Aira

Aira
Episode 35


__ADS_3

Ardi Santoso sedang duduk di kursi meja kerjanya. Ia menghisap rokok dan duduk Mbak raja-raja dengan tegar dan raut wajah yang sangar semakin menguatkan dirinya bahwa ia adalah seorang penguasa dan tidak ada yang dapat mengganggunya.


Ia duduk menghadap langsung pada kaca besar di sampingnya tempat duduknya. Ruangannya sengaja ia desain sedemikian rupa agar ia dapat menyaksikan langsung padatnya kota ketika ia jenuh dengan pekerjaannya. Tidak lama Ia pun membalikan kursinya dan menatap tajam seseorang dihadapannya.


" Kamu kalah dengan bocah ingusan seperti Aldi ?" tanyanya tak percaya .


"Woah... Bagaimana bisa bocah ingusan seperti Aldi bisa mengalahkan kalian semua ? apa kalian supaya itu ? BRENGSEK KALIAN SEMUA!!!"Teriaknya tidak sabaran .


Orang dihadapannya pun hanya bisa terus berkata maaf dan menundukkan kepalanya karena takut .


" Baiklah , pergi ! Aku akan mencari jalan lain dan kali ini jangan ulangi kesalahan kalian lagi ! Atau Aku ..." kata Ardi Santoso menggantung dan seketika ruangannya menjadi berhawa seram .


" AKAN membunuh kalian semua !" ucapnya tegas dengan tatapan yang semakin menajam. Mendengar perintah tersebut , para pengawal itu langsung berbalik arah dan pergi meninggalkan ruangan Ardi Santoso yang mulai terisi oleh asap rokok .


'Tunggu saja tanggal mainnya ' batin Ardi Santoso

__ADS_1


___


Aldi memutuskan untuk pulang ke rumahnya . Ia meminta Irwan dan ayahnya untuk memantau Aira selagi ia sedang tidak berada di rumah sakit.


Aldi juga meminta beberapa temannya untuk membantunya dalam menyelesaikan masalahnya yang Kian panjang dan semakin rumit.


Seperti mencari benang dalam jerami, seperti itulah kondisi Aldi saat ini hingga membuatnya tertekan.


Aldi memasuki halaman rumah megahnya, memikirkan mobil mewahnya di garasi lalu segera turun dan memasuki rumah .


Siapa lagi kalau bukan ibunya , ibu yang selalu ia Panggil dengan sebutan nenek sihir dan semacamnya . Langkahnya berhenti tepat ketika ia mendengar suara sepatu yang bertumbukan dengan lantai .


Suara sepatu yang menekan lantai itu semakin jelas terdengar di telinganya. Membuat Aldi semakin tidak sabar untuk melihat orang yang memakai sepatu itu .


Suara itu semakin terdengar hingga seseorang dari atas tangga menampakan wajahnya . Wajahnya yang terlihat ramah dan penuh senyum tapi sebenarnya memiliki hati seorang iblis, menurut Aldi . Siapa lagi kalau bukan ibunya sendiri .

__ADS_1


" Astaga Aldi, kamu sudah pulang rupanya . Kenapa malam sekali? Apa kamu berkeliling dengan Gita ? Dia pulang dengan selamat kan ?" tanya ibunya lalu menghampiri anak semata wayangnya itu.


" Tidak , aku menurunkannya di pinggir jalan lalu meninggalkannya " Aldi membalasnya dengan enteng .


"APA? Apa yang kamu lakukan Hah ? kau! benar-benar !" bentak Ibu Aldi yang mulai naik pita.


" Bukan.... Bukan dirimu yang seharusnya marah tapi aku . Aku yang seharusnya marah , aku yang seharusnya membentak, bukan Dirimu ! Kenapa ? Karena kamu telah melakukan hal yang benar-benar fatal pada kekasihku , pada orang yang aku cintai ! Dan sekarang dia tengah terbaring lemah di kamar rumah sakit dan semua itu karena ULAHMU DAN WANITA ITU!!!"Aldi memberikan penekanan pada kata terakhirnya.


"Dan kamu tahu apa yang membuatku semakin kesal ? kau , Gita dan ayahnya tega melakukan ini padaku ! Kenapa bukan aku yang kau siksa ? Kenapa dia? Apa salahnya ? Dia tidak melakukan apapun ! Tangan kotor kalian tidak berhak menyentuh sesenti pun tubuh gadisku ! Aku benar-benar tidak akan memaafkan siapapun yang telah berbuat sedekah itu pada Aira ! aku tidak peduli meskipun kau adalah Ibuku sendiri ! Ibu macam apa yang membiarkan anaknya terluka ? Membiarkanku menderita? kalian benar-benar .. ARRGGGHHHH..." lanjut Aldi yang semakin menjadi-jadi .


Ibu Aldi tiba-tiba membulatkan matanya tidak percaya . Ia bahkan terlihat seperti tidak tahu apa-apa.


" Al..." ucap Ibu Aldi berhenti begitu saja ketika ponsel berdering. Tanpa melihat siapa orang yang menelpon Aldi segera menangkapnya . Ia bersikap seperti ini agar dapat mengalihkan emosinya . Meskipun saat ini ia begitu kesal. Tapi ia tetap sadar ibunya akan tetap menjadi ibunya meskipun ibunya berubah menjadi monster sekalipun.


" Halo..."

__ADS_1


___


__ADS_2