
"Hanya saja ... hanya saja kau memintaku untuk melakukan hal aneh"
" aneh? apa? pelukan tadi ? Bukannya itu wajar aku memelukmu karena aku merindukanmu hm? Jadi apa yang salah ?" tanyanya santai.
"Mmmm... jangan-jangan Kau yang aneh lagi!" Sindir Aldi .
"apa ?tidak ! kuakui pelukan tadi adalah pelukan pertamaku dengan seorang kekasih , tapi ... kau yang aneh malam ini . apa kau tidak merasakan pegal? kita tadi berpelukan sekitar 30 menit hingga orang-orang memperhatikan kita dan yang lebih parahnya lagi..."
" sudah abaikan saja mereka, tapi apa yang parah nya ?"
" Makanya jangan memotong ucapanku, yang lebih parah adalah kau membuat bundaku menjadi pegal dan.... benar-benar terasa hampir jatuh, Apa kau tahu ? kepalamu itu terlalu besar ." ucapan Aira sembari menjulurkan lidahnya .
" apa? hah bener-bener kamu ya... Kapan kamu selesai ?"
" nanti pagi, seperti biasa jam 01.00 pagi. Kenapa memangnya?"
" tidak,Kenapa kamu tidak bisa saja dan mengganti pekerjaanmu. aku takut jika kejadian yang dulu menimpamu kembali "
" aduh ... tidak perlu terlalu takut , aku bisa menjaga diriku. aku bisa bertarung , Apa kau ingat?Ketika aku menjadi sopir pengganti dan terkena? Bukan kasar itu aku juga bisa melawan hmm... ya Meskipun akhirnya aku tetap jatuh hehehe ..."
" itu namanya bukan hebat , tapi kamu terlalu memaksakan diri . Bagaimana jika kamu pindah saja ?"
"nggak mau , aku akan kemana-mana aku mau tetap di sini."
__ADS_1
" Kenapa ? kenapa kamu nggak mau pindah?"
"Gaji di sini lumayan beaar. Dari pada gajiku di coffeshop atau cafe!"balas Aira sembari mengambil segelas wine ketika mereka sampai di bar.
"Aku akan mecarikan pekerjaan untukmu."
"Tidakperlu, Al. Aku masih bisa bertahan. Jafi, kumohon jangan paksa aku. Kau sudah terlalu banyak membantuku"
"Tapi aku ini kekasihmu, wajar saja jika aku mengkhawatirkanmu. Terlebih, pekerjaanmu seperti ini"
"Akubtetap tidak mau! Jika aku maunmengganti pekerjaan. Akan aku lakukan sendiri dengan caraku. Jadi, yang perlu kau lakukan hanyalah berada di sampingku, itu sudah cukup" ucap Aira.
"Tapi, tetap saja. Aku akan selalu khawatir jika tetap saja disini. Jadi, hentikan keras kepalamu itu, sekali saja" bujuk Aldi.
"Sungguh? Baiklah, aku akan mencarikan pekerjaan untukmu!"seru Aldi semangat.
"Aku bilang aku akan memikirkannya dulu. Jadi, kamu jangan kepedean dulu tuan Aldi."balas Aira.
"Apa? Mana bisa seperti itu? Pokoknya kamu harus pindah! Lagi pula aku juga kesal degan tatapan pria pria bajingan yang selalu melihat tubuhnu yang hanya mengenakan pakaian mini sepaha itu! Apa seragam club ini kekurangan kain? Kenapa kamu harus memakai rok ini?!"
"Aduhhh... Berhentilah bertindak bodoh! Ini adalah pekerjaanku. Jadi, mangertilah!" Aira menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Aish... Akan kubunuh dan ku congkel mata mereka!" Aldi mentap Aira tajam. Aira hanya bisa terkekeh melihat tingkah aneh Aldi. Meski begitu, saat ini ia sangat bahagua. Bahagia karena ia meiliki tempat baru untuk bersandar ketika ia lelah. Bahagia karena memiliki seorang kekasih yang selalu memperhatikan dan menjaganya.
__ADS_1
Dan ia juga sangat bahagia karena Aldi menjadi kekasih yang begitu sempurna untuknya.
____
Hari-hari terus berjalan dengan adanya Aldi di sisi Aira. Masih menikmati suasana indah mereka yang masih di mabuk asmara. keduanya sering berjalan berdua menikmati indahnya kota. Bahkan mereka juga melakukan piknik di pinggiran sungai yang begitu indah . Hubungan mereka masih baik-baik saja hanya sesekali muncul masalah yang membuatnya beradu pendapat. Namun, disinilah mereka di uji untuk mengetahui seberapa kuat ikatan mereka, seberapa dalam rasa cinta mereka.
Aldi memikirkan mobilnya. Ia baru pulang pagi ini , karena semalam ia menginap di apartemen, dengan langkah gontai Aldi memasuki rumah dan berniat untuk kembali tidur untuk kembali. Menyegarkan pikirannya namun langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melihat seorang wanita yang tidak asing lagi di matanya ya... Dia adalah ibunya
"Pagi Aldi.... Apa yang membuatmu baru pulang pagi ini ?" tanya ibu Aldi halus .
"Untuk apa kau tahu , kau tidak perlu tahu ..." ucapnya singkat dan berjalan lagi menuju kamarnya .
"Tinggal beberapa hari lagi Sayang .." ucap Ibunya dan itu membuat Aldi tersentak.
"Apa?! Apa maksudmu ?" ketus Aldi.
"Kamu tidak perlu pura-pura bodoh ! Tanggal bulan telah aku tentukan dengan calon mertuamu ! Yang perlu kamu lakukan adalah bersiap-siap untuk menjadi menantu dari Sanjaya Group!" jelas ibunya .
"Apa ?Apa kamu sudah gila ? Aku sudah bilang berapa kali untuk tidak mengaturku seperti sebuah boneka ?! Lagi pula aku sudah menjelaskan juga padamu bahwa aku sangat menolak pernikahan gila itu ." ucap Aldi dengan menekan kata menolak.
"Apa ? Jadi kamu akan membangkang padaku?"
"Aku?Aku tidak pernah sekalipun membangkang padamu!"
__ADS_1
~ Bersambung