
"APA?? Woahh... berani juga kamu ya" Ardi Santoso memberi tepuk tangan untuk Aira.
" Kalau begitu tidak ada lagi alasan untuk kamu tetap hidup di dunia ini" lanjut Ardi Santoso lalu mengambil sebuah tongkat baseball yang telah di persiapkannya dari tadi.
' Ya Tuhan selamatkan aku' ucap Aira dalam hati.
Aira berusaha kuat menghadapi semua ini. Ia berusaha tetap pada pendiriannya, meskipun saat ini ia sangat takut dan hampir menangis .
"Ayo katakan maaf dan katakan bahwa kamu akan menjauhi Aldi. Aku akan membelikan tiket pesawat untukmu " ucap Ardi memberi penawaran kepada Aira .
" Bukankah sudah kubilang Aku tidak akan pernah meninggalkan Aldi, Cuih... !"
Aira memberanikan diri dan kembali meludahi Ardi Santoso. Tentu saja hal ini membuat Ardi Santosa semakin marah dan menendang kaki Aira dengan sangat keras , hal itu membuat Aira menjerit ke sakitan.
"AKHHHH!!.." jerit Aira .
" Rasakan itu, itu balasan karena sudah berani melawanku !"
Aldi Santoso tersenyum dengan penuh kemenangan, tapi tiba-tiba saja.
Drrrttttt.... Dddrrrtttt....
Ponselnya berdering , dengan secepat kilat ia mengambilnya dari satu celana lalu mengangkat telepon tersebut.
" Halo !" ucapnya
"Ah, iya. silakan datang saja ke kantorku. 15 menit lagi aku akan di sana " ucap arti satu dengan orang yang di seberang sana .
Ardi santoso segera menutup teleponnya. Lalu menyerahkan tongkat baseball kepada pengawalnya .
" Habisin dia ! Aku ada urusan !" pemerintah Ardi Santoso pada para pengawalnya, hanya anggukan yang mereka lakukan untuk membalas arti Santoso.
Semakin ketakutan, gaya tidak sadar cairan bening yang ia tahan sedari tadi akhirnya tumpah juga. dan terbentuk lagi , ia menahan sakit dan amarahnya.
"Ardi Santoso brengsek !!!" Ucap Aira kemudian dan berhasil membuat langkah Ardi Santoso berhenti.
" Habisi dia ! " titah Ardi Santoso pada pengawalnya .
__ADS_1
Tanpa disadari oleh Aira, pengawal tersebut telah mengayunkan tongkat baseball berwarna abu-abu itu.
Tongkat bisbol itu mengayun dengan indah hingga akhirnya Aira merasakan sebuah benturan keras yang membuat kepalanya merasakan sakit yang sangat luar biasa, tapi ia tetap mencoba menahannya.
"AKHHH!!!" Dia berteriak kencang dan setelah itu ia tidak bisa merasakan apa-apa selain.
" Bagus, !" Ucap Ardi Santoso.
""LANJUTKAN APANYA?" Sahur seseorang dengan suara yang penuh dengan amarah. Ardi Santoso dan para pengawalnya yang bersiap untuk memukul Aira sontak berbalik dalam pintu dan betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui bahwa itu adalah suara dari seorang aldi Prasetya.
'Gawat!' batin Ardi santoso.
___
30 menit sebelumnya.
" Bagaimana ini? Jalanan macet ! " sungut Aldi .
" Kita putar balik ! Irwan , kamu dengan mobilmu cepat putar balik ! Ayo kita cari arah lain " ujar Raffi pada Irwan yang sedang menyetir.
" Baiklah" balasnya dan segera mencari cara agar bisa keluar dari kemacetan ini .
Tidak berapa lama , mereka sampai di tempat yang mereka tuju, Kompleks anggrek . Kompleks tersebut benar-benar kosong mirip dengan kota mati . Dengan hati-hati mereka memamerkan mobil agar tidak ada yang mendengar suara mereka , sehingga mereka bisa menyusup masuk ke dalam dan tidak ketahuan oleh mereka .
