
" cepat Nyalakan mobil! dia harus segera dibawa ke rumah sakit!" ucap Aldi sembari melepas beberapa ikatan . Raffi dan Irwan pun segera berlari .
"Al... Di.." suara lemah itu membuat Rian terutama Aldi mendesah lega .
" Aira .... Maafkan Aku.... Maafkan Aku..." ucap Aldi lalu memeluknya singkat .
" bertahanlah Kumohon, kita akan ke rumah sakit ." ucap Aldi sesak hingga tidak sadar air matanya mulai membanjiri pipinya . Para sahabatnya yang melihatnya pun turut prihatin , memilukan dan benar-benar menyesakkan .
" Ayo Aldi cepat !" seru Ryan.
Aldi pun segera menggendong Aira Dan segera membawanya keluar dari tempat tersebut.
____
RUMAH SAKIT .
Aldi dengan gusar terus mondar-mandir di depan ruang ICU . Beberapa teman Aldi dengan bajunya yang lusuh akibat bertarung juga merasakan perasaan yang sama dengan Aldi. Perasaan sedih dan panik , khawatir dan marah berpadu menjadi satu .
Aldi mengusap-usap kepalanya dengan kasar . ia sangat frustasi dan marah . Di otaknya ia tidak habis pikir bawah dalang dari penculikan Aira adalah ayahnya Gita, Ardi Santoso . Dia tidak habis pikir pria yang baru saja ditemuinya pagi tadi adalah orang utama yang hampir saja menghabisi gadis yang sangat dicintainya hanya karena perjodohan konyol itu.
__ADS_1
Kini otaknya berpikir untuk bagaimana memecahkan masalah yang kian hari kian rumit ini . Ia terus berpikir berharap menemukan sebuah jawaban agar ia segera menemukan jalan untuk membereskan masalah ini
" Apa motif Ayah Gita? Apa itu karena perjodohanmu Al?"tanya Rafi hati-hati .
" Iya apalagi ! Tidak salah lagi ini karena perjodohan sialan itu ! " Rutuk Aldi. Ia pun mengajak acara rambutnya dengan kasar .
"Sudahlah kita bicarakan nanti saja. Sebaiknya sekarang kita fokus pada Aira dulu. Kuharap gadis itu tidak kenapa-kenapa dan segera sadar " ucap Ryan yang menampakan wajah yang suram .
Sedih ? Tentu saja karena bagi Rian Aira adalah teman yang baik , ditambah lagi gadis itu sangat cantik seperti malaikat.
Sreett...
" Dia baik-baik saja , pukulan benda tumpul itu, untung tidak merusak jaringan otaknya sedikitpun. Dia hanya perlu sedikit jahitan di kepala lalu luka lecet di tangan akibat gesekan juga juga tidak parah . Hanya saja yang membutuhkan banyak cairan. Dia mengalami dehidrasi, jika saja kalian Terlambat untuk menolongnya mungkin keadaannya akan menjadi sangat buruk . aku memberinya selang infus biarkan dia bermalam di sini untuk sementara . Jika sudah membaik aku akan memperbolehkannya pulang. Oh iya , terakhir kali kalian membawa Gadis itu dengan luka dan sekarang dia mengalami hal yang sama ... Apa yang sebenarnya yang terjadi?" karena dokter itu dokter itu tidak lain adalah ayahnya Irwan .
" Dia diculik " jawab Aldi cepat.
" Apa ? Kenapa?" tanya aja Irwan yang tidak percaya .
" Sudahlah ayah , aku akan menceritakan nanti, apa Kami boleh masuk ?" Iron menyelam pembicaraan agar tidak menjadi semakin panjang dan rumit .
__ADS_1
" Masuklah !" Ayah Irwan pun Beranjak Pergi .
Aldi menatap Aira lekat, wajahnya yang pucat dan selang infus yang menempel pada tangan Aira membuat Aldi semakin sedih .
' Kenapa bukan aku ? kenapa harus kamu Aira ? maaf ... aku tidak pantas untuk kau cintai , aku bejat , aku terlalu jahat ! Maafkan Aku ! aku mohon bukalah matamu ...' Aldi merutuk dalam hatinya .
Ia pun akhirnya duduk di sisi ranjang Aira . Memegang tangan Aira dengan erat, emosinya meluap . bahkan Aldi berjanji bahwa ia tidak akan mengampuni siapapun yang berani berbuat hal gila seperti ini pada akhirnya. sekali pun itu adalah ibunya sendiri .
mata nya berkaca-kaca hingga akhirnya melepaskan butiran bening yang ia tahan selama ini , air mata. Ya air mata Aldi akhirnya tidak bisa terbendung lagi , untuk pertama kalinya dalam sejarah yang menangis lagi . Iya menangisi seseorang yang terbaring lemah di hadapannya , menangis dan menutupi betapa bodohnya dia karena telah lalai dalam menjaga orang yang ia sayang .
"Ma... Maaf Aira ... ku mohon Maafkan Aku ! Buka matamu !" ucap Aldi di selai saat nangisnya .
Raffi, Irwan, Ryan dan samar . tidak bisa berbuat apa-apa , batin mereka juga salat teriris melihat orang yang selama ini dekat dengannya sedang menangis seperti ini .
Mereka tahu, jika Aldi sampai menangis karena seseorang berarti ia benar-benar Mencintainya. Sangat tulus dan dalam, dua jari juga sudah tergambar Jelas jika ia benar-benar mencintai aira.
" Bantu aku " Aldi berbalik menghadap teman-temannya sembari mengusap air matanya . sebuah ide pun muncul dalam pikirannya , teman-teman Aldi pun menyambutnya dengan senang hati .
~Bersambung
__ADS_1