
Setelah sarapan pagi, Yusuf berpamitan kepada sang istri tercinta untuk berangkat bekerja.
"Mas berangkat ya sayang!" ucap Yusuf sambil mencium kening istri cantiknya itu. Yang kemudian ciuman itu mendarat di bibir ranum nan merah milik sang istri. Dinda pun membalas ciuman sang suami dan Yusuf pun tersadar kalau dirinya harus segera berangkat ke perusahaannya.
"Aduh...Kamu sih pagi-pagi pakaiannya kaya gini! Bikin Mas males berangkat aja! " ucap Yusuf yang kemudian memeluk istrinya kembali. Dinda selalu memanjakan pandangan suaminya dengan pakaian sexy , bahkan Dinda kerap kali hanya mengenakan lingerie jika sedang berada di dalam rumah.
Itulah yang menjadi salah satu alasan Dinda untuk tidak merekrut pembantu di dalam rumahnya.
"Aku kan ingin selalu terlihat menarik di depan mas, itu ibadah juga loh mas!" balas Dinda sambil merapikan kembali kerah baju suaminya yang sedikit berantakan karena pelukan tadi. Yusuf pun tersenyum manis kepada sang istri.
"Oke kalau begitu, mas berangkat sekarang ya! Jaga diri kamu dan si kembar, jangan lupa ganti bajunya!" pamit Yusuf kepada sang istri. Dinda pun mencium punggung tangan Yusuf dengan sangat takzim.
Yusuf kembali mencium kening istrinya tapi tanpa drama lagi kali ini.
Setelah keberangkatan Yusuf, Dinda kembali melanjutkan aktifitas nya yang sempat tertunda sebagai Ibu rumah tangga. Di awali dengan memandikan si kembar, memberi makan mereka, kemudian menemani mereka bermain. Setelah Yusuf berangkat, Dinda langsung mengganti pakaiannya dengan gamis yang biasa dia kenakan sehari-hari . Khawatir jika ada orang yang datang secara tiba-tiba di saat Yusuf tidak ada di rumah.
Setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah dan kedua anak kembarnya sudah terlelap.
Dinda pun mengambil ponsel pintarnya untuk mengabari keadaannya kepada sang suami. Tapi sudah berulang kali dia menelpon sang suami, panggilan telepon darinya tidak mendapat jawaban juga. Akhirnya Dinda menghentikan panggilan telpon itu dan meletakkan kembali ponselnya untuk mengecek keadaan kedua anak kembarnya yang sedang tidur di kamar.
...****************...
Yusuf sengaja menggunakan mode silent di ponsel pintar miliknya, karena hari ini Yusuf akan meeting dengan pak Indrawan, pemilik Hotel Dragon group dan beberapa restoran ternama di Indonesia .
Pak Indrawan terkenal sangat sulit diajak untuk bekerja sama.
Oleh karena itu, begitu dapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Pak Indrawan, Yusuf tidak akan melewati kesempatan emas kali ini.
Rencananya Pak Indrawan akan membangun beberapa Hotel dan restoran kembali dan pak Indrawan ingin mengambil semua property mebel dari perusahaan milik Yusuf.
__ADS_1
Alhasil Pak Indrawan yang sudah mulai memasuki usia senja itu sengaja mengajak Yusuf untuk meeting di rumahnya saja. Karena pak Indrawan sengaja ingin mengenalkan kepada Yusuf anaknya sebagai pengganti dirinya kelak.
Kedatangan Yusuf pun disambut dengan ramah oleh keluarga dan para pekerja dari Pak Indrawan. Sepertinya kedatangan Yusuf memang sudah dinanti-nantikan oleh pak Indrawan. Raka sang sekertaris pun merasa takjub dengan penyambutan yang dilakukan oleh Pak Indrawan.
Raka adalah sepupunya Yusuf, sekaligus sekertaris pribadi Yusuf.
"Selamat datang di kediaman saya yang kecil ini!" sambut pak Indrawan dengan senyuman yang sumringah.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh!" balas Yusuf yang membuat pak Indrawan lalu terdiam sesaat.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh! " jawab Pak Indrawan dengan malu-malu.
