
" Iya ini aku, Emangnya siapa lagi? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menungguku saat kau pulang kerja? Ayo cepat masuk , udara di luar cukup dingin" kata Aldi dan membukakan pintu mobil untuk aira.
"A...Apa? Kenapa kau selalu memaksaku? aku kan tidak berkata iya tadi " ucap Aira . habis dan terus mendorong Aira hingga masuk ke dalam mobil dan segera menancapkan gas untuk menghantar airnya pulang .
Sepi , itulah yang saat ini dirasakan satu sama lain karena tidak ada yang mau angkat bicara . Aldi Terus fokus menyetir sedangkan Aira Tengah sibuk dengan pikirannya. sejenak ia menatap Aldi dan membuat Aldi sedikit merasa risih.
" Kenapa ?" suara Aldi membuat Aira gelagapan.
"Ah... Tidak.. em Kenapa kau mau mengantarku ? ah maksudku Kenapa kau begitu baik kepadaku?"
Tanya Aira untuk menghilangkan rasa penasaran dalam hatinya.
"Aku juga tidak tahu kenapa aku melakukan semua ini, kenapa?" ucap Aldi datar .
"Mmm... terima kasih . Aldi, aku pernah berpikir bahwa kau akan menindas orang yang miskin ataupun lemah .. suka membully dan semacamnya. meskipun pada kenyataannya kau memang sedikit ya sedikit emm... mesum karena suka bermain dengan para gadis." ujar Aira .
" tapi ... aku tahu sebenarnya kau itu bukan seperti itu. bahkan kau juga tidak ingin melakukan seperti itu , kau hanya merasa kesepian dan membutuhkan teman yang mau mengerti dirimu .. apa aku benar ?" Aira menatap Aldi lembut .
" dari mana kau bisa berkata begitu denganku ?Apa kau peramal ?" ujar Aldi dingin .
" entahlah .... tapi aku bisa melihatnya hanya dengan wajahmu. semua yang kau lakukan padaku pun juga terlihat jelas bahwa kau membutuhkan seorang teman yang benar-benar mau mengerti dirimu . teman segenk mu mungkin tak bisa mengertimu . jika bisa, itupun hanya beberapa. dan kurasa kau ingin berteman denganku , Aku tak masalah jika berteman denganmu Aldi "ucap Aira tanpa melepaskan pandangannya dari Aldi.
DEG!
kata-kata Ira memang tepat sasaran. kata-kata Ira pun dapat membungkam mulut Aldi. semua yang dikatakan Aira memang ada benarnya , Apalagi setelah kehilangan dua orang yang selalu ada di hatinya. pertama , Ibu Aldi dan kedua mantan kekasih Aldi, mawar . ketika Ali kehilangan dua wanita yang selalu mengisi hatinya . ia merasa sepi dan tidak ada gunanya lagi untuk hidup terlebih ayahnya lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan dengan dirinya.
ia berubah menjadi nakal , suka sekali hura-hura dan pulang selalu larut malam . dia juga tidak peduli dengan orang di sekitarnya .
tapi , anehnya ketika ia bertemu dan menyelamatkan Aira dari pria yang hampir memperkosa Aira, ia menjadi penasaran dengan gadis ini. Iya bahkan merasa nyaman dengan gadis ini, meskipun terkadang Aira sangat menyebalkan.
__ADS_1
" keluarlah !" ucap Aldi
" iya ... terima kasih teman baruku ." ujar Aira dari balik kaca . Aldi tidak membalasnya dan segera pergi setelah mengantar Aira.
keesokan harinya Aira bertemu dengan Ryan teman barunya sekaligus teman segenk Aldi. mereka saling sapa dan bahkan mengajak Reza dan Aira untuk makan siang bersama di kantin .
sejujurnya Reza sedikit tidak suka dengan Rian terlebih tentang gosip gosip aneh yang membuatnya tak tenang . tapi, perlahan-lahan hatinya dapat luluh Karena airnya dapat menenangkan Reza dan memasti kan bahwa Rian atau siapapun itu tidak akan berani berbuat macam-macam padanya . tak lama , teman Rian pun datang dan mulai berkenalan dengan Aira serta Reza .
" apa ? bukankah kau yang ditabrak arti tempo hari lalu ?" tanya seorang lelaki dengan tubuh seksinya .
"Tentu, dia cantik bukan ? dia Humaira dan ini sahabatnya Reza! mereka ini berteman bukan berpacaran " ujar Reza.
" cantik, secantik namamu. Baiklah perkenalkan aku Irwan . sedangkan orang berwajah seperti ikan lele ini adalah Raffi , kalau dia panggil aja samar . Dan yang terakhir si Evil Ini panggil saja Aldi itu pasti sudah mengenalnya bukan." Ujar Irwan memperkenalkan semua anggota gengnya .
