
Raka mencari keberadaan Tiara ke sekeliling klub malam itu. Dan Tiara tetap tidak ada, akhirnya Raka putuskan untuk ke toilet perempuan untuk mencari Tiara, tapi hasilnya nihil.
Raka pun mencoba menelpon Tiara, tapi hapenya tidak aktif.
Sampai akhirnya aku melihat suatu ruangan yan sepertinya itu adalah ruangan manager klub malam ini, pak Reymon.
"Coba aku tanya pak Reymon aja deh, " monolog Raka
Aku mengetuk pintu itu, tapi tak ada jawaban dari dalam. Dan akhirnya Raka membuka pintu ruangan itu yang kebetulan tidak dikunci. Raka masuk kedalam ruangan itu , tapi tampak sangat sepi dan tidak ada orang, akhirnya Raka putuskan untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Saat akan melangkahkan kaki keluar samar samar Raka mendengar ******* wanita dan pria saling bersahutan, suara itu nampak tidak jauh dari ruangan itu.Raka yang penasaran pun mencari sumber suara itu. Raka terus mendekati sumber suara itu, sampai akhirnya Raka mengetahui jika dalam ruangan pak Reymon ada bilik lagi.
Raka pun masuk kedalam bilik itu dan Raka terkejut dengan apa yang Raka lihat.
Tiara tengah bercinta dengan pak Reymon, lelaki yang lebih pantas menjadi kakeknya Tiara.
Raka sangat geram melihat itu semua, Tiara dan pak Reymon tidak menyadari kehadiran Raka.
"Tiaraaa biadab kalian !!! " bentak Raka yang membuat Tiara dan pak Reymon menghentikan aksi mereka.
Tiara pun tersentak dan kaget. Saat Raka ada ditengah tengah dirinya dan pak Reymon.
Wajah Tiara tampak sangat malu malam itu. Tapi tidak dengan pak Reymon yang nampak terlihat santai lalu mengambil boxer miliknya dan mengenakan kembali.
Tiara dengan cepat menutupi tubuh bugil miliknya dengan selimut dan mendekat kearah Raka.
"Aku bisa jelaskan sayang, ini gak seperti yang kamu lihat, " ucap Tiara mencoba merayu Raka kembali.
Raka yang sangat emosi tidak mau sedikit pun melirik kepada Tiara.
__ADS_1
Tanpa sepatah kata akhirnya Raka pun pergi meninggalkan Tiara. Karena Raka tahu jika Tiara adalah hal yang dapat membuat dirinya menjadi lemah.
"Raka tunggu, " ucap Tiara mencoba mengejar Raka. Tapi tangan Tiara sudah lebih dulu di pegang oleh pak Reymon.
"Ayo kita lanjutkan sesuatu yang belum selesai, " ucap pak Reymon menarik selimut yang dikenakan Tiara dan menarik tubuh sexy milik Tiara dalam pelukannya. Tiara pun tidak menolak ajakan pak Reymon. Dan tak terasa air matanya pun menetes.
...****************...
Raka menjadi kalut sekali atas kejadian itu. Raka tidak menyangka, wanita pujaan hatinya itu tega mengkhianati cintanya.
"Kenapa kamu khianati aku Ra, apa salah aku, Kamu tega Ra, Kamu tega... " jerit Raka sambil memukul mukul stir mobilnya .
Raka sangat terpukul malam itu, Raka hancur. Tiara kekasih hatinya yang sangat Raka cintai melebihi dari nyawa nya itu telah menyakitinya dengan berselingkuh dengan bosnya, yang bahkan lebih pantas jadi kakeknya.
Raka mengingat suatu kejanggalan saat Raka pernah memergoki Pak Reymon tengah memeluk Tiara.Dengan santainya Tiara mengelak jika pelukan itu adalah pelukan sayang pak Reymon kepada Tiara yang sudah dianggap pak Reymon seperti anaknya sendiri. Memang pak Reymon selalu loyal dengan Tiara bahkan kelewat loyal, seperti membelikan Tiara apartemen , mobil sport bahkan perhiasan mahal, yang Raka kira itu adalah rasa apresiasi dari bos ke karyawannya atau dari orang tua ke anak. Walaupun itu semua tidak dapat diterima dengan akal sehat.
