Aira

Aira
Episode 20


__ADS_3

Aira duduk di sudut kantin yang dekat dengan jendela. sembari menunggu pesanannya , ia menikmati pemandangan kampus yang dipenuhi oleh mahasiswa dengan berbagai aktivitasnya . Ketika ia melihat beberapa pasangan tengah berlalu Lalang di hadapannya , pikirannya pun mengingatkannya pada Aldi .


" Kau di mana?" Lirih Aira


Senyum Aira perlahan luntur , diganti dengan kecemasan yang tergambar jelas di wajahnya . Jari-jari lentiknya terus memainkan telepon genggamnya dengan asal . Perasaan gusar tengah menyelimutinya , karena Aldi tak kunjung datang.


' Kamu di mana Al ? Apa kamu sedang mempermainkanku ? Kenapa aku berpikir tidak ya? Lupakanlah Aira ! Aku pasti sudah gila ." batinnya kesel .


" Hei..!" terus seseorang mengagetinnya .


" Astaga... Rafii Kok hampir membuat jantungku copot " Aira mengelus dadanya pelan .


"Hehehe .... Selamat" ucap Raffi tiba-tiba , sontak saja hal itu membuat Aira sedikit bingung .


" Apa maksudmu ? Aku tidak sedang ulang tahun loh hari ini dan aku juga tidak sedang memenangkan lotre, nilai ujianku kemarin dengan dosen juga tidak lumayan bagus" Aira bingung melihat Raffi .


" Kamu ini bodoh atau memang polos atau pura-pura tidak tahu sih? Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan bersama Aldi semalam ?" Ujar raffii kesal.


" Apa memangnya? Oh itu ..." Aira menggaruk lengkungnya yang tidak terasa gatal .


"Tunggu ! jangan bilang jika kamu sudah mengetahui semuanya ?" tanya Aira tidak percaya


" Tentu saja aku tahu bodoh!"


" Apa ? Siapa yang memberitahumu ? Aku makan belum bercerita apapun atau jangan-jangan Adik sendiri yang menceritakannya ? Lalu apa yang lain juga sudah tahu ? Apa murid perempuan yang lain juga tahu? Apa fansnya Aldi juga tahu ?" tanya Aira beruntun.


" Astaga .... " Rafi menekan sedikit dari Aira dengan telunjuknya .


" Jangan bertanya dan mendekat seperti ini! fansku akan ngamuk Jika kamu bersikap seperti ini lagi " ucap Raffi tanpa menanggapi pertanyaan Aira.

__ADS_1


" Oh maaf , kalau begitu cepat jelaskan padaku ! Eh maksudku, Ayo cepat jawab pertanyaanku !"


" Baiklah , dengarkan baik-baik . Aldi memang menceritakan padaku dan yang lainnya tapi , hanya Reza yang belum mengetahuinya . Dan satu lagi , seluruh murid di Universitas ini tidak ada yang tahu kecuali kami , Apa kau PUAS !" ucap Raffi yang dengan sengaja menekankan kata puas .


" Ya kurasa memang sebaiknya harus disembunyikan dulu hubungan ini . Karena aku dengar fansnya Aldi sangatlah agresif . Aku takut jika mereka tahu mereka akan melempari ku dengan tomat atau menggunduli rambutku." ujar Aira khawatir sembari memegang rambutnya .


" Aku tahu itu . Oh iya, tapi kamu harus memikirkan Bagaimana cara agar Reza tidak marah saat mengetahuinya " nada bicara Raffi terdengar serius .


" Kamu benar" wajah Aira pun menjadi lesu h.


" Oh iya seharian ini aku belum bertemu dengan Aldi . Dia juga tidak mengirim iku pesan atau sekedar meneleponku, apa terjadi sesuatu padanya ?"


" Kenapa ? Apa kamu khawatir? Tenang saja Aldi itu sudah dewasa dan sudah besar . dia pasti bisa menjaga dirinya "


" Apa? Dewasa ? Dewasa apanya? Sikapnya saja masih seperti anak-anak apa kamu tahu!"


"Hahaha ... Aku tahu aku tahu , kamu benar aku yang salah. Kenapa kamu mencarinya ?"


" Tenanglah ... Aldi itu Evil, jelas saja Iya mudah meluap meluap seperti itu .... di mana-mana setan tengik juga bersikap begitu ."


