Aira

Aira
Episode 12


__ADS_3

"Baiklah, aku akan menceritaknnya pada kalian..." lirih Aldi.


Aldi telah menyelesaikan dan menjelaskan semua yang terjadi hari ini padanya. Iya juga mengaku Jika ia menyesal karena sedikit terlambat ketika menyelamatkan Aira. Sorot mata Aldi pun terlihat jelas bahwa ia benar-benar khawatir dan menyesal.


" lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa Haruskah kita membalas semua yang diperlakukan oleh orang itu pada Aira?" Ujar Rian bersemangat.


" tapi, kau tidak menyembunyikan apapun dari kami kan?" Tanya Reza pada Aldi.


" apa? Apa-apaan kau ini! Menuduh pemain yang enggak-enggak. Apa kau tidak yakin padaku?" Tanya tanya Aldi yang mulai kesal.


" bukan begitu, tanya saja aku masih ragu" jawab Reza.


" Sudahlah Percaya saja padanya, lebih baik kita tanyakan saja langsung pada Aira nanti Saat dia sudah sadar" ujar samar.


" aku dan Raffi akan mencari makanan untuk kita makan di sini, Kalian pasti belum pada makan kan? Apa ada yang mau ikut dengan kami?" Lanjutnya.


"Ah.. Aku. Aku akan mencari makanan spesial juga buat Aira ketika ia sudah sadar nanti" jawab Ryan.


" lalu kalian berdua bagaimana?"


" aku akan di sini menunggu hingga akhirnya sadar" balas Aldi.


" tapi, Bisakah aku menitipkan air Apakah kalian? Aku masih ada urusan sedikit yang belum Aku selesaikan" tutur Reza.


" baiklah, ayo... Hey Evil! Jaga dia baik-baik dan jangan kau apa-apakan mengerti!" Raffi dan yang lain nya memasang tampang mengancam.


" Iya iya aku mengerti... sudah sana Pergilah" ucap Aldi dingin. Waktu berlalu begitu cepat hingga tak terasa malam telah menghampiri. Raffi, Samar, dan Irwan memutuskan untuk kembali karena ada suatu keperluan yang mendesak.


" Kami pergi dulu ya? Hai kau! Ryan dan evil! Tolong kalian jaga dia baik-baik. Besok aku kan menggantikan kalian." Kata Irwan.

__ADS_1


" terserah saja. Aku menunggunya setiap hari juga tidak masalah." Jawab Aldi enteng


"Ah... ini sudah malam kalian jangan bertengkar, Ayo kita pergi." Ujar Raffi. Semuanya sudah pulang, gambar tempat Aira dirawat pun semakin sepi. Rian dan Aldi bahkan tidak bicara apapun, semuanya seakan bisu dan mereka malah asyik melamun dengan pikiran masing-masing.


" Apa kau tidak merasa aneh dengan Aira?" Rian mencoba memecahkan keheningan.


" Apanya yang aneh?" Tanya Aldi balik.


" Bukankah Kejadian ini sama seperti kejadian beberapa hari yang lalu? bukan Kaira juga hampir celaka waktu itu ?" Rian mencoba menjelaskan .


" apa yang sebenarnya yang ingin kau bicarakan ? Aku tidak mengerti dengan cara pikiranmu ?" Aldi mengernyitkan dahinya.


"Ah... bodoh! kau seharusnya mengerti . jadi begini , semenjak menjadi teman kita , dia selalu saja tertimpa masalah "


" setiap orang juga pasti punya masalah ! Dasar bodoh !"


" bukan itu ! Jangan memutus pembicaraanku! maksudku , ini bukan masalah biasa. Apa kau tidak merasa ada yang aneh ?! Aira setelah berteman dengan kita dia selalu mendapatkan masalah yang membuatnya celaka. beberapa hari yang lalu, ada seseorang yang sengaja menjatuhkan pot di atap dan hampir mengenai kepala Aira . Untung saja saat itu gerakanmu cepat . lalu , berikutnya ada yang memberinya surat kaleng aneh yang berisikan ancaman. lalu , dia juga hampir terserempet motor. Pada saat itu jalanan cukup lebar dan tidak macet. sekarang ada yang memberinya bius , Apa kau tidak merasa ada hal yang aneh ?" Oh tak Aldi mulai bekerja dan mencerna semua kata-kata Rian . Aldi akhirnya juga merasakan hal yang sama Ia juga merasa bahwa airnya berada di zona tidak aman semenjak berteman dengan Aldi dan yang lainnya .


" siapapun dalam dari semua ini? jika aku bertemu dengannya akan kuhajar dia berani sekali dia dengan aira !"


" Benarkah! dia memang perlu dihajar . tapi ... Apa mungkin kita dan temannya yang melakukannya ?" Aldi mulai berpendapat.


