Aira

Aira
Episode 18


__ADS_3

You know I never ever believed in love


I believed one day that you would come along, whoa


And free me


You make my heart feel like it's summer


When the rain is pouring down


You make my whole world feel so right when it's wrong


That's how I know you are the one


That's why I know you are the one


That's why I know you are the one


That's how I know you are the one


Aldi menyanyikan sebuah lagu dengan segenap hati. Tak ada paksaan, semuanya ya curahkan pada setiap bait lagu yang ia nyanyikan . Ia menyanyikannya dengan tulus dan bersungguh-sungguh .


Aira merasa sangat senang dengan lagu yang Aldi nyanyikan. Entah itu lagu untuknya atau bukan yang ia rasakan saat ini adalah ia merasa benar-benar bahagia .


Akhirnya terus memperhatikan Aldi , tak terasa cairan bening itu keluar begitu saja dari mata Aira. Iya benar-benar merasa terharu dengan nyanyian Aldi , begitu indah .


Ketika Aldi menyelesaikan lagunya , ia segera menghampiri Aira . Saat mengetahui Aldi berjalan menuju dirinya , Aira segera menghapus jejak air mata agar Aldi tidak curiga .


Aira berdiri memberi tepuk tangan kepada Aldi sembari tersenyum .

__ADS_1


"Dow kau sangat luar biasa! " Puji Aira . Aldi tidak membalas ucapan Aira. Aldi terus menatap Aira dengan intens .


" Kenapa ? Apa ada yang salah?" tanya Aira


" Tidak.. Kau begitu cantik malam ini "


Deg!


Detak jantung Aira pun semakin berpacu cepat . Akhirnya ingin memastikan ucapan Aldi , namun , hasilnya nihil. Iya tidak menemukan kebohongan apapun dari raut wajah Aldi .


Aldi menjatuhkan dirinya berlutut di hadapan Aira , Aira terdiam. Aira masih belum mengerti apa maksud Aldi . Aldi kemudian mengambil sebuah buket bunga dan mengulurkannya kepada Aira.


' Tunggu ... Kalau di drama adegan seperti ini laki-laki akan mengutarakan cintanya pada si wanita ? itu tidak mungkin . Mana Mungkin Nanti akan melakukan hal itu , Atau mungkin saja lebih sedang mempermainkanmu Aira jangan percaya!' batin Aira


" Aira ... Aku mau jujur satu hal padamu "


" apa ? Apa maksudnya ini?... K.. Kau?" Aira tidak bisa mempercayai semua ini , pikirannya tiba-tiba saja buntu . Perasaan gugup berpadu dengan senang dengan membaluti hatinya .


" Awalnya , aku merasakan aneh jika aku berada di dekatmu. Seperti ada sengatan listrik yang menjalani tubuhku . Aku merasa bahwa diriku aneh. Tapi , lama-kelamaan aku sadar bahwa perasaan ini memang untukmu . Saat kau berada di sisiku aku merasakan ada ribuan kupu-kupu berterbangan di perutku. menggelitikku dan membuatku tersenyum bahagia. ketika kau berada jauh dariku , rasa khawatir dan gelisah datang menyerangku. ada memang tapi inilah yang kurasakan ."Aldi menatap Aira dengan penuh damba .


Dunia serasa berhenti berputar , Aira tidak percaya bahwa Aldi akan mengucapkan sesuatu yang jelas-jelas hanya ada di dalam imajinasinya Semata . Akhirnya terus menatap Aldi mencari kebohongan di dalam mata pria itu . Namun , yang ia temukan justru sebaliknya . Ia menemukan raut kesungguhan dalam wajah Aldi , tidak ada paksaan atau beban dalam wajah lebih . Iya bahkan menemukan ketulusan Aldi .


"K... Kau? Apa yang baru saja kau katakan ?" tanya Aira


" Aku mengatakan apa yang aku rasakan saat ini Aira . Jadi Bisakah kau menerima hatiku ini? Kau akan menyiksaku jika kau tidak menerimanya" ancam Aldi .


" Apa ? Cih... Pemaksaan ini namanya, apa apakah begini caramu mengutarakan perasaanmu kepada seorang gadis ? Tc.." bibir Aira .


" Ayo bangunlah.." Aira membantu Aldi untuk kembali berdiri .

__ADS_1


" Jadi bagaimana ?"


" Maaf Aldi..." ekspresi Aira berubah, Aldi menatap raut wajah Aira dengan tetapan tidak percaya .


'Apa dia akan menolakku ? Berani sekali dia, cih' batin Aldi .


"Maaf Al..." ucap Aira sekali lagi. Aldi tetap diam dengan wajah cemas. Berharap agar apa yang Aira katakan tidak akan menyiksa batinya. Air yang melihat ekspresi Aldi sempat merasa iba. Namun, Aira tetap teguh pada pendiriannya.


' Lihatlah ekspresi konyolmuitu! Hahaha ... Kau bahkan mudah sekali untuk dijebak ' batin Aira senang.


" Apa? Cepat Katakanlah ! Apa kau benar-benar tidak mau?" nada Aldi menjadi sangat cemas dan takut .


" Iya ... Maaf Al .. Aku tidak bisa" Aira memasang wajah sedihnya.


" Aku tidak bisa ... Aku sungguh-sungguh tidak bisa menolakmu !" selanjutnya disertai dengan senyum manisnya .


" Apa ? jadi , dari tadi kau sedang mempermainkanku ?" Aldi membulatkan matanya tak percaya .


"Kau benar-benar. Tapi kau bener-bener mau jadi milikku kan ? Kau tidak bercanda kan ?" tanya Aldi menyakinkan .


" Aldi Prasetya , Aku milikmu... Dan apa kau tahu ? Aku sangat puas sekali sudah mempermainkanmu dan melihatmu dengan ekspresi sedih dan konyol itu hahaha... Aku tidak habis pikir jika Evil sepertimu juga bisa terlihat bodoh !upss"


Aldi menatap Aira tajam, Aira menghentikan tawanya. " Oh jadi begitu rupanya, baiklah... Kurasa kau perlu diberi pelajaran agar tidak macam-macam lagi dengan Ku Aira." Aldi mengeluarkan Evil smirk-nya Aira merasakan adanya ancaman yang datang dari Aldi. seketika ia mundur beberapa langkah dari Aldi dan baru tiga langkah ia berjalan ternyata tubuhnya mentok di meja makan .


"A... apa .. Apa yang ingin kau lakukan ? Apa kau mau mati ?" Arah sekuat tenaga menahan rasa gugupnya . sungguh Ia tidak menyangka bahwa Aldi akan seliar ini. jarak mereka begitu dekat , pikiran Aira sudah tidak tahu harus berbuat apa. Aldi terus saja memandanginya lekat. Sesaat napas Aira tertahan. Aldi menyeringai , bibirnya pun perlahan mendekati bibir aira.


Aira menutup mata pasrah dambil merasakan degup jantungnya yang sedang berpacuh.


'Ya Tuhan selamatkan aku! Apa dia akan menciumku sekarang? Bagaimana ini...' batin aira berteriak.

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2