Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Yusuf Kesal


__ADS_3

Yusuf memasuki salah satu proyek kerjasamanya dengan pak Indrawan. Hari ini Yusuf sudah ada jadwal untuk meeting dengan putri dari pak Indrawan , Shasa nama putri dari pak Indrawan selaku pemimpin di lapangan. Setelah menunggu hampir dua jam, yang ditunggu tidak juga datang.Yusuf yang sejak tadi telah sabar menunggu mulai merasa kesal dengan putri dari pak Indrawan itu.


"Raka coba Kamu telpon lagi orangnya, jadi gak Dia itu datang, kalau tidak jadi ya sudah kita kembali kekantor saja,masih banyak pekerjaan yang lain di kantor , " ucap Yusuf yang sudah mulai kesal karena sudah menunggu terlalu lama.


Mendapat perintah dari bos nya itu Raka lalu mencoba untuk menelpon putri dari Pak Indrawan yang bernama Shasa itu.


"Gak diangkat Bos , " ucap Raka setelah mencoba menghubungi ke nomor ponsel milik Shasa berkali kali.


"Buang buang waktu saja, ya sudahlah Ka, kita kembali ke kantor saja kalau begitu, " ucap Yusuf yang sudah sangat kesal menunggu kedatangan anak dari pak Indrawan yang bernama Shasa itu.


"Tapi bos.. , " ucap Raka mencoba menghalangi kepergian bosnya itu kembali kekantor karena orang yang mereka tunggu tunggu akhirnya datang juga.


Seorang wanita muda , datang menghampiri Yusuf dan Raka.


"Siang , perkenalkan saya Shasa, putri dari pak Indrawan, " ucap Sasha tanpa merasa bersalah.


Yusuf yang masih kesal dengan Sasha hanya mengangguk saja tanpa senyum, bayangkan Yusuf harus menunggu lebih dari dua jam hanya untuk bertemu dengan seorang gadis remaja labil seperti ini.


Raka terus memperhatikan gerak gerik Yusuf yang nampak tidak suka dengan Sasha.


Tapi Yusuf mau tidak mau tetap harus berkomunikasi dengan Sasha. Bagaimanapun Sasha adalah satu satunya ahli waris dari pak Indrawan yang kelak semua usaha milik pak Indrawan akan dipimpin oleh Sasha.


Secara fisik Sasha wanita yang sempurna, Sasha cantik dan berkulit putih ditambah postur tubuhnya yang sedikit berisi .


"Siang juga bu Sasha, perkenalkan Saya Raka Pramudya dan ini atasan Saya Bapak Muhammad Yusuf Ibrahim, " sapa Raka mencoba mencairkan suasana .


"Senang berkenalan dengan Anda, pak Muh--"


"Pak Yusuf, Anda bisa memanggilnya pak Yusup , " lanjut Raka memutus perkataan Sasha.


"Apa kabar pak Yusuf, bisa langsung kita mulai meeting kita hari ini, karena kebetulan saya tidak ada banyak waktu, " ucap Sasha yang membuat Yusuf semakin kesal.

__ADS_1


"Silahkan, " jawab Yusuf singkat sambil menunjuk tempat untuk mereka meeting.


Akhirnya meeting pun dimulai dan selesai dalam waktu satu jam.


"Meeting hari ini cukup sekian , saya harap kedepannya anda bisa lebih disiplin, jangan karena Anda putri dari pak Indrawan jadi Anda bisa berbuat sesukanya, profesionalisme Anda NOL, " ucap Yusuf lalu pergi meninggalkan Sasha dan asistennya begitu saja.


Raka pun meminta maaf atas sikap dari atasannya itu.


"Maafkan atas perkataan dari pak Yusuf ya bu, semoga bu Sasha bisa memakluminya, saya undur diri dulu bu, " ucap Raka berusaha meminta maaf kepada Sasha atas sikap atasannya itu.


Sasha hanya mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan permintaan maaf dari Raka.


Raka pun segera bergegas meninggalkan ruangan meeting itu untuk menuju ke dalam mobil milik Yusuf.


"Lama banget Kamu Raka ? " tanya Yusuf yang tidak menyadari kalau sang asisten nya itu lama karena meminta maaf dulu atas Yusuf.


"Maaf bos, " jawab Raka singkat.


"Lain kali kalau ada meeting dengan wanita itu, biarkan Dia saja yang menunggu jangan Kita," ucap Yusuf emosi jika mengingat Sasha.


...****************...


