Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Debaran Debaran Aneh


__ADS_3

Yusuf dan Nilam masih sama sama saling terdiam di dalam mobil milik Yusuf. Tapi Nilam sudah tampak mulai mengendalikan emosinya, terlihat dari air matanya yang tidak mengalir lagi. Yusuf pun memberanikan diri untuk menoleh kearah Nilam.


"Apa yang sebenarnya terjadi lam, kamu bisa cerita sama aku Lam , jika dengan begitu bisa mengurangkan beban pikiran mu " usul Yusuf yang dibalas dengan anggukan dari Nilam.


"makasih ya Suf atas pertolonganmu. " ucap Nilam yang sudah bisa tersenyum kembali.



Nilam cinta pertama Yusuf


"Sama sama Lam " balas Yusuf disertai dengan senyuman yang hangat



Muhammad Yusuf Ibrahim


Keheningan pun kembali, setelah ucapan Terima kasih dari Nilam dan balasan dari Yusuf tidak ada lagi percakapan diantara keduanya.


Yusuf terus memikirkan bagaimana caranya agar Nilam mau cerita apa yang terjadi. Karena jujur duduk berdampingan di dalam mobil berlama lama dengan Nilam membuat jantung Yusuf jadi berdetak dengan cepat , Yusuf tak memungkiri rasa untuk Nilam masih tersimpan di relung hati Yusuf yang paling dalam, walau sekarang Yusuf sudah menjadi suami dari Dinda, tapi Yusuf hanya manusia biasa.


Saat keheningan menyelimuti keduanya, tiba tiba adzan magrib pun mulai berkumandang, Yusuf pun melajukan mobil dengan perlahan untuk mencari masjid atau mushalla terdekat.


Setelah melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah hampir kurang lebih sepuluh menit akhirnya Yusuf pun berhenti disebuah masjid yang ada dipinggir jalan raya.


"Sudah adzan, kita shalat magrib dulu ya, baru nanti aku antar kamu pulang. " ucap Yusuf menjelaskan kepada Nilam yang dibalas dengan anggukan dari Nilam.


Nilam dan Yusuf pun memasuki masjid dan kemudian melaksanakan shalat maghrib.


Setelah selesai shalat Yusuf jadi teringat akan Dinda


"kok tumben ya Dinda seharian ini tidak menghubungiku? " tanya Yusuf sambil melihat ponsel pintarnya itu.


Betapa kaget nya Yusuf saat tahu kalau ternyata hapenya dalam mode silent.


"Pantas dari tadi aku tidak dengar suara berdering, aku lupa kalo hapenya sudah aku silent" monolog Yusuf lagi.


Setelah mengganti mode hapenya, Yusuf pun langsung menghubungi sang istri.


Tanpa menunggu lama Dinda pun langsung mengangkat panggilan dari Yusuf.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum bidadariku "


"Waalaikumsalam mas"


"Lagi ngapain sayangnya mas"


"Baru selesai shalat mas, eh mas nelpon"


"mas juga lagi di masjid baru selesai shalat "


"ya udah kalo gitu mas tutup ya panggilan nya, mas mau meneruskan perjalanan"


"iya mas, hati hati ya"


"iya, assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


Yusuf pun mematikan teleponnya dan berdiri didepan masjid untuk menunggu Nilam.


Tak lama Nilam pun muncul dari dalam masjid.


"sudah? " tanya Yusuf kepada Nilam.


Yusuf pun berjalan menuju mobilnya yang diparkir di pelataran masjid.


Lalu Yusuf membukakan pintu untuk Nilam.


"Gimana kalau kita makan dulu, wajah mu tampak sangat pucat" ucap Yusuf dengan mata yang tetap fokus melihat ke depan.


Nilam pun memandangi wajah tampan milik Yusuf.


"kenapa dulu aku menyia nyiakan cinta dari nya , aku memang bodoh meninggalkan orang yang benar benar tulus dan memilih lelaki hidung belang itu,sedangkan sekarang dihatinya sudah ada Dinda " lirih Dinda dalam hati. Dengan pandangan yang tak beralih dari wajah tampan milik Yusuf.


Yusuf pun menghentikan laju mobilnya dan segera memarkirkan mobilnya dihalaman sebuah restoran bernuansa klasik itu.


