
"A...Pa?" Aira mulai panik dan salah tingkah.
" Al.... Kamu benar-benar tidak akan melakukannya kan?" Tanya Aira yang semakin mundur untuk menghindari wajah Aldi.
Aldi hanya menggelengkan kepalanya, dan lebih mendekatkan wajahnya. Jantung Aira berpacu lebih cepat, pikirannya menjadi kacau. Bingung, apalagi kini bangku panjang yang ia duduki semakin habis. Ia berada di ujung bangku.
'bagaimana ini? Oh iya tangan, Iya tangan' batin Aira.
Aldi terus mendekat, hembusan nafas Aldi bisa dirasakan oleh Aira . Hanya beberapa senti bagi Aldi untuk meraup bibir ranum Aira . Sebelum akhirnya tangan Aira menggenggam erat tangan Aldi . Aira pun bisa mendesah lega. seular senyuman kemenangan hadirnya muncul di wajah tampan Aldi . Senyuman manis yang membuat siapapun akan jatuh padanya.
" Sudah kukatakan, jangan macam-macam denganku " ejek Aldi.
" Iya Iya aku tahu."
" Nah, kenapa dari tadi kau tidak menggenggam gua harus seperti ini saja ? Hahaha ... Lihatlah tanganmu ini juga sedikit berkeringat, apa kau tadi merasa gugup?" tanya Aldi menggoda.
"Aish... Sudahlah . Ayo katamu kita akan pergi ? Kita akan pergi ke mana ?"
" Baiklah ayo , kita akan pergi kemanapun kaki kita melangkah . Jadi , hari ini kita akan berkencan tanpa mobil. kamu tidak masalah dengan itu kan ?"
__ADS_1
" Tentu saja tidak !" Aira menjawabnya dengan pasti dan cepat.
" Aku malah senang ! Lagi pula kita kan jarang berjalan berdua di tengah keramaian bukan?"tanya Aira
"Kamu, benar! Kalau begitu ayo kita lakukan" ujar Aldi penuh semangat .
___
Aira dan Aldi mulai berjalan melewati koridor kantin . melewati beberapa gedung besar seperti labor dan tempat belajar yang biasa mereka gunakan . Di sela- sela perjalanan mereka , mereka saling melempar candaan.
Mereka mulai menikmati setiap detik kebersamaan mereka . Menghiraukan beberapa wajah gadis yang terlihat iri dengan Aira . Menghiraukan setiap gadis yang mungkin saja bersiap untuk menerkam Aira.
Awalnya Aira takut dengan wajah dan mata tajam yang mereka Tunjukkan. Tetapi Aldi dengan cekatan memegang tangan Aira erat memberikan sebuah senyuman yang mampu mengusir rasa takut Aira .
Mereka sudah berjalan cukup jauh, berjalan di trotoar melewati berbagai tokoh makanan serta butik-butik yang menyediakan baju-baju mewah . Hawa panas tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berjalan .
Bahkan sesekali Aldi melindungi Aira dari orang-orang yang tidak sengaja menabrak aira.
" Apa kamu tidak apa-apa ?" tanya Aldi
__ADS_1
" Iya aku baik-baik saja, itu hanya senggolan kecil." ucap Aira enteng.
"Hmm... Aldi"
" Apa?"
"Boleh aku bertanya sesuatu padamu ?"
" Tanyakan saja " ujar Aldi sembari menggandeng Aira untuk menepi .
"Apa alasanmu menyukaiku ? Kenapa ? Padahal aku bukan berasal dari keluarga kaya sepertimu. Aku nggak cantik , dan tidak terlalu pintar . Aku bahkan tidak memiliki keluarga, aku sendirian , aku harus banting tulang untuk bertahan hidup. Bekerja di cafe biasa dengan penghasilan yang seadanya Dan..."
" Dan apa ?" tanya Aldi dengan senyum penuh arti.
" Dan ... Aku punya hidup tidak semudah hidupmu. Aku punya nasib tidak seberuntung nasib dirimu . Aku cukup miskin, kita berbeda . Jika orang tuamu tahu tentang ini , akankah mereka bisa merestui hubungan ini ? Kurasa tidak Al... Kurasa hal itu sangatlah mustahil . Tapi, kenapa kau tetap melakukannya . Kenapa kau tetap bersamaku padahal kau tahu semuanya , semua tentang hidupku . Kenapa ?" ucap Aira berkaca-kaca .
"Yah... Kau benar. Aku tampan , cerdas , dari keluarga orang kaya , aku adalah anak yang akan mewarisi dan akan menjadi pemimpin untuk melanjutkan perusahaan . Dan kamu miskin , kita sangat berbeda "
Aldi Berhenti sejenak , menghembuskan nafasnya, membuat Aira semakin penasaran dengan apa yang akan ia katakan .
__ADS_1
" Kita berbeda , benar-benar berbeda . Tapi , apa kamu pernah mendengar bahwa ' perbedaan bukan penghalang , perbedaan ada untuk melengkapi satu sama lain ' seperti kita . Kamu tidak bodoh , kamu hanya belum tahu seberapa besar kemampuanmu. kamu menanyakan alasanku ? Maka jawabannya adalah aku tidak memiliki alasan . Satu-satunya yang aku rasakan dan pikirkan adalah aku menyayangimu. Aku menyayangimu tanpa alasan , tidak peduli Siapa dirimu atau latar belakangmu . Aku Menyayangimu , Aku mencintaimu . Bukankah itu sudah cukup untuk menjadi alasan ?" tanya Aldi sambil tersenyum .
~ Bersambung