Aira

Aira
Episode 8


__ADS_3

" apa? Aira ? " ucap Aldi tak percaya. " Jadi kau ?... lupakan! Bisakah kau mengambilkan kue atau Anggur mungkin? tenggorokanku terasa kering " ujar Aldi. tanpa menjawabnya air yang segera melanggar pergi dan mengambilkan apa yang diinginkan oleh Aldi .


" ini ...Tuan. silakan menikmati" ujar Aira dengan penekanan .


" iya , Aira... Maukah kau duduk bersamaku di sini ?" tanya Aldi . Ayolah begitu kesal dengan apa yang diucapkan oleh Aldi.


' apa yang diinginkan oleh bocah tengik ini? apa dia pikir aku seperti mereka?' gumam Aira tak percaya.


" apa? Maaf sepertinya kau salah orang, Aku bukan orang yang seperti itu. orang yang dengan mudahnya memberikan harga diri mereka untuk orang lain. aku juga bukan wanita seksi yang memamerkan keindahan tubuhnya. aku hanya seorang pelayan di sini! kalau begitu aku pergi saja. daripada aku membuang waktuku yang sia-sia di sini." Aira berkata sinis.


sebelum airnya pergi Aldi berhasil memegang tangannya. meskipun Aira menatapnya tajam, Aldi tetap tidak mau melepaskan tangannya.


" Maafkan, tapi bisakah kalian tinggalkan aku dengan pelayan ini saja?" ujar Aldi halus dengan dua wanita yang mengapitnya tadi." apa? tapi kenapa? apa yang kurang dari kami? Lihatlah tinggalnya bahkan terlihat bahwa ia yang paling benar...." Sindir wanita itu dan memegang Aldi agar tidak mengusirnya." Benarkah! kalian Lihatlah bahkan terus saja bergelayutan pada pria ini, Apa kau tidak tahu? itu sama saja memberikan dirimu padanya. Ahh... Aku bisa gila berada di sini!!!" ucap Aira kesel." ku akui kalau memang cantik tapi, Bisakah kalian mencari pria lain untuk dilayani Aku benar-benar tidak ingin melihat kalian." ujar Aldi.


" wow, pemandangan apa ini? Hai Aldi, Kenapa banyak sekali gadis di sini? Kau sungguh keterlaluan" ejek seorang pria yang merupakan temannya Aldi." Ah iya... Kalian denganya saja, dia cukup tampan bukan?


" oih... kau kau. Em... kalian dengannya saja dia cukup tampan bukan ? namanya Irwan " Aldi berusaha mengusir pelacur itu dan tetap menahan Aira meskipun sedari tadi Aira terus mencoba mengeluarkan dirinya ,


" hey! Kenapa kau berikan mereka kepadaku ? Aku sedang dalam mood yang buruk!" teriak pria yang tak lain adalah Irwan itu . Aldi tak berucap apa-apa hanya sebuah kedipan mata dan seakan berkata bahwa Aldi sangat membutuhkan bantuannya saat ini. akhirnya , Irwan pun dengan malas membantu Aldi dan membiarkan pelacur itu berkelanjutan di tubuhnya.


Aldi menarik Aira dan mengajaknya ke tempat yang lebih tenang tanpa ada gangguan dari musik DJ atau cahaya yang tak beraturan . mata mereka saling menatap cukup lama seolah mereka sedang berbicara melalui mata . Aira terus menatap Aldi kesal, meskipun pada kenyataannya akhirnya sedang menahan rasa gugup dan detak jantungnya karena takut melihat mata indah Aldi .


Aldi terus memperhatikan Aira dari atas hingga bawah . memperhatikan setiap inci tubuh Aira dan mengagumi betapa indahnya ciptaan-NYA bahkan hatinya pun begitu putih meskipun di tempat yang bisa saja menjerumuskannya seperti wanita yang ada di klub.

__ADS_1


"Kenapa? kenapa kau menatapku seperti itu? Kenapa kau membawaku ke sini? apa yang akan kau lakukan ? Aku tak akan diam saja jika kau bergerak selangkah ke depanku . aku mungkin akan mematahkan kakimu itu ," ujar Aira sini .


" kau bilang jika kau tidak sama seperti yang lain , tapi kenapa aku bekerja di sini? Bukankah masih ada banyak tempat untuk bekerja ?" Aldi balik bertanya .


"Itu bukan urusanmu, Haruskah aku memberitahumu itu ? apa penting bagimu ? " akhirnya mulai kesal dengan perdebatan ini .