" Kurasa tidak , aku tahu dengan jelas bagaimana ekspresinya" sambar Aira meyakinkan.


" Baiklah ... Terserah kau saja , tapi apa hanya karena itu kau mencarinya ?"


" Bukan begitu, aku mencarinya karena aku takut jika ia hanya mempermainkanku . Semalam ia menyatakan perasaannya dan membuatku melayang dan saat ini ia menghilang tanpa kabar apapun" Aira Berhenti sejenak .


"Raffi, apa kau benar-benar tidak tahu di mana Aldi berada sekarang? Apa dia benar-benar tidak ada masalah ?"


Aldi menyasap kopi di hadapannya , sejenak ia memperhatikan perahu wajah Aira yang dipenuhi kekhawatiran terhadap Aldi .

__ADS_1


Namun, hati kecil Raffi tetap tidak memperbolehkannya untuk memberitahu apa yang terjadi pada Aldi. Lagi pula , cepat atau lambat daerah pasti akan tahu dengan sendirinya .


" itu... Entahlah . Tanya sendiri padanya, Oh iya kamu jangan khawatir Aldi bukan pria seperti yang kamu ucapkan barusan " kata Raffi .


' Maaf Aira aku belum bisa bercerita' batin Raffi.


____


Aldi memandang dengan tetapan sengit wanita paruh baya yang ada di depannya . Wanita yang tak pernah ya jumpai selama 10 tahun belakangan ini. Tetapan tajam Aldi seolah bisa membunuh siapa saja yang menatapnya . Namun, wanita paruh baya itu tetap tenang dan memperlihatkan isi keangkuhannya . Dengan lembut ia mengambil secangkir teh hangat dan menyesapnya perlahan .


" Kenapa kau kembali ?" tanya Aldi dengan nada dingin.


" Apa begini caramu menyambut kedatanganku ? Bukankah kita sudah 10 tahun tidak bertemu ? Apa kau tidak merindukanku anakku sayang ?" wanita yang tidak lain adalah ibunya Aldi menyunggingkan senyum penuh arti .


" Sudahlah, hentikan semua bualan tak pentingmu itu . Seperti intinya saja!" ujar Aldi tak sabaran .


" Baiklah, sikap kerasku menurun padamu juga ternyata hahaha..." balas Ibu Aldi .


" Aku datang ke sini untuk segera mengadakan pernikahanmu dengan putri dari perusahaan Sanjaya Group" ujar Ibu Aldi enteng .


" Bukankah aku pernah mengatakan padamu kalau Aku menolaknya . Aku sudah mengirim email padamu dan aku menegaskannya sekali lagi bahwa AKU MENOLAK PEREMPUAN ITU!"" Aldi sedikit berteriak dan menekankan beberapa kata terakhirnya .


"Hahaha ... Kau pikir aku akan semudah itu membiarkan permintaan tak masuk akalmu itu ? Hahaha ... dasar bodoh ! Sekuat apapun kamu berusaha , aku akan tetap melangsungkan pernikahan itu segera " ujar Ibu Aldi dan beranjak pergi dari sofa mewah yang didudukinya.


"Tapi kau harus ingat satu hal. MRS PRASETYA, AKU BUKAN BUDAK AAU BONEKAMU!!"ujar Aldi penuh penekanan. Ibu Aldi acuh tak acuh terhadap apa yang dikatakan putranya itu .


Telinganya seolah tuli , iya juga tetap melanjutkan langkahnya menuju kamar tanpa menengok ke arah Aldi . Aldi mengepalkan tangannya kuat , saat ini Aldi mati-matian untuk menahan segala emosinya . Hatinya berantakan mendengar bahwa ia akan segera menikah dengan gadis lain . Bahkan Aldi akan dinikahkan dengan gadis yang tidak ia cintai.


' Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi ! Tidak akan !' batinnya dengan penuh luka dan amarah . Aldi kemudian mengambil ponsel yang berada di dalam saku celananya. Menekan tombol dial dan menelpon seseorang . Hatinya kini diselimuti perasaan kesal bercampur marah. Dan yang bisa diharapkan saat ini adalah orang yang ia hubungi saat ini segera menjawab teleponnya untuk membantunya mencari solusi untuk masalah yang menekan batinnya saat ini .

__ADS_1


" Halo .."


~ Bersambung


__ADS_2