
Aldi menuruni anak tangga yang meliuk indah di rumahnya . Tapi, ketika akan keluar dari rumahnya tersebut. Ia begitu terkejut karena Gita dan ayahnya telah sampai di rumahnya. Bahkan saat ini Ibunya dan ayahnya Gita sudah saling memberi salam .
" Aldi..." teriak Gita dengan wajah sumbringahnya. sekolah yang sedang memenangkan jackpot yang sangat besar.
Tapi, Aldi hanya diam . Ia terdiam dan memandang Gita dengan tetapan datar. Aldi tetap berjalan mendekat , tapi kali ini tidak dengan langkah yang bersemangat . Aldi berjalan dengan langka yang malas.
" Sayang ..." sapa Gita yang mulai mendekat padanya . Pada hitungan detik pun kita bisa melingkarkan Tangannya pada tangan Aldi .
' Apa? Sayang ?Cih...'batin Aldi geram.
Gita mengerek Aldi lembut, memperlakukannya seolah ia benar-benar calon istri Aldi . Aldi berusaha melepaskan tangan Gita yang terus memeganginya .
Ia merasa risih , muak dan kesal terhadap sikap wanita itu. Jijik ? Tentu saja, saat ini Gita lebih terlihat seperti cacing kepanasan yang terus lengket pada Aldi .
" Oh... Jadi ini anakmu yang bernama Aldi ? Senang bisa bertemu denganmu " ucap seorang pria yang tidak lain adalah ayahnya Gita. Pakaiannya yang terkesan sangat formal dengan jas hitam yang rapi dan tampang yang terlihat lebih seperti mafia memberi kesan sangar pada Ayah Gita.
" Iya Pah, dia adalah Aldi " sahut Gita kemudian . meskipun risih, Aldi tetap berusaha bersikap sopan . sebisa mungkin ia menahan rasa kesal dan tetap menjaga harga dirinya di depan Orang lain . Ia tidak perlu bersikap sarkastik , toh Ini pertama kalinya Aldi bertemu dengan ayahnya Gita.
"Hm... Bolehkah saya meminjam gita sebentar ?"tanya Aldi spontan. membuat Gita tersenyum senang seolah-olah ini adalah hari yang baik baginya . Gita menatap ayahnya lalu menampilkan wajahnya yang memelas agar Aldi diizinkan membawa dirinya .
"Hm... Baiklah. Lagi pula Kalian juga akan dinikahkan. Jadi apa salahnya?" Tutur Ayah Gita enteng.
" Astaga Aldi ? Lihat kau sudah mendapatkan lampu hijau dari ayahnya Gita , Selamat ya nak" ucap ibunya Aldi dengan nada yang terkesan dibuat-buat.
__ADS_1
" Apa ? Bukankah kau yang melakukan perbuatan ini ? Jadi , tentu saja jika ia merestuinya" ucap Aldi sarkastis. Membuat ayahnya Gita memicingkan matanya tanda bahwa ia bingung.
" Baiklah, ayo" lanjut Aldi dan segera pergi dan diikuti oleh Gita.
____
Aldi menancapkan gasnya dengan sangat cepat . Ia mengemudikan mobilnya dengan ugal-ugalan dan tentu saja membuat Gita berteriak marah padanya.
"Hai apa kau sudah gila! Aku belum mau mati . kamu kenapa ? Apa yang salah? Kamu terlihat manis tadi, tapi sekarang ? Aldi hentikan mobilnya!" teriak Gita dengan spontan Aldi segera berhenti ketika mendengar kita menyuruhnya berhenti. Ia berhenti lalu turun, sedangkan Gita disibukkan merapikan kembali tatanan rambut nya dan bajunya .
Aldi berjalan menuju ke pintu mobil samping Gita, Iya lantas membukakan pintu untuk Gita . Masih dengan tatapan dan kata-kata datar ia menyuruh Gita untuk turun. tentu saja kita dengan senang hati turun . Kemudian pintu ditutup dengan kasar oleh Aldi .
" Kenapa? Ada apa denganmu ?Ah... Aku tahu kau seperti ini karena kau kalah dariku bukan ? Hahaha ...Sudah kubilang Kamu tidak akan pernah bisa berhasil " ucap Gita dengan nada menyindirnya. Aldi hanya tersenyum , Ah... Bukan tersenyum tapi ya malah mengeluarkan Evil smirknya. Seolah ia Tengah menertawakan gita.
"Apa maksudmu ?"
" Aku bilang kau itu bodoh , aku kalah darimu ? Jangan bermimpi kau Gita ?" ujar Aldi lalu berjalan menuju tempatnya untuk menyetir . Aldi berjalan pelan agar kita tidak menyadarinya sehingga ia bisa kabur secepat mungkin .
" Tentu saja kamu kalah! Bagaimana tidak ? Aku dan ibumu berhasil menyekap Aira Dan jika kamu berani macam-macam sudah dipastikan air akan mati ! Ingat itu Hahaha ..."
Gita menyilangkan kedua tangannya di dada menatap Aldi yang tengah terpaku .
" Apa ?" Aldi terpaku dan mencoba berpikir jernih . Ia menghampiri kita lalu mencengkram tangannya dengan kasar.
__ADS_1
" Katakan sekali lagi ! Di mana Aira? Kau apa kan dia ? Mama ? Manusia macam apa kalian? Kalian seperti monster"ucap Aldi yang tidak bisa menahan emosinya.
Gita mengadu kesakitan, tapi ia berusaha untuk tetap kuat ." Woahh... Kupikir ibumu sudah memberitahumu . Tapi ternyata belum ya ? Kasihan sekali kamu Aldi ! Monster? Siapa di sini yang monster ? Aku atau kau ? Berkacalah tuan Aldi kau yang monster ! Kau memperlakukanku seperti ini,, Apa ini bukan sikap monster ?"tanya Gita menantang.
Aldi mengantarkan cengkramannya." Aku? Kalau aku monster lalu kau apa ? Iblis? Ya kurasa itu lebih tepat , kau tahu?Kau benar-benar sangat mengecewakan dan menyedihkan Gita." balas Aldi sarkatis.
" Apa ? "Gita melototkan matanya tidak percaya . Tangannya sudah bersiap ingin menampar Aldi tapi berhasil ditepis oleh Aldi. Aldi memandang Gita dengan sengit.
"Brengsek !!" umpat Gita kesel.
" Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil Aldi dariku, dia hanya milikku
___
Aldi sangat gusar , ia menyetir dengan kecepatan yang sangat kencang sembari menyetir ia mencoba menghubungi Raffi dan teman-temannya termasuk Reza. hanya itu satu-satunya cara agar Aldi bisa menemukan keberadaan Aira . Ia kalang kabut , beberapa kali Bahkan ia hampir menabrak seseorang. merutuk dan terus menyalahkan dirinya.
'Semua ini salahku' batin Aldi sesak .
" Rafi Ayo angkat!"
"Ah... SIAL! Ke mana Raffi dan yang lainnya " Aldi.
Aldi Terus menyetir hingga akhirnya ia sampai di apartemen Raffi . Apartemennya terkunci , tapi untungnya Raffi memberitahu kode rumah pada Aldi . jadi Aldi bisa masuk sesuka hatinya . Ia menekan beberapa tombol dan ketika pintu berhasil terbuka ia melesat seperti jet dan memasuki apartemen tersebut .
__ADS_1
~ Bersambung