Aira

Aira
Episode 22


__ADS_3

" tidak ! Tidak sampai kau jujur , aku tidak masalah jika semalam Malam ini kita berpelukan seperti ini . kau tahu kan .... ini begitu nyaman " ucap Aldi dan membuat Rona merah di wajah air yang muncul.


"A... Apa? kau bicara apa ?" Aldi tidak mengubur pembicaraan Aira Dan tetap memeluk erat meskipun Aira meminta dari lepaskan.


" kapan, kapan aku mengatakannya?" kila Aira.


" baiklah... aku akan menceritakannya jika kau lupa. jadi.."


Aira memotongnya dengan cepat ." baiklah ! aku akan jujur padamu! aku memang merindukanmu ! aneh , Padahal hanya sehari saja tidak bertemu dan memberi kabar , Aku juga mengkhawatirkan, Aku khawatir jika ada suatu hal yang buruk menghampirimu . hingga membuatmu tidak hadir kelas tadi pagi . aku juga khawatir kalau kau hanya mempermainkan perasaanku saja . menerbangkanku ke awan lalu menjatuhkanku ke dasar jurang . seperti orang bodoh! aku benar-benar tidak tahu kenapa aku bisa berpikir seperti itu. tapi , aku benar-benar khawatir jika duniaku yang baru dan penuh warna menghilang seperti sebuah mimpi . itu semua benar-benar mengganggu dan membuatku gila !" ungkap Aira menahan emosi dan seketika jari-jarinya yang sedari tadi bergerak-gerak ini berhenti .


Aldi tidak membalas semua ucapan aira, Iya lantas menariknya ke dalam pelukan, Mendekapnya erat seakan tidak mau kehilangan gadis yang baru saja menjadi kekasihnya . gadis biasa yang polos, lugu, dan bisa membuat dirinya merasa nyaman.


gadis yang saat ini benar-benar ia butuhkan untuk bersandar dari penatnya masalah yang akan menghampirinya .

__ADS_1


" maaf ... aku membuatmu cemas , tapi aku tidak apa-apa sungguh " ucap Aldi.


'Aku akan bercerita jika sudah siap ' lanjut Aldi dalam hati.


"Benarkah?"tanya Aira ragu-ragu.


Aldi memberikan sebuah anggukan untuk menjawab pertanyaan aira. Aku kan kecil yang bisa membuat hati Aira merasa lega karena kekasihnya dalam keadaan baik-baik saja . Aira terus menenggelamkan kepalanya di dada Aldi dan membiarkan dirinya menikmati hangatnya pelukan Aldi , nyaman dan melegakan, entah airnya dibohongi atau tidak yang jelas saat ini ia sudah tahu bahwa Aldi memang bukan pria yang akan Menerbangkan dan menjatuhkan hatinya Seenaknya saja . tapi Aldi adalah seorang laki-laki yang lembut , penuh kasih sayang , bertanggung jawab dan menjadi tempat untuknya berlindung .


"apa ?! "ucap Aira Separi melepaskan pelukan dari Aldi .


" lepaskan ! Apa kau mau ku tonjok eoh.. ? kau tahu ? butuh sebuah keberanian besar untuk menjelaskan Itu semua" lanjut Aira kesal.


"Haha... baiklah ...Baiklah..." Aldi terkekeh .

__ADS_1


"Biarlah seperti ini, sebentar saja. Baru aku lepaskan. Benar - benar nyaman berada dalam pelukanmu. Semuanya terasa lega" ucap Aldi.


DEG!


Jantung Aira berpacu mendengar bahwa Aldi merasa nyaman berada di sisinya. Rona merah pun terlihat jelas di pipi mulus Aira . sebuah senyuman bahagia juga turut menghiasi wajahnya . kata-kata sederhana dan tulus yang dilontarkan di berhasil membuat Aira merasa menjadi gadis yang paling sempurna di dunia ini . meski permintaan Aldi lumayan aneh , akhirnya tetap berpikir positif dan tidak curiga sedikitpun, Iya juga tetap menuruti ucapan Aldi . membiarkan Aldi mendekap erat tubuhnya . menghiraukan orang-orang sekitar yang menatapnya aneh . karena bagi mereka, malam ini adalah malam milik mereka .


malam di mana mereka dapat memeluk dan menyalurkan kenyamanan untuk masing-masing. berdasarkan lembutnya sebuah kasih sayang dan ketulusan , begitu menyenangkan . sekaligus menenangkan .


" tapi , apa kamu baik-baik saja ?" tanya Aira hati-hati .


" ya aku baik-baik saja , kenapa?" Tanya Aldi ketika mereka memasuki klub malam itu lagi .


~ Bersambung

__ADS_1


__ADS_2