"Mari nak Yusuf silahkan masuk!" ucap Pak Indrawan mempersilahkan Yusuf dan rombongan untuk masuk ke rumahnya yang megah itu. Bahkan jika dibandingkan dengan rumah milik Yusuf dan Dinda, rumah mereka hanya sepuluh persen dari rumah milik pak Indrawan.
"Terima kasih pak ," balas Yusuf yang kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan pak Indrawan.
"Apa kabar Pak? Saya sangat berterima kasih sudah diundang ke rumah Bapak yang sangat membuat Saya takjub," ucap Yusuf mengagumi rumah pak Indrawan yang sudah mirip seperti hotel itu.
" Sebelum meeting kita mulai bagaimana kalau kita makan siang terlebih dahulu, kebetulan istri saya sudah menyiapkan hidangan yang sangat enak buat kita santap, gimana? " tawar pak Indrawan yang membuat Yusuf jadi tak enak kalo harus menolaknya. Sedangkan pak Indrawan sangat berharap agar Yusuf beserta rekan mau menikmati hidangan di rumahnya.
" Boleh pak, kebetulan perut saya sudah keroncongan ini !" jawab Yusuf sambil memegang perutnya yang sixpack itu disertai candaan yang membuat pak Indrawan tertawa.
"Mari-mari kita ke ruang makan dan semua makanan yang dihidangkan adalah masakan istri saya! Karena kebetulan istri saya orang Sunda asli, jadi masakannya selalu enak-enak , " ungkap pak Indrawan yang sangat bangga pada istrinya itu.
Yusuf dan rekan kerjanya mulai duduk di meja makan yang bisa untuk menampung tiga puluh orang itu.
Dan acara makan siang pun dimulai , semua orang mulai mengambil makanan yang disuguhkan.
Tiba-tiba dari arah dapur pak Indrawan, datang seorang wanita muda membawa sepiring nasi merah menghampiri meja makan dan duduk di sebelah pak Indrawan.
__ADS_1
Semua orang secara reflek menatap wanita cantik itu yang hanya memakai baju tanpa lengan yang nampak ketat sehingga bentuk tubuh wanita itu bisa terlihat begitu indah bagi yang melihatnya. Ditambah dengan hot pant yang wanita itu kenakan sehingga kaki nya yang jenjang dan putih mulus tampak sangat indah dilihat dengan mata siapa saja yang melihatnya. Tak terkecuali juga mata Yusuf yang adalah laki-laki normal.
"Ini nasi papa! Jangan coba-coba papa makan apa yang dilarang ya pa! Aku akan selalu memantau papa, " ucap wanita itu tanpa mempedulikan orang-orang yang ada di sekitarnya .
"Sekali saja boleh ya?" pinta Pak Indrawan kepada wanita yang ternyata adalah anak satu-satunya pak Indrawan itu.
"Sekali tidak tetap tidak Pa! Awas kalau sampai papa curang, " ucap wanita itu .
"Baiklah ," balas pak Indrawan pasrah.
"Oke pa aku pergi dulu ya ? "
pamit wanita itu kepada pak Indrawan.
"Aisyah kamu mau pergi kemana nak? " tanya pak Indrawan penasaran.
"Papa jangan panggil Aku dengan nama itu kalau di tempat umum! Panggil Aku Sasha bukan Aisyah!" ucap Aisyah yang akhirnya pergi berlalu meninggalkan ruang makan.
Pak Indrawan pun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan putri semata wayangnya itu.
"Aisyah putri Kami satu-satunya.
Tapi kami salah mendidiknya, sehingga dia menjadi seperti itu , sedangkan dia anak satu-satunya milik kami. Sekarang kami hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar suatu saat Aisyah bisa berubah menjadi lebih baik, " ungkap pak Indrawan yang tampak sedih.
"Aamiin!" jawab Yusuf dan rekannya serempak.
"Oh ya, mari dilanjutkan makan siangnya! " pinta pak Indrawan.
Setelah selesai makan siang Yusuf dan pak Indrawan lalu berpindah ke ruang meeting yang ada di rumah pak Indrawan . Kurang lebih dua jam membahas masalah proyek pembangunan hotel dan restoran, akhirnya pak Indrawan menyetujui kontrak kerja yang diajukan oleh Yusuf.
__ADS_1
Dan itu membuat Yusuf menjadi sangat bahagia.