
Sasha pun bergegas untuk menemui pak Tommy yang sudah menunggu Sasha sejak tadi.
"Malam pak, " sapa Sasha saat bertemu dengan pak Tommy yang ternyata masih sangat muda itu. Karena dalam ekspetasi Sasha, kalau pak Tommy seusia papanya yaitu pak Indrawan.
"Malam juga Bu Sasha, senang bertemu dengan Anda, " balas pak Tommy sambil mengulurkan tangannya kepada Sasha dan di sambut dengan uluran tangan oleh Sasha juga.
"Silahkan duduk bu Sasha, " ucap pak Tommy sambil mempersilahkan Sasha duduk dengan menarik salah satu kursi untuk Sasha tempati.
"Makasih pak, " balas Sasha sambil tetap tersenyum dan duduk di kursi yang telah pak Tommy sediakan.
Malam itu Sasha dan pak Tommy hanya meeting berdua saja, karena permintaan dari pak Tommy sendiri yang meminta jika masing masing dari mereka tidak membawa asisten, karena malam itu hanya untuk perkenalan saja, sedangkan tempat meeting mereka pak Tommy juga yang menentukan.
"Bisa langsung kita mulai meeting perdana kita pak? " tanya Sasha karena waktu sudah mulai larut. Sebenarnya Sasha tidak ingin meeting selarut ini, tapi dia harus profesional dalam bekerja.
Sasha pun menoleh ke arah kanan dari tempat duduknya, karena merasa ada yang memperhatikan dirinya sejak tadi.
"Boleh bu, tapi apa tidak sebaiknya kita makan atau minum kopi dulu biar tambah semangat dan tidak mengantuk, " ucapan pak Tommy kepada Sasha yang sontak membuat Sasha berbalik arah kembali. Mendengar tawaran dari pak Tommy , Sasha pun tersenyum.
"Saya Capuccino aja pak, kebetulan saya sudah makan, "
jawab Sasha singkat.
__ADS_1
Pak Tommy lalu memanggil salah seorang waitress yang ada didalam cafe itu.
"Selamat malam , pak selamat datang di GREEN cafe dan bar pak, ada yang bisa saya bantu? " ucap waitress itu ramah kepada pak Tommy dan Shasa.
"Saya pesan Cappucino satu dan kopi espresso nya satu ya mbak, " pinta pak Tommy kepada waitress itu.
"Baik pak, ditunggu ya pesanannya, terima kasih, " ucap waitress itu lalu pergi meninggalkan pak Tommy dan Sasha.
Setelah menunggu kurang lebih lima menit pesanan mereka pun tiba, cappucino dan kopi espresso.
"Diminum dulu kopinya baru kita mulai meeting kita, " ucap pak Tommy kepada Sasha yang dibalas dengan anggukan dari Sasha.
Sasha pun meminum cappucino yang tadi Sasha pesan.
"Silahkan bu Sasha, mulai saja meeting nya, " jawab pak Tommy sambil terus menatap Sasha.
"Oke kalau begitu pak, " ucap Sasha yang lalu membuka tas kerjanya dan mengeluarkan berkas serta notebook miliknya.
Saat akan sedang mengaktifkan notebook miliknya tiba tiba kepala Sasha menjadi sangat berat sekali . Dan rasanya Sasha ingin tidur, tanpa Sasha sadari akhirnya Sasha pun tertidur di meja tempatnya duduk dengan pak Tommy samar samar Sasha mendengar suara pak Tommy yang bertanya tentang keadaan Sasha sampai akhirnya Sasha pun benar benar memejamkan matanya.
