Aira

Aira
Episode 11


__ADS_3

" Permisi tuan ... Apa benar ini tempat yang anda tuju?" pria itu tidak membalas pertanyaan Aira .


Ia hanya menyeringai dan seketika membuat Aira menjadi was-was , dengan segera Ira melepas sabuk pengamannya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu Akhirnya bisa segera pergi. benar saja duga aira , pria itu kini mengambil sapu tangan dan airnya berpikir yaitu adalah bius dan seseorang sekarang Tengah mempermainkannya .


Dengan sikap era segera menepis tangan pria itu , memberikan Bagaimana tempat di hidung pria itu hingga berdarah.


" maaf tuan , tapi kali ini Anda tidak usah membayar tidak apa-apa " ucap Aira Dan segera membuka pintu untuk kabur .


namun baru setengah pintu dibuka , tangan pria itu berhasil menarik Aira hingga Aira mengadu kesakitan. merasa sangat kesal Aira segera memberikan perlawanan . tapi , sapu tangan pria itu berhasil menutupi mulutnya .


Aira merasa sedikit pusing dengan segenap tenaga yang ada ia berusaha menahan nafas dan melepaskan tangan yang sedang membekapnya.


" kenapa kau sangat mudah untuk ditaklukkan ? dasar lemah !" minta pria itu.


mendengar kata-kata yang meremehkan dirinya , amarahnya pun meledak ia kemudian mencakar tangan pria itu Dan berharap agar pria itu melepaskannya .


' berhasil ' Batin Aira saat mengetahui pria itu kesakitan karena kuku-kukunya yang menancap ke tangan pria itu .


"AKHHH!.. kurang ajar!" Bentak Pria itu. dengan tenaga yang tersisa, Aira segera bangkit dan menghajar pria itu,yang hendak keluar dari mobil itu


"Jangan pernah meremehkan ku!Dasar kau brengsek!"Bentak Aira.


Aldi memperhatikan mobil yang ditumpangi Aira dengan hati Bimbang.


"Ke mana dia? Apa yang terjadi?" Kata-kata itu kini memenuhi seluruh kepala Aldi. Aldi bahkan merasa sangat khawatir pada Aira. Namun, Tak Berapa lama Aldi melihat pintu mobil terbuka.Tentu saja hati Aldi lega dan secepat kilat Aldi pun turun dari mobilnya dan Berharap itu ada itu adalah Aira. Betapa gembiranya Aldi ketika yang keluar dari mobil itu adalah Aira. tapi Aldi merasa heran , karena Aira berjalan seperti sedang menahan pusing . akhirnya bahkan hampir jatuh ke tanah , Ia juga melihat seorang pria yang keluar dan hendak mengejar Aira . namun , sayangnya tangan pria itu berhasil memegang Aira . namun, walaupun akhirnya merasa tubuhnya sangat lemah . tapi akhirnya bisa berhasil lepas dari pria itu .


" dasar wanita sialan ! tak tahu diri ! Kau pikir kau siapa? " pria itu memakai Aira dan menjambak rambutnya. Rambut Aira pun menjadi berantakan.


melihat hal itu Aldi tanpa basa-basi mengambil kayu yang tak jauh dari tempatnya dan berlari ke arah pria itu kemudian memukulnya dengan kayu tersebut. Aira merasa sangat lemas akibat pengaruh bius. Ia pun terjatuh, tapi untungnya Aldi segera menangkapnya hingga akhirnya jatuh sempurna diperlukan Aldi. Aldi segera menggendong Aira dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


" Aira kumohon sadarlah... Aira..." ujar Aldi

__ADS_1


Aldi, Raffi, Reza dan Ryan mondar-mandir di UGD. mereka semua mengkhawatirkan Aira . gadis yang baik hati dan selalu ceria itu kini tengah terbaring lemah .


" Al... apa yang terjadi padanya hingga seperti ini ?"Tanya Rian gusar. Aldi hanya membalasnya dengan hembusan berat . Tata pan juga terlihat sedih dan merasa bersalah .


" kau harus bertanggung jawab dengan semua ini ! kau kan yang mengajaknya pergi ?" Reza mulai geram .


" aku juga tidak tahu." ucap Aldi lemah .


" Sudahlah Kalian tidak usah berantem seperti ini , lebih baik kita tunggu dokter dan dengarkan penjelasannya , lagi pula sebentar lagi dokter juga keluar bersama Irwan ." ucap Raffi .


" tapi kenapa mereka lama sekali ? Apa sih yang mereka lakukan di dalam ?" tanya Reza yang sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu .


" entahlah ... mungkin mereka sedang membicarakan masalah keluarga atau keadaan daerah " balas Rian .


"Memangnya dokter itu siapa ?" Tanya Reza yang masih diselimuti rasa penasaran .


" ayahnya Irwan" jawab samar yang tiba-tiba datang


" maaf..." balas samar dengan senyum manisnya.


Aldi membisu, tak ada kata-kata yang dapat menggambarkan suasana hatinya saat ini. ia sangat cemas dengan keadaan Aira . Ia juga menyesal karena sedikit terlambat saat menyelamatkan Aira .


' Aira ... aku mohon bangunlah ...' batinnya sesak .


Raffi dan ayahnya kembali memasuki ruangan UGD dan beberapa mereka pun berharap tidak ada sesuatu yang membahayakan keselamatan Aira.


" bagaimana?" tanya Reza .


" tenang saja . dia hanya terkena bius , tapi aku juga mendapati luka di kepalanya . sedikit memar , dia juga kelihatannya sangat kecapean . kalian tidak membully gadis cantik ini kan ?"


tanya dokter dengan nada menyelidik .

__ADS_1


" tidak !"Jawab mereka bersamaan.


" bius? Bagaimana bisa ? tapi dia tidak apa-apa kan ? kepala ? apa dia mengalami Amnesia ?" tanya Rian.


" iya ... biusnya masih ada. Itulah sebabnya dia masih tidak sadarkan diri . aku telah memberinya infus . setelah ini nggak di sini bisa dipindahkan ke kamar rawat. aku menyarankan agar dia menginap di sini selama dua atau tiga hari . Aku khawatir dengan kepalanya itu. lagi pula dia juga kecapean . jadi Kurasa ini saat yang sangat tepat untuk dia beristirahat" tutur dokter itu .


" Baiklah terima kasih dok." Ucap Aldi dan ikuti dengan yang lain.


" iya"


" baiklah, sekarang aku akan ke ruangan administrasi " ujar Irwan .


" bagaimana dia bisa terkena bius ? apa yang terjadi sebenarnya Al ?" tanya Raffi.


" Apa yang telah kulakukan pada gadis polos Aira ? Apa kau mau cari mati hah ?" Reza mulai kesal


" entahlah ..." Aldi menatap Aira nanar .


" aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi ." lanjutnya.


" tapi bukankah kau bersamanya ? Bukankah aku mengejarnya ?" Reza terlihat sangat marah .


" Reza , Tidak perlu kau marah pada Aldi biarkan dia menceritakan semuanya pada kita ..." kata samar mencoba menenangkan Reza .


" Yes that's right"Tambah Rian .


"Hufhh..." Aldi menghembuskan nafas beratnya.


"Aku hanya mengikutinya, Dia tidak pergi bersama denganku" Jelas Aldi.


"sebaiknya kau ceritakan Semuanya dari awal!"kata Raffi yang mulai penasaran.

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2