Aira

Aira
Episode 10


__ADS_3

"Ayo pergi bersama ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu" ujar Aldi di sela-sela makan siang .


" Bagaimana denganku ? Aku juga ingin ikut !" ujar Irwan yang suka sekali dengan jalan-jalan .


" mana bisa seperti itu ? Aku hanya mengajari lah " ucap Aldi .


"Memangnya mau pergi ke mana ? kelihatannya spesial sekali. ada yang kalian sembunyikan ya dari kami ." Raffi mulai curiga .


" tidak ada... Aku hanya ingin menunjukkan tempat yang pernah ku tunjukkan padamu Raffi ... kau tahu maksudku bukan ." ucap Aldi


"memangnya kita akan pergi ke mana?" Aira mulai angkat bicara .


" kau juga akan tahu nanti" ucap Aldi


" Hai Aira ... aku akan selalu mengaktifkan ponsel jika si Evil ini berani macam-macam denganmu telepon aku Segera ya " ujar Reza


"Hmm mulai lagi. benar-benar deh... dasar Ibu bertubuh lelaki." ledek samar .


" hahaha... " tawa Mereka pun pecah ketika Reza kembali bertingkah seolah dia adalah ibunya Aira . Bahkan mereka setuju jika Reza dipanggil ibu. sebutan itu memang sangat cocok untuk Reza .


di sisi lain Gita , mawar dan Victoria terus menguasai Aira selama seminggu ini . dia memang sengaja membiarkan Aira dengan kebahagiaan yang Aira dapatkan .Tapi. kita bisa pastikan jika kebahagiaan Aira akan direnggut dan yang tersisa hanyalah penderitaan.


' Kau boleh saja tertawa dengan mereka atau bahkanmenginjak-injak ku seperti kemarin saat ini . tapi , aku akan terus berusaha untuk mengambil apa yang seharusnya Jadi Milikku! terutama Aldi !' gumam Gita.


" Apa kau siap bermain dengan mainan baru kita nanti? lihatlah Bahkan dia tidak sadar jika sedari kemarin kita terus mengawasinya " ucap Victoria .


" kita memang membiarkannya bahagia hingga ia benar-benar merasa melayang tapi , kita juga akan membuatnya merasa sakit dengan penderitaan yang setimpal dengan apa yang ia lakukan !" senyum licik Gita pun muncul menghiasi wajah cantiknya.


" iya .. oke girls. Ayo kita pergi , Aku sudah muak berada di sini , Lihatlah! Iya bahkan bisa bercanda dengan Raffi dengan mudahnya , cih..." Saut mawar. Mereka pun lantas pergi dan mempersiapkan perangkap yang sudah disiapkan matang-matang untuk Aira. Aira bergegas pergi ketika dereng teleponnya berbunyi. ternyata kliennya sedang meminta Aira untuk menjadi sopir panggilan . tentu saja hatinya merasa senang dan segera pergi meninggalkan teman-temannya .


"Em... sepertinya aku tidak bisa ikut denganmu Al , Aku sedang ada hal penting dan buru-buru . bagaimana jika kabar-kabar saja kita melakukannya ?" Aira berharap Aldi mau mengerti .

__ADS_1


" apa ? Siapa yang berani berjanji denganmu hingga membuatmu membatalkannya" tanya Aldi yang merasa tidak terima.


" tidak... tidak ada . Em... pokoknya ini penting dan aku harus pergi sekarang juga " ujar Aira sembari berlari agar tidak mengecewakan kliennya.


" Kenapa dia ? apa ada yang tidak beres?"tanya Irwan .


" entahlah . Tapi , tanpa Mengapa aku mempunyai terasa buruk " Reza mengutarakan perasaannya .


" Astaga kalian itu terlalu berlebihan , bukan gairah adalah gadis yang kuat . lagi pula dia juga pandai dalam karate" Sahut samar.


" benar sekali . sifat keibuanmu mulai kambuh lagi sepertinya " Raffi pun juga ikut angkat bicara .


" apa ? tapi , kali ini sungguh aku benar-benar merasa aneh " Reza menyangkal.


" aku juga... Bagaimana jika kita ikuti saja " Rian pun berpendapat.