Karena sering berdebat dengan sang ibu, Raka lebih memilih tinggal di apartemen milik Tiara.
"Ibu, maafin mas ya bu, yang gak pernah denger nasehat ibu, " lirih Raka yang tiba tiba teringat sang ibu.
Raka flashback ke enam bulan yang lalu saat dirinya masih tinggal di rumah orang tuanya.
"Mas kamu masih berhubungan dengan wanita bernama Tiara itu? " tanya ibu yang membuat Raka menghentikan acara makannya.
"Masih, " balas Raka singkat.
lalu mengambil hapenya.
__ADS_1
"Kamu gak bisa cari wanita yang lain toh mas, Tiara itu bukan wanita baik baik, " ucap sang ibu yang membuat Raka marah.
" Bu, Raka sudah besar, Raka tau mana yang baik dan yang buruk buat diri Raka, ibu gak perlu ikut campur masalah percintaan Raka, tugas ibu hanya mendoakan Raka saja, agar Raka cepat menikahi Tiara, " ucap Raka yang tidak terima saat sang ibu mengatakan bahwa kekasihnya disebut bukan wanita baik baik.
"Kalau pacarmu perempuan baik baik, ibu tidak akan pernah mau mencampuri kisah percintaanmu, ibu lebih ikhlas kamu menikah dengan seorang janda daripada kamu menikah dengan seorang gadis yang entah masih perawan atau tidak , " ucap ibu yang lagi lagi membuat aku tersulut emosi. Bagaimana aku tidak emosi, ibu hanya bisa berbicara sesuka hatinya saja, tanpa pernah tahu kenyataan yang sebenarnya. Memang benar apa yang ibu sangkakan,Tiara memang bukan gadis yang masih perawan . Tapi ibu tidak pernah tahu kalau yang merenggut kegadisan Tiara adalah Raka, anak tersayangnya.
Merasa terus di intimidasi oleh ibu akhirnya Raka pun pergi keluar dari rumah dengan membawa tas koper yang berisi pakaian milik Raka.
Melihat Raka yang membawa koper, sang ibu pun bertanya.
"Mau kemana kamu Mas? " tanya ibu yang mencoba menghentikan langkah Raka dengan cara menahan tangan Raka.
Raka yang masih sangat kesal dengan sang ibu pun tetap saja berlalu meninggalkan rumahnya, tanpa berpamitan kepada sang ibu.
"Jika kamu sudah menyadari kesalahanmu, kembalilah Mas, ibu selalu ada disini," ucap ibu sebelum Raka benar benar pergi.
Mengingat kejadian itu Raka lagi lagi mengalirkan air matanya.
Dengan bergegas di lajukan nya, mobil miliknya dengan kecepatan tinggi dan akhirnya tibalah Raka di kediaman sang ibu. Dengan langkah berat karena malu dan rasa bersalah karena telah meninggal kan wanita yang telah melahirkannya itu, Raka akhirnya masuk kedalam rumahnya. Yang kebetulan tidak dikunci, melihat tubuh tua yang dulu selalu menggendongnya sambil mencari nafkah dengan berjualan kue di pasar, tubuh Raka seperti tidak ada tenaga, Raka pun langsung bersujud dan langsung bersimpuh di kaki sang Ibu.
"Ibu maafkan anakmu yang bodoh ini ibu, Mas bodoh lebih memilih wanita ****** itu daripada Ibu,maafkan Mas ibu, " lirih Raka yang mencoba meminta maaf kepada ibunya.
Mendapati anaknya yang sudah kembali membuat sang ibu sangat bahagia dan memeluk dengan erat sang putra yang hampir enam bulan tidak pernah Raka temui.
"Kamu pulang Mas, Ibu tahu kamu pasti akan pulang," ucap sang ibu sambil memeluk Raka dengan erat .
"Mas pulang bu, anak nakal mu sudah pulang bu, maafkan Mas bu, maafkan Mas bu, " pinta Raka dalam pelukan tubuh sang ibu.
__ADS_1