
"Hai Aldi ! Kemarilah cepat ! Raffi memiliki lelucon yang benar-benar membuat perut itu sakit!" seru Reza.
" Apa ? Aldi ?" Tanya Aira dan membalikkan badannya .
" Kemarilah dan bermain bersama kami, jangan hanya Bengong di situ" ucapan Aira .
Hanya senyuman yang diberikan Aldi , lalu Aldi pun segera duduk di kursi yang kosong tepat di sebelah Aira .
" Al ... Ada Apa Denganmu ? Kamu terlihat lelah , apa ada masalah?" tanya Reza .
"Hmm? Tidak , aku tidak apa-apa , kenapa ?"Tanya Aldi .
" Aku merasa kalau kau sedang stres , lihatlah kau bahkan tidak nafsu untuk berbicara . Padahal biasanya kau marah-marah jika kami keluar tanpa mengajakmu ."
" Aku sebentar apa denganmu Reza , kenapa ? Kenapa dengan wajahmu ? Apa terjadi sesuatu?" sahut Aira dan membuat Aldi mengulum senyum .
" Hai Reza ! aku mau bicara denganmu !" ucap Aldi kemudian .
" Aku dan Aira sedang berkencan , apa kau ada masalah dengan hal itu? Kau tidak akan marah bukan ?"
" Apa ?" Ada jeda sebelum Reza membalas ucapan Aldi.
"Ah, jadi benar . Aku sudah tahu! aku sudah mendengarnya , lalu kenapa?"
__ADS_1
" Aku hanya ingin memberitahu ..." ucap Aldi menggantung .
" Kamu kenapa? Apa ada masalah ?" tanya Aira perhatian .
" Tidak, aku hanya sedikit lelah saja . Kamu nggak usah khawatir ya "
' Tidak usah khawatir apaan ya ? kaulah yang akan membuat orang hebat nanti 'batin Raffi mendesah.
___
Hari ini , Aldi berniat mengajak Aira untuk pergi berkencan . Menghilangkan penat dengan melihat senyum yang dimiliki Aira akan lebih baik daripada langsung pulang dan bertemu dengan seseorang yang ia anggap sebagai penyihir jahat seperti di dongeng-dongeng .
" Aku akan berkencan dengan Aira, kalian bisa pergi lebih dulu " ujar Aldi ketika semuanya bangkit dari kursi.
" aku tahu aku tahu... " ucap Aldi mengiyakan ucapan Reza .
" Ayo Reza ! Kita harus pergi! sebelum Evil ini mengamuk karena kita akan mengganggu kencannya dengan Sang Putri " ejek Raffi .
" Kau benar!" Mereka pun Beranjak Pergi Meninggalkan Aira yang masih tersipu malu karena ucapan yang dikatakan Raffi .
" Ayo !"Aldi mengeluarkan tangannya .
" Apa ? kita mau ke mana?" tanya Aira .
__ADS_1
" Kemanapun kaki kita melangkah , ayo cepat !"
" Iya aku mengerti, tapi tanganmu ?"
" Dasar kau ini ! Aku mengundurkan supaya kau menerimanya dari kita akan berjalan sambil bergandengan tangan , apa kau tidak tahu akan hal itu ?"
" Apa kau yakin ? Bagaimana dengan para fans mu itu ? Mereka pasti akan marah " Aira balik tanya.
" Sayang, Kenapa kamu mempermasalahkan mereka? Kamu membuatku semakin gemes aja! Hai cepat pegang tanganku atau aku akan menciummu sekarang!" Aldi mengeluarkan Evil smirk-nya
" Coba saja kalau kau berani! Lagi pula ini itu tempat umum. Aku tidak akan terkecoh dengan ancaman yang hanya omong kosong!" Tentang Aira.
" Oh begitu...." Aldi menatap Aira dengan lekat. Hadi mendekatkan wajahnya dengan Aira.
" Apa kau yakin aku tidak akan berani? Bagaimana jika aku berani?" Andi tetap menatap Aira lekat dan lebih mendekatkan wajahnya dengan aira.
"A...Pa?" Aira mulai panik dan salah tingkah.
" Al.... Kamu benar-benar tidak akan melakukannya kan?" Tanya Aira yang semakin mundur untuk menghindari wajah Aldi.
Aldi hanya menggelengkan kepalanya, dan lebih mendekatkan wajahnya. Jantung Aira berpacu lebih cepat, pikirannya menjadi kacau. Bingung, apalagi kini bangku panjang yang ia duduki semakin habis. Ia berada di ujung bangku.
'bagaimana ini? Oh iya tangan, Iya tangan;batin Aira.
__ADS_1
~Bersambung