
Hujan turun dengan sangat deras sore itu. Raka melajukan motornya dibawah tetesan hujan yang deras. Lima menit kemudian Raka dan Nilam sampai di depan rumah milik Raka.
Raka pun mempersilahkan Nilam masuk kerumahnya. Melihat Nilam yang sudah menggigil kedinginan, Raka pun berinisiatif merangkul pundak Nilam .
"Maaf ya mbak, bukan maksud saya mengambil kesempatan dalam kesempitan, " izin Raka kepada Nilam takut Nilam salah paham.
Nilam pun mengangguk lemah.
Saat tiba di depan pintu rumah ibunda dari Raka sudah menantikan kedatangan anaknya itu.
"Astagfirullah mas kenapa bisa basah kuyup begini, ya ampun teman kamu sampe pucat begini loh mas , ayo cepat masuk, " ucap Ibu Linda, ibu kandung dari Raka yang tak lain adik dari bapaknya Yusuf.
Raka dan Nilam pun bergegas masuk ke dalam rumah .
Ibu Linda membantu Nilam mengeringkan badannya Nilam.
Nilam pun merasa sungkan tapi Ibu Linda tetap memaksa.
"Sudah tidak usah malu, buka saja baju kamu ibu ada baju ganti kok buat kamu, " ucap Ibu Linda yang senang, karena mengira kalau Nilam adalah kekasih anaknya .
"Kamu bersih bersih dikamar mandi yang ada di lantai bawah, Raka sudah duluan mandi dikamar mandi yang ada di lantai atas, " ucap Ibu Linda sambil menunjukkan letak kamar mandi yang ada dibawah.
"Makasih banyak bu, " ucap Nilam merasa tidak enak atas kebaikan Ibu Linda.
Ibu Linda hanya senyum dan menangkup kedua pipi Nilam.
"Ya sudah ini baju ibu, bisa kamu pakai, insha allah ini cocok di kamu, ada pakaian dalam dan hijab juga, pakailah jangan malu malu, Ibu mau buat minuman hangat untuk kalian, " ucap ibu lalu bergegas ke arah dapur.
Nilam pun mengambil pakaian yang ibu Linda berikan dan segera menuju ke kamar mandi untuk bersih bersih.
Nilam lalu masuk ke dalam kamar mandi dan meletakkan pakaian ganti serta handuk di gantungan yang ada di belakang pintu. Nilam lalu membuka jilbab miliknya , saat akan membuka baju nya tiba- tiba Nilam pun berbalik kearah belakang dan betapa terkejutnya Dinda saat melihat ada Raka didalam kamar mandi juga. Raka hanya memakai handuk menutupi perut bagian bawah hingga ke dengkul.
Tampak tubuh Raka yang begitu kekar ditambah dengan perutnya yang sixpack. Ditambah aroma tubuh Raka yang harum.
"Kok pak Raka ada di sini juga? " tanya Nilam.
"Kamar mandi atas rusak, makanya saya mandi disini, saya kira mbak udah selesai mandi, makanya saya mandi disini, " ucap Raka menjelaskan kepada Nilam alasan Raka mandi dikamar mandi di lantai satu.
Nilam pun menutup kepalanya dengan handuk, karena terlanjur sudah melepas jilbabnya.
Raka pun tersenyum melihat tingkah panik Nilam.
"Ternyata kalau tanpa jilbab mbak Nilam jauh lebih cantik ya, pantas dulu mas Yusuf tergila gila, " monolog Raka dalam hati.
__ADS_1
Nilam yang melihat Raka tersenyum senyum sendiri pun mengusir Raka keluar.
"Keluar pak, saya mau mandi, " usir Nilam.
"Oke , saya keluar, mandi yang bersih ya mbak, kalo mau lebih bersih aku bisa kok bantuin mbak mandi, " usul nakal Raka yang kemudian mendapat cipratan air dari Nilam, akhirnya Raka pun keluar.
Raka tersenyum senyum sendiri melihat tingkah wajah Nilam yang malu malu serta menjadi merah karena melihat tubuh Raka yang telanjang dada.
Lalu Raka pun pergi ke kamarnya untuk mengenakan pakaian.
Nilam keluar dari kamar mandi , baju yang diberikan oleh ibu Linda sangat pas dikenakan Nilam. Nilam pun menuju dapur untuk membantu ibu Linda memasak.
" Wah, ternyata baju ini sangat cocok sama kamu, " ucap Ibu Linda senang melihat Nilam mengenakan baju miliknya.
"Makasih banyak bu, sudah merepotkan ibu, " ucap Nilam.
"Sudah jadi tugas Ibu sebagai calon ibu mertua kamu, " ucap ibu sambil menepuk pelan pundak Nilam.