Mereka berhasil dan segera mencari Aira, mereka memasuki bangunan tersebut , dicarinya di setiap sudut tempat tersebut tapi hasilnya nihil dan itu membuat Aldi semakin kesal .
"Ayo kita cari ke atap " ucap Raffi .
Tidak ada balasan dari yang lain , tapi mereka pun segera bergerak menuju ke atap gedung, mereka bergegas menuju atap Kompleks Anggrek itu.
"AKHHH!!"
"Ai... Aira !" mendengar teriakan yang tidak asing di gendang telinganya , Aldi berlari secepat mungkin menuju atap dan disusul oleh teman-temannya yang lain .
Aldi dan teman-temannya menatap mereka dengan tatapan tajam dan bersiap menyerang mereka semua . tidak mau kalah, Ardi Santoso pun akhirnya bersikap wajar dan menatap mereka balik dengan tetapan yang merendahkan .
Selain itu, beberapa pengawalnya pun mulai bergerak ke samping kiri dan kanan Ardi Santoso . Kebetulan sekali pengawal saat itu terdapat 5 orang jadi mudah bagi Ardi Santoso untuk kabur dan terhindar dari kasus .
__ADS_1
"Kau! Tuan Ardi Santoso? Ayah dari Gita? cih" Aldi meludah tempat di depan Ardi Santoso.
"Hah... Ternyata kelakuanmu juga sama seperti pacarmu. Suka meludah seperti anjing, membuat tanganku gatal hingga aku tidak sengaja menampar nya." balas Ardi Santoso tidak mau kalah.
"APA?? KAU APAKAN AIRA!! DASAR BRENGSEK!! DIMANA AIRA!!" teriak Aldi frustasi .
Rahangnya mengeras, urat-uratnya bermunculan , tangannya pun mengepal menahan semua emosi .
" Habisi mereka ! Aku ada keperluan " perintah di Santoso dan segera berlalu meninggalkan mereka .
"APA? MAU KEMANA KAU!!" Aldi berusaha mengejarnya tapi ia kalah cepat. Pengawal Ardi Santoso lebih dulu menahannya . Hingga akhirnya pertarungan hebat pun tidak bisa dihindari lagi.
" Ayo! Sudah lama aku tidak berolahraga " ucap Irwan pada teman-temannya .
" Kamu benar ! Kalian sungguh membuatku kesal !" sahur Raffi.
"Ayo sini Maju kali semua akan ku Habisi kalian!"
Pertengkaran hebat pun tidak bisa dihindari mereka saling memukul terlebih Aldi saat dia sangat bersemangat untuk menghabisi orang-orang yang telah berani menyiksa Aira.
" Aldi .. Jangan Bunuh mereka! Cukup buat mereka pingsan saja " teriak Raffi
" Kau benar , aku juga tidak berniat menjadi pembunuh" ujar Aldi . Ia memukul dan memberi bogeman pada orang-orang tersebut. Sembari memukul ia menyapu pandangannya dan melihat Aira yang tengah tidak sadarkan diri yang terikat di sebuah kursi .
" Apa ? Aldi... Selamatkan dia ! Biar kami yang tangani mereka ." perintah Irwan .
" Baiklah."Aldi pun segera berlari ke arah Aira . seperti orang kesetanan Aldi memukul bahkan menendang Siapa saja yang berani menghalangi jalannya .
Ketika tiba di depan Aira yang sudah terlihat pucat dan tidak sadarkan diri. Ia segera memeluknya , menempuh-nepuk pipi Aira berharap ia akan bangun . Tapi hasilnya sia-sia Aira tetap tidak bergeming dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun .
Secepat kilat Aldi segera melepas tali-tali yang mengikat aira. Aldi memutus tali tersebut dengan , kasar hatinya terasa tersayat ketika mengetahui gadisnya sekarang berpenampilan sangat menyedihkan . Wajah cantik yang berubah pucat . terdapat aliran darah yang mengalir dari luka di kepala daerah.
Sudut bibir Aira juga sedikit lecetm tangannya pun terlihat berdarah akibat gesekan tali.
" Kumohon !"
"Al.. Bagaimana?" tanya Rian khawatir.
__ADS_1
~ Bersambung