
Mungkin saja, ada peluang juga ayah Gita melakukan hal itu dan kemungkinan lain adalah... Gita memang melakukan ini tanpa sengaja dan tanpa sepengetahuan ayahnya. Kamu tahu sendirikan kalau Gita itu orangnya sangat nekat." Irwan menanggapi ucapan Aldi.
"Yah, bisa juga. Jadi, ini berpeluang 50 : 59. Tapi, masih ada kejanggalan lain juga. Apa sebenarnya yang terjadi? Jika ini masalahku dengan perjodohan sialan ini. Tapi siapa Beni? Kita harus cari tahu tentang dia!"
"Aldi benar, baiklah aku rasa aku harus menghubungi Zaky dan yang lainnya agar mereka datang kemari. "
"Zaky? Apa dia sudah kembali.?"tanya Aldi, dan Irwan pun mengangguk.
____
"Tuan, aku rasa Aldi dan teman - temannya sedang merencanakan sesuatu. Mereka terlihat sangat aneh dan kini Aldi sudah resmi menjabat sebagi ceo di perusahaan. Ibunya memberikan kekuasaan lebih padanya. " ucapa salah seorang mata - mata Ardi santoso.
"Apa? Bagaimana bisa? Apa dia sudah tahu jika aku memanfaatkan Gita dan ibunya? Tapi, bagaimana mungkin? Itu tidak mungkin! "Ardi Santoso menyesao cerutunya yang mahal seolah sedang memenangkan pikiran nya.
"Kurasa belum tuan"jawab pengawal itu lagi.
__ADS_1
"Hmm... Baiklah. Dia cukup hebat rupanya. Baru kemarin aku menganiaya kekasih namya. Lalu sekarang dia sudah menjabat? Benar - benar! Kau teruslah awasi dia dan jika ada gelagat yang aneh hubungi aku secepatnya. "
"Baik tuan"
____
3 hari kemudian.
"Selamat tuan Aldi atas gelar barunya" ucap sekretaris Aldi ketika ia menyerah kan map berisi hal - hal penting yang perlu di perbaiki di perusahaan.
Ia benar-benar tidak menyangka bahwa hari inilah ia bekerja dengan perusahaan keluarganya terlebih sebagai seorang CEO.
Aldi bahkan tidak mempersiapkan apapun dan belum pernah Ia berpikir untuk menjadi pemimpin. Dalam usia se.uda ini
awalnya ia menolak, tapi karena Ibunya yang sangat keras kepala. Jadi, tidak tega untuk menolaknya itulah dia sangat membenci jika harus berdebat dengan seorang wanita yang malah akan memperpanjang masalah.
__ADS_1
"Terima kasih" ucap Aldi dengan senyum manis, tentu saja hal tersebut membuat Rona merah timbul pada pipi sekretarisnya tersebut. Setelah sekretarisnya itu keluar dari ruangan Aldi. Aldi segera membuka map dan mengeceknya satu persatu .
Dalam map tersebut tertera bahwa harga saham sempat turun sehingga membuat Para investor kurang tertarik.
Beberapa hal yang juga Perlu diperbaiki dan tentu saja semua itu sudah diprediksi Aldi Sanjaya mendapatkan bukti kuat tentang penculikan Aira . Hal itu tentu saja menjadi kartu As Aldi dan dapat meningkatkan saham serta investornya masih begitu sebenarnya Aldi tidak terlalu tertarik jika bukan karena ibunya dan Aira Aldi mungkin malas untuk melakukan hal seperti ini ini semua ia lakukan untuk membalas Ardi Santoso dan perbuatannya
Aldi menata kembali dan merasa otaknya untuk menemukan cara yang tepat agar ia dapat investor baru dan meninggalkan kembali perusahaannya . Sudah hampir setengah jam dia berpikir tapi hasilnya tetap sama yaitu nihil. Dia mengajak rambutnya gusar dan kesal. Iya kesel Bagaimana bisa seorang Ali bisa kehabisan ide seperti ini. Bagimana bisa? Benar - benar mustahil , Aldi hampir putus asa. Tetapi, entah kenapa ia seperti mendapatkan cahaya dalam kegelapan.
Pikirannyabtiba - tina mendapatkan ide yang cermerlang dan ide bagus. Secepat kilat Aldinpun segera mengambil ponselnya dan memencet nomor.
Susan, meeting hari ini jam berapa;?" tanya Aldi pada sekretarisnya itu.
"Ah baiklah. Segera siapkan berkas. Sejam lagi rapatnya akan di mulai! "balas Aldi di sertai seringaian liciknya.
' Baiklah aku akan mengakhiri semuanya' batin Aldi.
__ADS_1
~ Bersambung