar?" tegur Yusuf, menyapa diriku yang sejak tadi sengaja menghindari dirinya.
"Baik Suf! kamu gimana? " balas ku agak sedikit gugup berada di dekatnya. Karena aku minder dengan penampilan ku yang sekarang.
"Alhamdulillah, keadaan aku baik Lam! " ucap Yusuf dengan senyum khasnya yang membuat aku jadi grogi. Aku pun memutuskan untuk segera pergi tapi Yusuf malah menahan tanganku.
"Kok kamu gak memenuhi janji kamu untuk nunggu aku Lam? Kamu malah ninggalin Aku! " ucap Yusuf sambil terus menahan tanganku. Aku pun terdiam tak dapat menjawab pertanyaan dari Yusuf.
__ADS_1
"Maafkan aku Suf! maafkan aku!" pinta ku sambil tertunduk.
Tiba-tiba datang seorang wanita bercadar datang menghampiri kami. Dia adalah Adinda Zulaikha istri dari Yusuf.