" kenapa aku bekerja di sini ? apa yang kau lakukan?" Aldi seolah seorang polisi yang sedang menginterogasi seorang tersangka.


"Aish.. kau benar-benar!" Aira menghisap kepalanya karena pusing.


" Apa maumu sebenarnya?"


" Jawablah pertanyaanku" Aldi mendekatkan wajahnya dan berhasil mebuat merah pipi Aira.


"A... aku kan mematahkan lehermu jika kau tidak menjauh sekarang!" ancam aira dengan nada gugup.


"Lakukan saja!" Dengan segala keberaniannya Aira berhasil mendorong dan membuat Aldi menjauh.


"Aish... baiklah. pertama, Aku bekerja di sini karena aku terpaksa dan tidak ada tempat lain yang lebih aman di sini. kedua , Aku di sini sedang bekerja dan jangan ganggu aku. dan yang terakhir Haruskah aku menceritakan semua hal kepadamu? Bisakah aku mempercayaimu? "


" Baguslah kalau begitu, kembalilah bekerja Aku akan menunggumu" ujar Aldi dan pergi meninggalkan Aira begitu saja .


" apa? Apa maksudnya barusan ?" Aira benar-benar bingung dengan pria itu .

__ADS_1


'dasar Pria gak jelas . apa dia tidak tahu kalau aku sangat bingung dengan setiap tingkahnya itu dan bahkan jantungku selalu bertegup jika didekatnya. sihir apa yang digunakannya ? sehingga aku bisa menurut dengan semua perkataannya itu .' pikir Aira . Aira tidak terlalu mengkhawatirkan setiap kata yang terucap dari mulut Aldi .


Iya hanya menganggapnya sebagai lelucon dan ia juga tidak terlalu berharap bahwa Aldi akan benar-benar menunggunya . Meskipun begitu , rasa gugup serta senang sedang menyelimuti hatinya saat ini. akhirnya bahkan dapat merasakan hembusan napas Aldi dan yang menerpa kulitnya untuk yang pertama kalinya. Aira juga bahkan hampir goyah dan terpesona dengan wajah tampan Aldi.


entah perasaan apa yang tengah menyelubungi hati Aldi . yakini begitu malah sebahagia ketika mengetahui bahwa Aira benar-benar gadis yang baik dan dapat menjatuhkan hatinya . Dia juga salah dengannya, dengan semua tingkah lugu dan kepolasannya ia dapat merebut hati dari seorang Aldi .


hanya ada tiga orang wanita yang mampu membuat Aldi jatuh hati . pertama adalah ibunya , kemudian mantan kekasihnya yang pergi meninggalkannya entah ke mana dan yang terakhir tentu saja Humairah Helmi .


tapi , hingga saat ini ia masih belum bisa berkata bahwa ia menyukai Aira . menurutnya ia harus melihat dulu apakah Aira benar-benar seperti gadis yang ia cari selama ini atau jangan jangan hanya ada rasa kagum Semata dan perasaan itu hanya akan muncul Selama beberapa hari saja . entahlah , yang pasti cepat atau lambat Aldi pasti akan menyadarinya .


' akankah dia menggantikanmu? akankah dia yang akan menjadi satu-satunya orang yang akan terus berada di sisiku ? ' batin Aldi .


Aira pulang larut malam , ia berjalan sendiri melewati beberapa rumah dan terkadang ia juga melewati rumah kosong yang terkesan angker . namun , ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang ada di sekelilingnya . yang saat ini ia inginkan adalah pulang dan menikmati yang punya kasur .


' sudah kuduga pasti Aldi mabuk parah hingga ia ingkar dengan apa yang dikatakannya tadi ' ucap Aira kesal ketika ia mengingat kembali ucapan Aldi beberapa jam yang lalu .Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 malam tapi era masih berjalan sendiri . sebuah lampu menyilaukan mulai menerangi jalannya lampu itu terus mendekat dan semakin menampakkan wujudnya yang sesuggguhnya.


' Oh hanya mobil , pasti hanya lewat ' pikir laira dan terus berjalan . Untung saja Aira mengenakan jaket hitam dan tidak menampakkan rambut lurusnya yang panjang jadi siapapun yang melihatnya akan mengira bahwa ia adalah seorang laki-laki .


mobil itu terus mendekat dan berhenti tepat di samping Aira . pengemudi mobil itu pun membuka kaca mobil dan betapa terkejutnya Aira bahwa itu adalah Aldi.


"K... kau?" tanya Aira tak percaya .


~ Bersambung

__ADS_1


__ADS_2