Aira

Aira
Episode 29


__ADS_3

Air mata yang sedari tadi ditahan Aira pun lolos juga. air mata itu keluar bersama dengan senyum bahagia . Pipi Aira ikut memerah merasakan betapa bahagia dan beruntungnya dia karena Memiliki seseorang yang begitu Mencintainya . Menyayanginya tanpa memandang latar yang ia miliki .


" Mulai sekarang jangan khawatir lagi" Aldi pun mengusap air mata Aira.


'Aku akan melindungimu Aira' batin Aldi ,


____


"Terima kasih Aldi" ucap Aira sambil tersenyum


"Hmm... Cepat masuk " Ucap Aldi


"Baiklah. Sampai jumpa ya Al." Aira segera berbalik badan, tapi ketika Aira akan melangkahkan kakinya Aldi malah menariknya hingga akhirnya terjatuh pada dekapan Aldi.


" Aldi ?..." ucap Aira dengan suara lemah yang hampir tidak terdengar .


"Diamlah , aku lelah . Biarkan seperti ini untuk beberapa saat Kumohon !"


"Baiklah, semuanya akan baik-baik saja ke Al.." ucap Aira tulus dan kemudian membalas pelukan Aldi. membalasnya lebih hangat dan lebih erat .


"Sudah ? Sekarang pulanglah!" ujar Aira .


" Hati-hati di jalan ya ..." Aira pun mendorong pelan Aldi menuju pintu mobil.


"Iya iya..." balas Aldi pasrah . Aldi memasuki mobilnya , memasang sabuk pengaman dan mulai menghidupkan mobil ." Aira pun mulai Melambaikan tangannya sembari berkata .


"Hati-hati "ucap Aira dan hanya dibalas anggukkan oleh Aldi dan Aldi pun mulai melajukan kendaraannya melewati malam . Mobil Aldi mulai menjauh dari pandangan Aira . Semakin jauh sehingga akhirnya ditelan oleh gelapnya malam


"Hahh,... Kenapa dengan Aldi? Ada sesuatu yang buruk tidak menimpanya " ucap Aira pelan .


" Baiklah Saatnya istirahat " lanjut Aira dengan segera masuk ke dalam rumah kecilnya .


___


" Halo tuan , target sudah memasuki rumahnya . Apa perintah selanjutnya ?" tanya seorang laki-laki Dengan pakaian bak mafia yang dikenakannya.


" Lakukan tugasmu dengan segera, saat ini juga !" balas seseorang melalui telepon selulernya .

__ADS_1


___


"Arghh... Kenapa Badanku terasa sangat lelah ya ? Padahal tadi hanya berkeliling-keliling kota saja , hanya mengunjungi beberapa tempat . Dan itu pun tidak jauh juga . tapi kenapa Rasanya lelah sekali?"tanya Ira pada dirinya sendiri .


"Ahh... Kurasa saatnya tidur , ya Bentar ini sudah saatnya jam tidur , semoga besok tubuhku terasa lebih enakan " ucapnya sembari merentangkan otot-ototnya.


Tok... Tok.. Tok...


" Permisi... Apa ada orang di dalam?" tanya seseorang dari luar .


" Apa ? Siapa yang berkunjung di ?" tanya Aira lalu segera menuju ke pintu .


" Iya tunggu sebentar ..." sahut Aira.


Ceklek!


Aira berhasil membuka pintu dan betapa terkejutnya ia saat melihat beberapa pria dengan pakaian berjas hitam dan bermata tajam seolah akan merekamnya.


"Si... Siapa?" sama Laura hati-hati sembari mengambil sikap waspada Apabila terjadi sesuatu hal yang buruk yang akan menimpanya.


"Ah... Benar ! Kamu Humaira, kalian cepat bawa dia !"ujar salah satu orang yang terlihat seperti bos dan menyuruh pria yang di samping kanan dan kiri untuk menangkap aira.


' Ayah ... Aldi... Bagaimana ini ? Tidak! Aku harus lebih kuat !' batinnya menyemangati dirinya sendiri .


" Kurang ajar , hei ! Kalian jangan pernah kalah dengan bocah seperti dia !"bocah lelaki itu .


" Ya !" bales yang lain dan seketika mereka mengepung Aira.


" Heiii... Aku tidak takut pada kalian ! Siapa yang menyuruh kalian ? Apa masalahmu denganku ?! berani sekali ! Apa kalian mau merasakan tentang aku lagi ?" tantang Aira.


"Haha.. Percuma saja Nona , kamu tetap akan kalah " ucap salah satu pria . Kemudian, pria tersebut memberi sebuah kode pada yang lain . Dengan sigap , pria yang diberi kode mulai menjalankan perintah . Dia mengeluarkan sapu tangan dan mulai mendekati aira. Aira memberontak dan berusaha memberi tinju atau tendangan agar mereka menjauh. Tapi sayang , Aira benar-benar terkepung saat ini . Bahkan ia berada pada tembok rumah dan tidak bisa berkutik lagi .


"Tc, sial!" rutuk Aira.


