Aira

Aira
Episode 13


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan dirinya, burung-burung yang berada di sekitar taman rumah sakit mulai mengeluarkan suara Merdunya . saling bersahutan seakan memamerkan suara yang mereka miliki pada seisi dunia . Aira mengatakan matanya beberapa kali dan mulai menormalkan kembali penglihatannya , ketika ia bangun yang pertama kali lihat adalah sosok Aldi yang masih tertidur dengan memegang tangannya . daerah pun menjadi begitu bahagia dan juga gugup, dia sungguh senang dengan apa yang Aldi lakukan saat ini .


" cantik!"Ucap Aldi pelan.


" apa?" Aira terkejut karena suara Aldi ,


" kok terlihat cantik ketika tersenyum ..."Aldi masih tetap menentukan banyak dan menyunggingkan senyumnya .


Aira membulatkan matanya tidak percaya . ' Bagaimana bisa dia tahu kalau aku sedang tersenyum ' batin Aira .


" iya... aku tidak tahu galau saat ini kau sedang tersenyum " ucap Aldi lagi .


" apa ? Aish... apa kau ini peramal ? Bagaimana bisa kau membaca pikiranku ?" akhirnya harus tidak percaya dengan Aldi, Ia juga segera melepas genggaman tangan Aldi dan mengalihkan pandangannya .


" Dasar bodoh! aira bodoh! Harusnya Aku tidak perlu tersenyum tadi , AAish bodoh bodoh..' ucap aira dalam hati.


Aldi perlahan membuka matanya. " Sudahlah ... jangan meruntuki dirimu sendiri . lihat kau akan terlihat lebih lucu Jika seperti ini" goda Aldi dan semakin membuat aira kesal.


" apa? kau! Aish... bener-bener , bagaimana bisa aku bertemu dengan laki-laki sepertimu ? Lalu bagaimana bisa semua gadis tertarik lagi aneh seperti ini ?!"


" Apa katamu ? Lihatlah ketampananku ini Aira ... kau seharusnya bersyukur!" aldi mulai beradu pendapat dengan Aira.


"Hoam... Apa yang sedang kalian lakukan? Kenapa kalian berisik sekali pagi-pagi seperti ini ?" Rian bersuara terasa ketika semuanya menatap Ryan .


"apa ? Aira..." Rian segera beranjak dari sofa dan memeluk erat Aira .


" syukurlah kau sudah sadar, Kenapa kau tidak bilang padaku jika kau sudah sadar ? apa kau tahu ? aku begitu khawatir padamu ."


entah kenapa, Aldi merasa sangat iri dan marah pada Ryan. Iya juga tidak habis pikir kenapa Rian mudah sekali memeluk Aira .


" apa? apa-apaan ini ? apa mereka gila ?"


"Hei! hentikan ! Ini bukan dari Uni SMA atau semacamnya. Jadi Berhentilah perhatikan seolah-olah Kalian sedang pacaran" Aldi melepaskan pelukan Rian dengan kasar

__ADS_1


" Apa bahan kau ini? Aku kan sedang merindukannya. Aku sangat merindukan ayah..." Rian membuka tangannya dan berniat memeluk Aira sekali lagi. Tapi secepat kilat Aldi menghentikannya.


" itu... sebaiknya tidak boleh berlebihan... Lihatlah aku sudah baik-baik saja sekarang, aku sudah sehat" ucap Aira.


" Apa kau sudah lihat? Jika dia baik-baik saja" Aldi menyunggingkan senyumnya.


' yes, Aira kau bener-bener pintar, dan membiarkannya memelukmu lagi... eh tunggu apa yang sedang aku pikirkan? Benar-benar tidak akal. Ahhh... Aku bisa gila." pikir Aldi.


"Kira-kira Kapan aku boleh pulang? Aku ingin cepat pulang dan bekerja . masih ada banyak pekerjaan yang harus aku lakukan" ucap Aira.


" kau tidak boleh bekerja titik." jawab Aldi .


"Cih... kau ini siapa ? berani sekali mengaturku ! pokoknya aku mau pulang besok pagi !" Aira. tetap bersih keras ingin pulang.


" kau harus beristirahat sampai ketemu orang " aldi bersuara dingin.