" lalu jika tidak terjadi sesuatu bagaimana ? akhirnya Pasti sangat kecewa jika kita membutuhkannya seperti Paparazzi ." ucap Raffi .


' apa masih ada yang disembunyikan Aira dairinya? kenapa Gadis itu selalu membuat penasaran ?' pikir Aldi .


" kurasa teman kita mulai menemukan Cintanya lagi..." ucap Irwan ketika Aldi telah pergi.


"Sepertinya begitu , aku juga merasakannya . kehadiran Aira membuat sifat aslinya perlahan kembali muncul " sahut Raffi.


" Apa maksud kalian?" tanya Reza yang mulai penasaran .


" Aldi , kurasa dia menyukai Aira." ujar Irwan


___


Aldi menelusuri trotoar dengan perasaan gusar . Entah kenapa saat ini ia juga setuju dengan apa yang diucapkan Reza tadi . hatinya semakin gusar ketika ia belum menemukan Aira .

__ADS_1


' bagaimana dia bisa pergi secepat ini? Apa dia punya teleportasi ? Ke mana dia pergi ? Padahal baru beberapa menit ia pergi ' pikir Aldi.


Aldi tiba di sebuah halte yang tidak jauh dari kampus . senyumnya pun mengembang ketika ia berhasil menemukan sosok yang ia cari saat ini .


' Nah itu dia , eh , tapi dia naik mobil siapa? dia mau pergi ke mana ?' pikiran Aldi pun mulai semakin tak karuan . saat Aira masuk ke mobil dan pergi antar ke mana .Tanpa disuruh pun , kakinya otomatis menginjak gas dan perlahan mengikuti Aira.


di sisi lain , gitar kedua temannya tertawa lepas setelah Mengetahui pekerjaan sampingan Aira dan berhasil mencobanya melalui pekerjaan tersebut .


" halo , Nona target sudah memasuki mobil dan sekarang akan dilakukan" ujar seseorang di seberang sana melalui ponselnya .


"Ah... ya Kerja bagus . jika semua berhasil maka aku akan memberikan kalian upaya yang lebih . ingat itu "


telepon pun terputus seketika tawa gembira mawar dan Victoria pun terdengar .


"Ah.. ternyata mudah sekali menjebak dia . apalagi sekarang kita tahu Apa pekerjaan menjadi sialan itu " ujar mawar .


" Iya tentu saja. aku sudah bilang bukan ? jika seonggok sampah sudah seharusnya dibuang, maka kita akan membuangnya ke tempat yang selayaknya." balas kita dengan senyum liciknya .


"Ayo kita pergi dari sekolah membosankan ini. Bagaimana jika kita pergi shopping untuk merayakannya "


" let's go !!" ujar Victoria semangat .


sementara itu Aldi masih terus mengikuti Aira sehingga dia tiba di suatu tempat . tempat yang sangat sepi dan cukup menyeramkan . terdapat banyak rumput liar dan ada satu rumah yang terkesan angker. sejenak Aldi Berpikir Dan berharap tidak ada sesuatu yang menimpa aira. Aira kini heran dengan kliennya yang terkesan rapi memakai jas hitam dan tak lupa kacamata hitam yang bertengger indah di hidungnya.


' Kenapa pria ini tidak pergi ke kantor atau ke tempat yang resmi seperti pakaiannya ? Kenapa di sini? ini kan rumah kosong yang kumuh. Lagi buat tempat ini jauh dari kota' batin akhirnya bingung . demi menghapus rasa penasaran yang semakin membesar Aira pun memberanikan dirinya untuk bertanya .


" Permisi tuan ... Apa benar ini tempat yang anda tuju?" pria itu tidak membalas pertanyaan Aira .


Ia hanya menyeringai dan seketika membuat Aira menjadi was-was , dengan segera Ira melepas sabuk pengamannya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu Akhirnya bisa segera pergi. benar saja duga aira , pria itu kini mengambil sapu tangan dan airnya berpikir yaitu adalah bius dan seseorang sekarang Tengah mempermainkan nya .


~ Bersambung

__ADS_1


Teruma kasih sudah mu membaca dan telah memberikan dukungan untuk karyanya Yeoja💜


__ADS_2