Lelaki itu pun segera menahan Aira dan membekapnya dengan sapu tangan yang ia bawa . sapu tangan dengan obat bius itu pun berhasil membuat Aira berhenti meronta. Membuat Aira merasa lemas dan matanya pun perlahan terpejam .


" Cepat bawa dia ke mobil , sebelum ada yang melihat dan kalian tutup pintu ini agar tidak ada yang curiga!" perintah seorang lelaki .

__ADS_1


" Siap bos." sahut yang lain .


___


Aldi telah sampai di rumahnya, dia memagerkan mobil mewahnya di garasi seperti biasa lalu segera masuk rumah dan menuju kamarnya . Tapi entah kenapa perasaan cemas dan khawatir menyelimuti dirinya saat ini .perasaan aneh seperti kehilangan dan semacamnya Tengah bergelantungan di pikiran Aldi . Ia mencoba fokus , mencari-cari apa yang sebenarnya ia lupakan , tapi tetap saja tidak berhasil . Meskipun begitu , ia berusaha sebisa mungkin untuk terus berpikir positif dan menghilangkan segala pikiran jeleknya .


'Ah..Aku mungkin hanya lelah , lebih baik aku istirahat ' batin Aldi menyakinkan.


____


Pagi pun menyingsing, matahari menyinari bumi dengan cahaya cerahnya . Merambat melalui jendela-jendela kaca untuk membangunkan siapapun yang masih tertidur . Termasuk teknik yang tengah terikat oleh tali coklat itu . Dia adalah Aira . Perlahan Ia menggeliat dan mengangkat kepalanya . Membuka matanya dengan perlahan lalu merasakan sakit kepala yang hebat. Aira juga merasakan gesekan yang membuat perih tangannya. Tapi , ia tidak bisa melihatnya karena tangannya yang terkunci oleh tali karet besar dan tebal yang terikat di belakang punggungnya . Untuk beberapa saat ia mengerjakan matanya dan bertanya-tanya .


' Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa... 'otaknya terus bertanya dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang. Hingga akhirnya ia menyadari suatu hal bahwa dirinya kini tengah disandera oleh lelaki kekar dengan pakaian serba hitam semalam . Dia menyapu ruangan tersebut dengan penglihatannya . Lalu , Ia sadar akan suatu hal Bahwa saat ini yang berada di tempat yang asing yang kecil . Gelap dan juga panas . ia pun sadar bahwa ini adalah gudang kecil milik seseorang . Spontan ia mengerinyitkan keningnya.


Tapi, ia lupa bawa mulutnya telah tertutup oleh lakban hitam.


Meskipun begitu ya tetap berusaha untuk melepas ikatan-ikatan di tubuhnya . Tapi hasilnya tetap sama nihil. Yang ia dapatkan adalah luka di tangannya semakin menjadi-jadi. Untung saja para penculik jalan itu tidak mengikat kakinya. jadi , meskipun tangan dan mulutnya terikat ia masih bisa berdiri dan mencoba untuk mendobrak-nobrak pintu.


" Bagaimana ini ? Aldi , Ayah... Tolong aku" rintih Aira


___


Aldi bangun dari Mimpi indahnya , Iya bangun lalu merenggangkan otot-ototnya meskipun matanya masih enggan untuk membuka . Dengan langkah gontai yang menuju ke kamar mandi , membersihkan wajahnya lalu pergi ke ruang dapur .


Seperti biasa Bibi yang databasenya adalah pembantu di rumah megah Aldi selalu menyiapkan sarapan pagi kesukaan Aldi. Aldi duduk lalu menyesap pelan kopi panas yang dibuatkan oleh pelayannya .


" Mama di mana ?" tanya Aldi pada pelayan .


" Nyonya sedang bersiap , hari ini dia mengatakan adalah hari yang sangat spesial untuknya " balas pelayan tersebut sembari tersenyum .


" Apa ? Apa maksudnya?" Aldi mengangkat sebelah alisnya .


" Hari ini adalah hari spesial kamu akan bertemu dengan mertuamu. Sebentar lagi mereka juga akan datang . Aku menyuruhnya datang pagi-pagi agar mereka bisa lebih lama menghabiskan waktu bersama denganmu ." seorang wanita yang tentu saja sudah bisa ditebak kehadirannya . Ya dia adalah ibunya .


" Jangan harap !" Aldi menatap ibunya dengan tatapan tajam .


" Kamu harus hadir !" Ucap ibunya dengan nada Ketus .

__ADS_1


Aldi tak menggubris ucapan ibunya sedikitpun . Yang ia lakukan adalah segera pergi dari sana. bagi tenangnya telat dirusak oleh seorangyang dianggapnya sebagai nenek sihir. Ia kemudian beranjak dan seolah tuliIa terus berjalan melewati ibunya tanpa mau menengok Sedetikpun. Ia berjalan dengan cepat menuju ke kamarnya. Lalu bersiap-siap, membersihkan dirinya dan segera pergi dari rumah yang menyebalkan ini.


~ Bersambung


__ADS_2