Nilam pun kaget, ternyata perkiraan Ibu dari Raka itu salah, karena telah menyangka kalau dirinya adalah kekasih dari anaknya. Saat akan menjelaskan kepada Ibu Linda, kemudian Raka mencegahnya sambil menggelengkan kepalanya .
Nilam lalu menatap Raka. Raka kemudian menarik tangan Nilam dan membawa Nilam menjauh dari dapur.
"Kok pak Raka bawa aku kesini, aku mau jelaskan ke ibu pak Raka kalo ibu bapak salah paham, " ucap Nilam kemudian melangkahkan kakinya kembali ke dapur. Raka pun menarik kembali tangan Nilam.
"Biarkan ibu dengan kebahagiaan ini, " ucap Raka lalu melepas genggaman tangannya di tangan Nilam.
"Maksud Pak Raka apa? saya gak ngerti, " tanya Nilam bingung dengan perkataan Raka.
"Sepertinya ibu sangat menyukai mbak Nilam, biarkan ibu mengira mbak adalah pacar saya , saya mohon mbak, ini buat kebaikan ibu, " pinta Raka memohon kepada Nilam. Raka pun menceritakan kisah cinta nya bersama sang mantan pacar, Tiara dan betapa tidak sukanya sang ibu kepada Tiara.
"Baiklah pak jika kebohongan ini bisa membuat ibu pak Raka bahagia saya akan menuruti keinginan pak Raka, " jawab Nilam yang membuat Raka tersenyum bahagia dan karena terlalu kelewat bahagia Raka refleks memeluk Nilam.
"Maaf, kelepasan , saya terlalu bahagia, " ucap Raka.
Nilam pun tersenyum dengan sangat manis yang membuat pipi chubby milik Nilam tampak menggemaskan.
"Makasih, " ucap Raka kepada Nilam.
...****************...
Setelah pulang dari menghadiri pesta pernikahan Masayu, Yusuf dan Dinda pun bergegas untuk segera pulang karena hari sudah mulai malam. Biasanya akses dari rumah orang tua Dinda menuju rumahnya kurang bagus kalau dilewati saat malam hari , apalagi jika turun hujan, bisa bisa mobil milik Yusuf tidak bisa lewat.
Suara petir bersahut sahutan, membuat hati Dinda dan Yusuf gelisah, jika hujan turun bisa bisa mereka tidak bisa lewat.
__ADS_1
"Mudah mudahan hujan tidak turun ya mas, " doa Dinda mengobati kegundahannya.
"Aamiin.. " balas Yusuf sambil fokus menyetir.
Saat sampai di rumah orang tuanya , hujan turun dengan sangat deras.
"Hujan Din, " ucap Yusuf melihat keluar mobil.
"Iya mas, alhamdulillah, " balas Dinda.
Dinda pun keluar dari mobil dengan menggunakan payung dan bergegas membuka pintu mobil suaminya, untuk memayungi suaminya itu.
"Sepertinya memang kita lebih baik menginap disini saja ya din, " usul Yusuf kepada Dinda.
"Mungkin ini doa ibu mas, supaya kita bermalam di rumah ibu, " ucap Dinda yang membuat Yusuf tertawa.
"Kamu sih bandel, kan mas sudah bilang kalau lebih baik kita menginap saja di rumah ibu, " ucap Yusuf.
"Aku kan memikirkan Nilam mas, bukan tidak mau menginap di rumah ibu, " jawab Dinda yang sangat khawatir dengan Nilam jika mereka harus menginap. "Astaghfirullah Din, mas lupa nelpon Raka , tadi pagi mas minta tolong Raka untuk mengantarkan Nilam pulang , untung kamu ngingetin mas , " ucap Yusuf kemudian menghubungi Raka.
"Assalamualaikum Ka, kamu dimana? "
"Di rumah mas, kenapa mas? "
"Kamu tadi udah anyer Nilam ke rumah kan? "
"Belum mas, soalnya hujan, "
"Ya ampun Raka mas kan dah minta tolong sama kamu buat antar Nilam, sekarang Nilam dimana, mana hujan lagi, "
"Tenang mas, jangan emosi, mbak Nilam ada disini sama aku, "
"Sama kamu, kalian masih di kantor? "
"Gak mas, ini kami di rumah ibu, "
"Kok bisa, "
"Panjang ceritanya, "
"Ya sudah mas nitip Nilam ya, sepertinya malam ini mas dan mbak Dinda tidak bisa pulang karena disini hujan deras, awas kalau kamu menggoda Nilam, "
"Siap bos, "
__ADS_1
Kemudian panggilan telepon pun terputus.