" apa ? aku sudah sehat ! Lihatlah ! lihat tubuhku ! hanya bisa saja yang mengenaiku ! aku tidak serabut yang kau pikirkan tuan " Sangga aira . Aira perlahan turun lebih panjang dan memperlihatkan bahwa ia benar-benar sehat dan baik-baik saja. namun, ketika ia berdiri tubuhnya terasa lemas dan gemetar . Iya juga tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya . namun , sekuat tenaga airnya terus berusaha agar bisa berdiri tegak dan tidak memperlihatkan kakinya yang gemetar. Belum lama, setelah aira berdiri .


" astaga ! Aira ... Apa kabar baik-baik saja ?" tanya Rian yang kaget .


"iya... aku... kakiku."


"Bukankah sudah kubilang? kalau kau harus tetap disini sampai benar-benar sembuh ?! Kenapa kau begitu keras kepala ?" Aldi mengangkat Aira dan menurunkannya di ranjang.


" tapi ... aku ingin pulang , aku tidak suka berada di sini " ucap Aira lirih.


" Sudahlah Ira kita tunggu saja dokter biar dia yang menentukannya oke . menurut saja pada kami ya " Balas Rian .


CEKLEK~


seorang lelaki baru bayar memakai jas putih dengan kacamata minus yang bertengger indah di hidung mancungnya datang . di belakangnya lelaki itu terdapat seorang wanita cantik yang membawa obat serta makanan untuk Aira .


wanita itu kemudian menyonggengkan sebuah senyuman untuk memperlihatkan keramahannya .

__ADS_1


"OH... paman ... " Rian dan Aldi pun menundukkan kepalanya.


" iya... biarlah aku periksa dulu ya " pria yang tak lain adalah ayahnya Irwan itu , dengan memeriksa Aira menggunakan stetoskop . Iya juga memperhatikan mata Ira dengan senter dan memastikan bahwa Aira baik-baik saja ."


"Bagus...apa yang kau rasakan saat ini ?" Tanya Dokter pada Aira.


"Aku... kakiku ... dan tubuh ku terasa lemas . semuanya seperti bergetar berdiri pun berat bagiku " jawab Aira .


"Ah... Itu... itu... itu sudah biasa terjadi , itu karena tubuhmu masih terkejut dengan apa yang terjadi kemarin. kau hanya perlu istirahat yang cukup , Minum obat ini , makan yang banyak dan semuanya akan kembali normal. Oh iya , tapi apa akhir-akhir ini kau merasa pusing ?" Tanya Dokter yang sedang menjelaskan disertai senyuman .


" pusing?" Aira sejenak berpikir dan kembali menjawab ketika ia menemukan Sebuah Jawaban yang tepat .


"iya... aku pikir juga begitu, terkadang aku sangat pusing hingga membuatku tertidur. Entah kenapa dengan kepalaku , tapi itu cukup sakit ."


"Ah... aku tahu. lalu apa kau juga punya banyak masalah ? atau ada sesuatu hal yang sedang membuatmu merasa terbebani ?" tanya dokter lagi.


"Em... itu."


" Kenapa dok ?apa Aira punya penyakit parah ?" tanya Rian tidak sabar .


"Iya... ada sesuatu dengannya?"timpal Aldi.


" tidak , merasa dia sedang stres . banyak pikiran hingga membuatnya merasa pusing kepala yang hebat . bahkan bisa pingsan, dia juga kecapean. Apakah juga sering telat makan ?atau jangan- jangan kau juga jarang makan ?"


" itu... Ah. Kurasa iya, aku ada satu hal yang mengganggu dan ... terkadang pekerjaan yang baru ku lupa makan . tapi bagaimana dokter bisa tahu ?" tanya air apa dasar .


" sebagai dokter , aku tentu tahu dan tidak asing dengan raut wajah dan tubuh manusia . aku juga sudah merawat jutaan pasien, hal itu juga terkadang membuatku mengerti pasien tanpa ia ceritakan padaku. jadi aku sudah terbiasa dengan hal ini , Aku akan memberimu obat dan kuharap kau pergi berlibur untuk menenangkan kepalamu "balas dokter.


"Ah... baiklah , terima kasih dok . tapi kapan aku bisa pulang? Bagaimana jika besok ? Apa kau sudah memperbolehkanku pulang ?"


"Em... seharusnya kau harus pulang 2 atau 3 hari lagi . tapi , aku rasa kau cukup kuat dan aku juga tidak mau membebani pasienku karena tersiksa berada di tempat seperti ini . jadi, aku mengizinkanmu pulang besok , tapi kalian berdua.." ucap dokter itu mengarahk telunjuknyanpada Aldi dan Ryan.


~ Bersambung

__ADS_1


__ADS_2