Aira

Aira
Episode 19


__ADS_3

Aira menutup mata pasrah dambil merasakan degup jantungnya yang sedang berpacuh.


'Ya Tuhan selamatkan aku! Apa dia akan menciumku sekarang? Bagaimana ini...' batin aira berteriak.


Aira tidak bisa berbuat apa - apa. Ia akhirnya pasrah dan membiarkan bibir Aldi mendekati bibirnya. Hingga jarak satu sentimeter.


Ponsel Aldi berdering... Aldi mendesah kecewa dan kembali menarik tubuhnya. Aira membuka mata, menghembuskan napas lega, dan sekilas melirik pada pria yang tengah merengut di hadapannya. Aldi menatap Aira kesal. Kemudian , Aldi merogoh sakunya, mengambil ponselnya yang berdering.


"Hallo..."


"Iya aku akan segera pulang."balas Aldi dengan nada dingin dan mematikan sambungan telponnya.


"Wanita sialan itu..."ujar Aldi pelan.


Aira menatap Aldi, ia melihat Aldi menggenggam ponselnya dengan begitu kuat. Rahang Aldi pun terlihat mengeras, raut wajahnya memperlihatkan luka dan amarah.


Awalnya Aira sangat ragu untuk bertanya. Tapi, akhirnya ia memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Al?..." Aira memegang tangan Aldi.


"Jangan sentuh aku!"Aldi menepis tangan Aira kasar.

__ADS_1


"Auhc..." Aira kesakitan. Aldi baru sadar kalau dia telah menyakiti Aira, gadis yang di cintainya. Aldi segera meminta maaf dan melihat keadaan gadis itu.


"Maafkan aku... Aku tidak tau kalau itu adalah kau. Apa kau baik - baik saja?"tanya Aldi khawatir.


"Iya. Hanya sedikit merah, nanti juga akan hilang. Apa yang sedang kau pikirkan? Ada apa? Apa kau ada masalah?"tanya Aira. Aldi hanya menjawabnya dengan senyuman dia berusaha menutupi masalahnya yang sedang terjadi.


"Jika au sedang dalam masalah, beritahu aku. Aku akan membantumu sebisaku. Ingat aku akan selalu ada di sisimu dan selalu siap mengulurkan tangan untukmu."


"Terima kasih.. Tapi sungguh aku tidak ada masalah apa pun, aku baik - baik saja." Aldi mencoba meyakinkan Aira.


'Maaf aku belum bisa menceritakan masalahku padamu..'batin Aldi menatap Aira.


____


Setelah melihat merek, pria itu mengambil ponselnya dengan ceat dna menekan beberapa angka.


"Hallo nona... Saya sudah menjalankan misi mengintai mereka dan saya mendapatkan informasi yang sangat menarik" ucap pria itu tersenyum licik.


"Apa cepat katakan!" desak wanita di sebrang saa dengan tak sabaran


"Mereka telah berpacaran nona."ujar pria itu lantang.

__ADS_1


"Apa? Cih... Aku akan membalasmu Aira.. Aku tidak akan diam saja! Sebentar lagi kebahagiaanmi akan ku jadikan kesengsaraan! Lihat saja nanti" balas gadis itu kemudian memutuskan sambungan telponnya dengan kesal.


___


Aira menyusuri koridor kampus menuju perpustakaan. Tubuhnya terus bergerak gerak dengan riang seakan dia sedang menari di taman bunga. Senyumnya pun terus mengembang di wajahnya.


Beberapa mahasiswa memperhatikan tingkah Airah dengan tatapan aneh, tapi mereka hanya mengabaikannya saja. Tapi menurut Aira wajar kika mereka seperti itu karena mereka juga pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.


"Hai kakak..."Aira menyapa penjaga perpustakaan


"Hai... Aira, ada apa denganmu? Kulihat kau sedari tadi senang sekali? Apa sedang menang lotre?..."


"Apa? Tentu saja tidak kak. O iya.. Kak aku mau mengembalikan buku ini, terima kasih."ujar Aira sembari melangkahkan kaki keluar perpustakaan.


"Aneh sekali. Belum pernah aku melihatnya sebahagian itu. Kenapa dia?"ujar penjaga perpustakaan dengan rasa penasarannya.


___


Aira duduk di sudut kantin yang dekat dengan jendela. sembari menunggu pesanannya , ia menikmati pemandangan kampus yang dipenuhi oleh mahasiswa dengan berbagai aktivitasnya . ketika ia melihat beberapa pasangan Tengah berlalu Lalang di hadapannya , pikirannya pun mengingatkannya pada Aldi .


" kau di mana?" Lirih Aira

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2