Pak Tommy pun tersenyum senang melihat Sasha yang sudah tertidur pulas, karena pak Tommy telah sengaja memasukan obat tidur kedalam minuman milik Sasha, ya tentu pak Tommy sudah bekerja sama dengan waitress yang menyediakan minuman untuk Sasha dan pak Tommy. Semua sudah dipersiapkan oleh pak Tommy jauh hari sebelumnya , karena pak Tommy memang memiliki perasaan dengan Sasha, tanpa diketahui oleh Sasha . Pak Tommy merupakan kakak kelas Sasha saat di SMA dulu, Sasha yang memang cantik dan kaya menjadi idola para kaum adam di SMA nya itu , termasuk pak Tommy. Tapi Sasha yang memiliki sifat yang sombong dan angkuh terutama kepada para kaum adam membuat semua pria menjadi takut untuk mendekati dirinya.Pak Tommy kala itu hanya bisa menjadi pengagum rahasia Sasha saja. Pernah sekali Pak Tommy meletakkan surat cinta dan coklat untuk Sasha dimeja tempat Sasha duduk.Tapi tanpa melihat siapa yang memberi dan melihat isi suratnya Sasha langsung membuang surat serta coklat pemberian Pak Tommy ke dalam kotak sampah dikelasnya.Pak Tommy merasa sakit hati, tapi tidak bisa berbuat lebih untuk meluluhkan hati Sasha saat itu. Perlakuan Sasha itu menjadi pecutan baginya untuk berubah menjadi Tommy yang bisa menandingi Sasha.Dengan penuh perjuangan akhirnya pak Tommy bisa sampai di posisinya saat ini hanya satu tujuan, yaitu untuk mendapatkan dan meluluhkan hati Sasha.
__ADS_1
Saat mengetahui kalau Sasha adalah klien nya , pak Tommy pun langsung menyusun rencana agar dapat membuat Sasha bertekuk lutut dihadapan pak Tommy. Ambisi pak Tommy sangatlah besar untuk memiliki Sasha .
Pak Tommy mulai mengatur rencana, ya seperti malam ini .
"Bu Sasha, bu, bu, bangun bu, " ucap pak Tommy sambil menepuk nepuk pipi halus nan putih milik Sasha. Pak Tommy pun tersenyum puas dengan apa yang sudah dia rencanakan, dirangkulnya tubuh mungil milik Sasha, kini wanita impiannya sudah ada dalam pelukannya.
Pak Tommy pun membawa Sasha masuk kedalam mobil miliknya. Diletakkan tubuh Sasha dibangku depan disamping kemudi itu. Mobil sport miliknya pun mulai melaju kencang dan berhenti di sebuah hotel bintang lima tidak jauh dari cafe tempat meeting mereka tadi.
Sasha yang masih dalam efek obat tidur itu pun masih saja tidur terlelap . Pak Tommy pun membawa tubuh mungil Sasha ala bride style dan melangkahkan kakinya menuju lantai dua dengan menggunakan lift. Setibanya dilantai dua pak Tommy langsung menuju kamarnya, kamar nomor 008 . Dengan bantuan seorang office boy, pintu kamar hotel yang sudah pak Tommy sewa. Pak Tommy lalu memberi tips kepada office boy itu, setelah mendapatkan apa yang office boy itu ingin kan akhirnya office boy itu pun pergi meninggalkan pak Tommy.
Pak Tommy meletakkan Sasha di kasur yang ada didalam hotel itu. Sasha masih tetap tertidur lelap. Pak Tommy menatap wajah cantik milik Sasha , wajah cantik yang sudah sejak lama mengisi relung hatinya itu.
"Malam ini kamu menjadi milikku Sasha sayang, " ucap pak Tommy sambil membelai lembut rambut hitam milik Sasha.
Pak Tommy pun mendekatkan wajahnya ke wajah milik Sasha,
gairahnya tiba tiba bangkit saat melihat bibir ranum nan merah milik Sasha .Pak Tommy pun mendaratkan ciuman di bibir itu, tapi naas tiba-tiba ada yang mukul punggungnya dari belakang. Pak Tommy pun tersungkur akibat pukulan itu.
Seorang pria yang wajahnya sudah tidak asing lagi bagi pak Tommy.
"Kaa..muu... bagaimana kamu bisa masuk kesini? " tanya pak Tommy yang berusaha bangkit .
__ADS_1
Pria itu kembali melayangkan pukulan ke wajah milik pak Tommy dan kali ini hidung milik pak Tommy kembali mengalir darah segar.