" Oh iya aku sudah tahu tentang kalian . bahkan foto dan info Kalian sering terpampang di mading . aku juga sudah mengenal Aldi." ujar Aira.
"Ah... aku ingat sekarang. bukankah kau semalam bersama dengan Aldi ? Iya aku ingat itu pasti dirimu! iya kan?" tanya Irwan memastikan .
" Benarkah? kau pergi ke klub ? Kenapa kau pergi ke sana? bukankah kau tidak kuat jika meminum minuman yang beralkohol? Apa kau gila Aira ?" ujar Reza yang sangat kaget setengah mati mendengarnya .
" kau sahabatnya bahkan kau tidak tahu ?" sahut Aldi kemudian .
" apa ? apa yang kau lakukan dengan Aira? Aira dilarang untuk meminum minuman itu . tapi kenapa kau?" Reza mulai geram .
"Aish... Benarkah! Reza Aku tidak suka dengan sifat protektif mu itu . Tenanglah biar aku jelaskan ! aku semalam gak club kamu membagikan karena tidak sengaja bertemu Aldi . dia mah berat ja .... jadi aku membawanya untuk pulang." ujar Aira berbohong .
" apa ? Aldi mabuk berat ? Bagaimana bisa ? Bukankah ..." Aira segera menginjak kaki Rian agar dia tidak terlalu banyak bicara.
"kenapa ?kau terlihat kesakitan ?" Reza merasakan halane dan merasa ada yang disembunyikan oleh Aira dan teman barunya ini mengetahui kode yang diberi oleh air akhirnya Ryan pun memutuskan untuk bungkam .
__ADS_1
" lidahku ... lidahku sakit.. karena kegigit " ujar Rian.
" Jadi bagaimana ceritanya ? Bukankah semalam kulihat Aldi masih baik-baik saja ?" Irwan mulai penasaran.
"ah... sebenarnya itu Aldi tidak dalam keadaan baik . jadi aku membawanya pergi . bukankah begitu Aldi ? " tanya Aira Dan berharap ia mengiyakan semua yang dikatakan olehnya . Aldi tahu ada yang sedang ditutupi Aira dari Reza , jadi dia memilih untuk Mengikuti alur permainan gadis itu .
" iya ... aku berterima kasih padamu Aira. karena kau sudah mau mengantarku pulang " Aira menganga tak percaya bahwa kode yang ia sampaikan kepada Aldi berhasil dan Aldi justru menolongnya.
" lagi pula jika aku minum , pasti saat ini aku tidak masuk kuliah karena sakit " tambah Aira .
" sudah jelaskan Reza? sebaiknya Kau tidak perlu khawatir dengan Aira. dia tidak sendirian lagi sekarang . sekarang kami juga merupakan teman Aira bukan buka begitu?" sahut Raffi .
" tentu saja!" Seru Ryan
" terima kasih, dengan adanya kalian aku jadi Merasa punya pengawal di sini." Canda Aira .
"Ah, begitu rupanya . Maaf sudah berburuk sangka padamu " Reza menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal.
" Maaf Aira ... aku benar-benar terlalu protektif padamu."
"Iya... kau bahkan bisa disebut sebagai Ibu Aira yang sangat protektif pada anaknya ." Sindir samar disertai tawa yang lain .
"Aish, lihat kau membuat Reza salah tingkah " ujar Aira dan tentu saja membuat semua semakin tertawa lebar kecuali satu orang yaitu Aldi. ' Apanya yang lucu ? aku semakin penasaran saja dengan semua yang sedang dirahasiakan oleh aira. kau membuatku semakin penasaran saja.' pikir Aldi .
lambat lawan Reza mulai percaya pada teman Aira Bahkan ia yakin jika Aira benar-benar tidak sendiri sekarang. dia juga merasa senang karena tidak perlu khawatir dengan garis polos seperti Aira karena masih ada Irwan , Raffi , samar, Ryan dan tentu saja dirinya sendiri yang menjaga Aira . sudah terhitung seminggu semenjak pertemanan mereka dimulai. bahkan Aldi dan Aira pun terlihat semakin dekat . sebenarnya Reza masih tidak bisa menerima jika Aldi menjadi semakin dekat dengan air tapi , melihat senyum Aira yang terlihat begitu lepas ia mulai sadar bahwa tidak seharusnya ia menghancurkan kebahagiaan air saat ini.
" Ayo pergi bersama ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu" ujar Aldi di sela-sela makan siangnya.
~ Bersambung
__ADS_1