Aira

Aira
Episode 36


__ADS_3

Aldi berlarian di koridor rumah sakit dan bergegas menuju kamar tempat rawat Aira. Irwan yang menelponnya tadi, berkata bahwa ada seseorang yang datang di tempat Aira lalu meletakkan sebuah amplop coklat besar di meja samping Aira . Dan khawatir apabila Sesuatu akan terjadi pada Aira lagi .


"Al, orang itu yang memberikan ini , kurasa ini hal yang sangat penting " tutur Irwan .


"Siapa yang memberikan ini ?" tanya Aldi yang tidak sabar.


" Maaf , aku tidak tahu . Tadi aku pergi ke kamar kecil sebentar . ah tunggu ! Di sini ada CCTV jadi kita bisa mengeceknya nanti" tanpa membalas ucapan Raffi , Aldi segera membuka amplop itu . Mereka tercengang ketika mendapati sebuah alat perekam . Selain itu terdapat foto-foto dan juga , Sepucuk Surat yang berisi ...


Aira , atau siapapun yang membaca ini, tolong maafkan aku . Aku bersalah dan rasa bersalahku terus menghantuiku selama 2 tahun belakangan ini . Maafkan aku telah berdusta padamu dan pada polisi tentang kesaksianku . Aku terima Jika kamu marah, Aku tahu Jika aku bersalah. Jadi , aku pantas mendapatkan hukuman jeruji besi atau apapun itu mungkin akan lebih baik daripada penyesalan seumur hidupku ini. aku juga memberimu beberapa bukti tentang kejahatan Ardi Santoso selama ini . Aku mengambil ini secara diam-diam , maafkan aku karena ketika kamu diculik aku tetap diam , semoga kamu cepat sembuh , sekali lagi maafkan aku.


-_Beni_-

__ADS_1


Tanpa babibubebo, Aldi segera mengeluarkan semua isi amplop itu, Irwan dan Aldi awalnya ragu tapi ketika ia menumpahkan semua isi dalam amplop itu.


Mereka sangat terkejut terdapat beberapa foto yang memperlihatkan bahwa Aira tengah disekap dan disiksa .Lalu ada juga sebuah recorder , mereka benar-benar tidak mengira akan ada seseorang yang menolongnya seperti ini .


"Woah! Dengan begini kurasa kita akan mudah untuk menangkap Ardi Santoso " Irwan menyeringai.


" Tentu saja ... Lebih mudah daripada membalikkan telapak tangan " ujar Aldi disertai evil smirknya, Aldi menyadari ada hal yang mengganjal pada surat itu


' Menyesal? penyesalan apa ?' batin Aldi penasaran . sakit penasarannya Aldi pun akhirnya mulai memutar recorder tersebut .


" Jadi , kita dimanfaatkan oleh ayahnya sendiri untuk mendapatkan kekuasaan ?" tanya Irwan tak percaya.

__ADS_1


Sejenak , Aldi pun kembali mengingat tentang percakapannya dengan Gita sebelum Aira diculik .


" Tentu saja kamu kalah! Bagaimana tidak ? Aku dan ibumu berhasil menyekap Aira Dan jika kamu berani macam-macam sudah dipastikan air akan mati ! Ingat itu Hahaha ..."


Gita menyilangkan kedua tangannya di dada menatap Aldi yang tengah terpaku .


" Apa ?" Aldi terpaku dan mencoba berpikir jernih . Ia menghampiri kita lalu mencengkram tangannya dengan kasar.


" Katakan sekali lagi ! Di mana Aira? Kau apa kan dia ? Mama ? Manusia macam apa kalian? Kalian seperti monster"ucap Aldi yang tidak bisa menahan emosinya.


Gita mengadu kesakitan, tapi ia berusaha untuk tetap kuat ." Woahh... Kupikir ibumu sudah memberitahumu . Tapi ternyata belum ya ? Kasihan sekali kamu Aldi ! Monster? Siapa di sini yang monster ? Aku atau kau ? Berkacalah tuan Aldi kau yang monster ! Kau memperlakukanku seperti ini,, Apa ini bukan sikap monster ?"tanya Gita menantang.

__ADS_1


"Ah kau benar! Tunggu! Aku rasa ayah Gita meminta Gita untuk membodohiku dan ia mungkin saja tidak mengetahui mengenai hal ini sedikitpun, sama seperti halnya dengan ibuku... Ibuku bahkan tidak ahu sedikitpun tentang hal ini"balas Aldi dengan pandangan seriusnya.


~ Bersambung


__ADS_2