"apa ? tidak mungkin Aldi ! Gita berasal dari keluarga yang sangat disegani dan sangat berpendidikan. jangan kau bicara seperti itu pada tunanganmu !" Rian merasa tidak terima .


" kau bahkan tidak terlalu mengenalnya . Jadi bagaimana bisa kau menyimpulkan hal seperti itu? Dia juga bukan tunanganku !"


"Ah.. aku tahu, Tapi sebaiknya kau Jangan berpikir negatif dulu jika belum mengetahui kebenarannya " ucap Ryan .


" baiklah , aku akan menemukan dalang dari semua ini " ucap Aldi dengan penuh keyakinan .

__ADS_1


Rian dan Aldi sangat kelelahan dengan segala kejadian yang mendadak ini. sehingga , Rian memilih tidur di sofa . sedangkan Aldi , dia tidur di samping Aira. bahkan, tangan Mereka pun terkait sempurna. meskipun begitu , kecemasan masih menyelimuti hati Aldi dan membuatnya tidak tenang . beberapa menit kemudian , sebuah keajaiban terjadi . tangan airnya perlahan bergerak dan kelopak mata indah milik Aira perlahan terbuka .


akhirnya masih belum bisa melihat sesuatu di sekitarnya dengan jelas. Ia pun berusaha mengganti mengedipkan matanya dan berharap penglihatannya kembali normal . setelah , usahanya membuahkan hasil . ia menyadari bahwa seseorang Tengah menggenggam tangannya erat seakan tidak mau kehilangan dirinya . ia melihat sosok Aldi Tengah tertidur pulas dan menggenggam tangannya . senyum pun mengembang di wajah cantik Aira Entah kenapa ia merasa sangat bahagia dengan perlakuan yang diberikan oleh Aldi.


' dia sepertinya sangat kelelahan ' gumam Aira .


ketika pandangannya beralih , ia melihat Rian juga sedang tertidur pulas di sofa.


"Ah.. aku haus" ucapnya. dengan hati-hati Ia pun segera melepaskan genggaman tangan Aldi . dalam hati , Aira tidak ingin melepaskan genggamannya namun Ia tetap harus melepaskannya demi menghilangkan rasa hausnya .


ketika Ira berusaha melepaskan tangan Aldi tiba-tiba bangun dan tidak melepaskan tangan Aira . tentu saja hal tersebut membuat Aira kaget sekaligus bahagia .


" Apa yang kau lakukan? Kenapa bangun dan tidak membangunkanku? Apa kau tidak menganggapku ada di sini ?" Ucap Aldi sambil menatap Aira lekat. Aira pun kembali menjadi gelagapan dan tidak tahu harus berkata apa karena mata indah Aldi berhasil menghipnotisnya.


"Em... itu ... Aku tidak mau merepotkanmu dan Rian . aku melihat kau sungguh kelelahan jadi aku tidak tega jika harus membangunkanmu" ucap Aira gugup.


"Apa? kau seharusnya memberitahuku Apa kau tahu kalau Aku begitu sangat mengkhawatirkanmu apalagi saat kau pingsan seperti kemarin ?" Aldi terlihat kesal .


" maaf . Aku tidak akan merepotkanmu lagi . dan terima kasih sudah mau menolongku " ujar Aira lirih.


" lalu sekarang bagaimana? Apa masih sakit ? Aku mau apa ? apa aku mau makan ?" sikap Aldi seketika berubah menjadi sangat perhatian, tentu saja ia perhatian. karena saat ini ia sangat khawatir sekaligus lega karena Aira ternyata baik-baik saja .


" aku tidak apa-apa , aku hanya ingin minum makanya aku ingin melepaskan genggamanmu . setelah itu aku akan kembali tidur karena aku tidak mau jika aku mengganggu tidurmu."


"Ah... baiklah . aku akan mengambilkannya untukmu.. ini .. setelah minum ini kau akan kembali tidur ya ? kau tahu kan jika kau itu sangat membutuhkan istirahat agar cepat keluar dari rumah sakit ini " Aldi mengelus Puncak kepala Aira dan membuat semburat merah di pipi Aira.


"Kyaa... Aku bukan anak kecil lagi ya ,,,"


" Sudahlah , cepat minum dan kembali tidur Aku akan menunggumu hingga terlelap ."

__ADS_1


"Aish... baiklah baiklah ." Aldi dan Aira sudah kembali pada alam mimpinya masing-masing . dengan posisi yang tidak berubah .Aldi tetap setia mengaitkan jari-jarinya dengan indah pada jari aira. Entah kenapa ketika Aldi memegang alat gadis ini , ia seakan memiliki dunianya sendiri . Ia juga merasa sangat bahagia . dan Entah kenapa hati Aldi mulai terusik dan merasakan Getaran yang aneh .


~ Bersambung


__ADS_2