"Kita makan disini aja ya Lam, disini soto kudus nya terkenal paling enak, kamu pasti ketagihan, soto kudus kan makanan favoritmu Lam" ucap Yusuf yang lagi lagi membuat dada Nilam berdenyut sakit.


Bagaimana tidak, pria yang pernah mati matian mencintainya itu masih ingat dengan makanan favorit Nilam.

__ADS_1


Ada rasa senang dan sedih bercampur di dada Nilam. Senang karena Yusuf masih ingat dengan makanan yang Nilam sukai , sedih karena Yusuf sekarang sudah memiliki pasangan hidup.


Yusuf sengaja mencari tempat yang memiliki view yang sangat indah.


Nilam pun menjadi takjub dengan suguhan yang Yusuf berikan. Seolah menambah kesan romantis antara keduanya.


"Gimana indah kan pemandangannya, ditambah lagi suasananya sangat sejuk , membuat kita jadi terlena,makanya aku bawa kamu kesini Lam." ucap Yusuf sambil memejamkan matanya dan menghirup dengan dalam udara yang masih sangat asri itu.


"Iya indah " balas Nilam singkat.


"pemilik restoran ini kebetulan klien aku Lam, baik dari property sampai meubel nya dari perusahaan ku Lam, Dinda sangat suka sekali jika aku ajak kesini. Tapi sebenarnya Dinda selalu senang kok jika aku membawanya kemanapun" ucap Yusuf yang tanpa Yusuf sadari telah mematahkan perasaan Nilam lagi, tapi Nilam sadar wanita yang wajib Yusuf puji hanyalah Dinda, istrinya.


Akhirnya makanan yang dipesan Yusuf pun tiba, dan semua makanan yang datang adalah makanan kesukaan Nilam. yang membuat Nilam shock, karena tak sedikit pun kenangan antara Nilam dan Yusuf pergi dari hati Yusuf. Bahkan sampai ke makanan kesukaan Nilam ,


"makasih ya Suf, kamu selalu baik sama aku, walaupun aku sudah pernah menyakiti kamu Suf" ucap Nilam sedikit terbawa perasaan.


"sudahlah Lam jangan diingat lagi kisah masa lalu , sekarang kita masing masing sudah punya kisah sendiri, biarlah kedekatan kita dulu kita jadikan kenangan terindah kita"


jawab Yusuf mencoba melupakan kejadian dulu saat Yusuf datang untuk menunjukkan kepada Nilam kalau dirinya sudah menjadi orang sukses namun sayang Yusuf harus menerima kenyataan kalau Nilam sudah menikah.


"Ayo dimakan Lam, nanti sotonya dingin" tawar Yusuf yang kemudian mulai memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Enak Suf, soto kudus nya juara" ucap Nilam spontan.


Yusuf pun tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Nilam.Kebahagiaan seperti masa masa dulu saat mereka masih sekolah. Yusuf dan Nilam saling menguatkan satu sama lain saat itu. Seberat apapun masalah mereka tapi tak pernah tersirat kesedihan di wajah keduanya, yang ada hanya ada tawa.


Yusuf rindu masa itu. Nilam nya telah kembali walau Yusuf dan Nilam sudah berbeda jalan kini.


Nilam tak berhenti berhenti tersenyum menikmati soto kudus nya. Yusuf pun menggeleng geleng kan kepalanya melihat tingkah Nilam. Ada debaran di jantung Yusuf saat melihat Nilam, saat ada disisi Nilam. Debaran yang sama saat Yusuf bersama Dinda. Semakin Yusuf menepisnya semakin kuat debaran itu. Logikanya berontak menolak perasan itu, tapi nuraninya meronta untuk menerima perasaan itu, yang seketika membuat Yusuf pusing.


Diambilnya ponsel canggihnya itu, kemudian dipandangi wajah cantik milik sang istri. Wajah yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang karena dibatasi oleh cadar. Betapa beruntungnya Yusuf wajah sang istri tak menjadi konsumsi publik.


"alhamdulillah" ucap Nilam menyudahi makannya.


"Gak nambah, Lam?? " tanya Yusuf. Nilam pun menggeleng .


...****************...


"Kamu gak mau cerita ke aku masalah kejadian tadi ke aku? tanya Yusuf kepada Nilam saat mereka sudah ada didalam mobil milik Yusuf.

__ADS_1


Nilam pun menatap wajah Yusuf.


" Mereka tadi...


__ADS_2