"Mau kemana lagi kamu Syah? "


tanya pak Indrawan kepada putri semata wayang nya itu, saat melihat Sasha sedang merapikan make up nya. Kemudian pak Indrawan duduk di sofa yang ada didalam kamar Sasha.


"Mau bertemu dengan klien pah, pak Tommy Angkasa pemilik Angkasa Group," jawab Sasha sambil tersenyum kearah pak Indrawan.


Pak Indrawan lalu bangkit dari duduk nya dan berdiri mendekati Sasha yang nampak cantik malam itu.


"Sekarang sudah malam Aisyah, sudah jam sembilan malam, apa tidak sebaiknya ditunda besok pagi saja pertemuannya dengan pak Tommy, " ucap pak Indrawan mencoba menasehati Sasha, khawatir karena hari sudah mulai malam, walaupun Sasha sekarang sudah bukan gadis polos seperti dulu lagi.Pak Indrawan menatap putrinya itu yang sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik, melihat Sasha sudah tumbuh dewasa , tiba tiba pak Indrawan merasa bersalah karena kesibukannya lah pak Indrawan tidak bisa mendidik anak gadisnya dengan baik. Walaupun ada istrinya di rumah tapi Sasha tidak mau menurut kepada sang mama , karena Sasha hanya mau mendengar perkataan dari pak Indrawan saja.

__ADS_1


Pak Indrawan menghela nafasnya dengan berat.


Melihat raut kesedihan di wajah sang papa Sasha menghentikan sejenak proses memoles dirinya.


"Sasha sudah besar Pa, Sasha bisa jaga diri kok, Papa tenang aja ya, " ucap Sasha yang lalu bangkit dari duduknya dan memeluk manja kepada sang papa.


"Maafkan papa ya nak karena mengejar harta dunia papa sampai tidak bisa mendidik mu dengan baik, "lirih pak Indrawan dalam hati sambil tetap memeluk putri kesayangannya itu dan membelai rambut sang putri .


Pak Indrawan pun melepas pelukannya dari tubuh sang putri, karena kalau dibiarkan berlama lama memeluk sang putri pak Indrawan takut meneteskan air matanya yang hampir menetes, pak Indrawan tidak ingin tampak lemah di depan sang putri.


"Ya sudah hati hati, apa perlu salah satu bodyguard Papa menemani Kamu? " usul pak Indrawan yang masih khawatir memikirkan putri nya itu.


"Papa..,Sasha bukan anak kecil lagi, Sasha sudah besar Pah, bahkan Shasa sudah mampu memimpin semua perusahaan yang Papa punya, Sasha harus profesional pah," balas Sasha yang sangat pede dengan Dirinya itu.


Pak Indrawan pun tersenyum mendengar ucapan dari sang putri.


"Oke Papa percaya, kalau begitu hati hati dan jika sudah selesai langsung cepat pulang ya, Papa akan menunggu sampai Kamu datang , " ucap pak Indrawan yang sebenarnya berat membiarkan anak gadisnya itu .


"Siap bos!! " ucap Sasha sambil mengacungkan kedua jari jempol tangannya.


"Sasha berangkat ya pa, " ucap Sasha tanpa mencium punggung tangan pak Indrawan terlebih dahulu.


"Hati-hati! " pesan pak Indrawan yang kemudian berlalu menuju kamarnya.


......................


Yusuf tampak terlihat tampan malam itu, walaupun tidak mengenakan pakaian formal tapi tidak mengurangi kharisma nya sama sekali. Malam ini Yusuf ada pertemuan dengan beberapa teman teman sma nya itu. Sebenarnya Yusuf malas untuk keluar tapi Yusuf tidak enak jika dibilang sombong oleh teman-temannya itu. Apalagi ada beberapa teman Yusuf adalah kolega bisnisnya.


Alhasil Yusuf pun terpaksa berangkat ke tempat reuni sma itu, yang di adakan disalah satu cafe sekaligus bar terkenal di kota tempat tinggal Yusuf.


Saat tiba diparkiran Yusuf tidak sengaja berpapasan dengan Sasha, yang kebetulan Sasha juga akan meeting dengan pak Tommy Angkasa di cafe itu.

__ADS_1


Sasha mencoba tersenyum manis kepada Yusuf tapi tidak dengan Yusuf yang malah melengos ketika melihat wajah cantik Sasha.


Mendapat perlakuan seperti itu dari Yusuf tidak membuat Sasha menjadi kesal melainkan membuat Sasha jadi tertawa melihat tingkah kekanak kanakan Yusuf.


__ADS_2