Aira

Aira
Episode 31


__ADS_3

" Raffi!" teriaknya frustasi .


" Hai ada apa ? Raffi sedang ada di kamar mandi, Tenanglah Al !" sahut seseorang tidak asing ke telinganya.


"Apa ? Irwan ?" Aldi mengerjapkan matanya tidak percaya.


" Iya ini aku Irwan , di sini juga ada samar , dan juga Rian " balas Irwan cepat .


" Baguslah kalau kalian sudah lengkap di sini ! Aku butuh bantuan kalian" ucap Ali dengan perasaan lega.


" Tolong aku , tolong Aira. Aira diculik " Ucap Aldi Dan disambut teriakan tak percaya oleh teman-temannya .


"APA? Siapa ? Siapa yang menculiknya ? Kamu tidak bercanda kan?" sahut Rafi yang baru saja keluar dari kamar mandi .


" Gita dan mamaku , mereka yang merencanakan semua ini. Mereka menggunakan Aira agar aku mau menuruti dan mau menikah dengan Gita . Dan itu semua demi perusahaan ." ucap Aldi kesal, rahangnya mulai mengeras .


"APA? Ibumu? keterlaluan sekali dia . Bagaimana bisa dia menculik gadis yang setara malaikat itu? Baiklah tunggu apa lagi , ayo kita cari dia " ujar Irwan yang Dan disambut dengan anggukan oleh yang lain.


Dengan Sigap , Irwan segera mengambil laptop dan tas yang ia bawa . Ia membukanya dan segera mengotak-atik laptop tersebut . Ia menekan nomor ponsel Aira dan mulai muncul beberapa gambar bahkan kode-kode yang aneh yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri .

__ADS_1


" Kau sedang apa ?" tanya Rian bingung.


" Dia sedang mencari jejak Aira melalui nomor telepon . lebih tepatnya Dia sedang melacak Aira " Daud samar


" Irwan , Bagaimana Apa kamu menemukan keberadaan Aira di mana?"tanya Aldi dengan guratan cemas di wajahnya .


"Tunggu sebentar ... Dan .. Yes! Dapat , aku menemukannya . Apa ? Tunggu.... Bukankah ini kompleks anggrek ?"


"APA?" sahut yang lain bersamaan.


" Bukankah Kompleks itu telah dikosongkan dan akan dibangun kembali ?"tanya samar.


"Benarkah ? Kalau begitu ayo kita ke sana. 15 menit dan kita akan sampai Ayo cepat!" teriak Aldi tidak sabar . Mereka pun segera menyambar kunci dan bergegas menuju Kompleks Anggrek tersebut .


___


Aira mulai kelelahan , Sudah beberapa jam yang terkurung di sini . Sepi,gelap dan pengap . itu membuat dadanya begitu sesak, Hanya ada jendela kecil di dinding bagian atas. Ia bingung harus berbuat apa . Perlahan kakinya melemah , ia merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Menangis ? Ya tentu saja, ia menangis saat ini . Rambut yang acak-acakan , tangan yang berdarah dan bajunya yang kotor seolah melengkapi penderitaannya saat ini . Ia kesakitan , ingin sekali ia berteriak meminta tolong . Tapi , rasanya itu sangat mustahil. mulut tertutup lakban dan dia benar-benar tidak bisa apa-apa . wajah cantiknya mulai pucat akibat Dia tidak makan apapun seharian ini .yang bisa ya syukuri hari ini adalah , dia masih memakai sepatu, jadi setidaknya Kakinya masih mampu untuk berjalan atau menendang orang-orang brengsek Yang berani menculiknya itu.


BRAKK!

__ADS_1


Pintu terbuka dengan kasar , Aira merasa lega . batinnya berkata bahwa seseorang telah dikirimkan Tuhan untuk menyelamatkan hidupnya . Pintu terbuka lebar dan betapa terkejutnya Aira , karena yang datang bukanlah penyelamat atau semacamnya . Yang datang adalah orang-orang yang semalam menculik Aira. orang-orang itu kini menyeret Aira keluar , Aira memberontak. Tapi kekuatannya yang tidak cukup sebanding dengan orang-orang yang membawanya itu hingga akhirnya ia hanya bisa pasrah dan terus berdoa agar keajaiban datang .


Mereka membawa Aira di atap Kompleks anggrek . Membawa Aira di sana dan mendorong air agar duduk di sebuah kursi Lalu mereka kembali mengikat Aira . Sehingga Aira hanya bisa duduk dan pergerakannya pun semakin terbatas . Beberapa orang itu melangkahkan kakinya mundur ketika seorang laki-laki dengan jas yang rapi dan wajahnya yang terkesan seperti mafia datang menghampirinya.


' Mungkinkah?... 'batin Aira


Lelaki yang mengitari Aira perlahan mundur . Mereka memberi jalan pada lelaki kekar dengan wajah Mbak mafia yang baru saja datang itu. Perlahan dan akhirnya Akhirnya bisa melihat dengan sempurna wajah lelaki itu. Lelaki itu tengah berhadapan dengan Aira , pengawalnya yang lain berada beberapa meter di samping kanan dan kiri .


Lelaki itu mengenakan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya , kemudian ia melepas kacamata hitamnya dengan perlahan .


Ketika lelaki itu membuka kacamatanya, Aira benar-benar terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ia saksikan ini . Telah kita sebut mengingatkannya pada kejadian 2 tahun yang lalu .


' Apa ? Sialan ! Orang ini!' batin Aira kesel .


Aira terus menatap tajam pada lelaki yang tengah tersenyum sinis padanya . Perlahan pria ini mendekat dan membuka lakban Aira Dengan sangat kasar .


"AKHH!" jerit Aira kesakitan.


~ Bersambung

__ADS_1


__ADS_2