Aira

Aira
Episode 15


__ADS_3

" jangan khawatir Aira.... semuanya akan baik-baik saja . aku akan berada di sampingmu" ucap Aldi halus .


"Hiks... aku ...aku rindu dengan mereka Al... Hiks." Aira terus menangis .


"aku akan menemanimu , tenang saja . jangan khawatir , masih ada aku... jadi , Berhentilah menangis ."Aldi melepaskan pelukannya dan dengan lembut menghisap pipi Aira untuk menghilangkan jejak-jejak air mata yang masih tersisa . Aira hanya bisa melihat sisi lain dari Aldi yang menyentuh hatinya . baru kali ini , ia merasakan aman dan nyaman ketika dekat dengan seorang lelaki selain ayahnya.


" kau terlihat jelek dengan air mata yang mengalir seperti itu, jelek sekali " gurauan Aldi membuat daerah berhenti dan mendelik tajam ke arah Aldi .


" Apa katamu ? jelek ? Apakah kamu ..? Apa kau ingin mati ?" Aira mulai kesal .


"Nah... lebih baik seperti ini , aku akan merasa sangat tersiksa jika melihatmu menangis " ucap Aldi dengan senyum manisnya . Aira tidak bisa berkata apa-apa lagi , ia hanya bisa memandangi Aldi dengan heran.


' Bagaimana bisa dia bersikap semantini padaku ? apa dia salah makan ?" pikir Aira bingung .


" Ayo kita pergi . Bagaimana kalau kita makan dulu ? aku akan main traktirmu hari ini" ajak Aldi.


" Eoh?" Aira masih terlihat kebingungan.


___


hari demi hari mereka lalui bersama , meskipun Aira sudah kembali lagi ke rumahnya , mereka tetap berhubungan satu sama lain . Terutama ketika berada di kampus mereka selalu jalan bersama , bertengkar , bercanda , dan menikmati waktu indah mereka berdua . beberapa teman Aldi juga merasa tenang akan hadirnya Aira yang membawa perubahan besar pada Aldi.


perlahan Aldi mulai menyerang bermain perempuan di klub. meskipun Aldi masih belum bisa berhenti meminum alkohol . sifat Aldi akhir-akhir ini juga terlihat sangat baik , hal ini tidak lagi menjadi Aldi yang sinis dan juga dingin . Ali mulai kembali pada sifat aslinya yang dulu . mulai bisa tersenyum dan tertawa , bukan seperti sebelumnya. sungguh perubahan yang sangat menakjubkan dari seorang Aldi


" Hey Evil !" teriak Raffi ketika melihat Aldi duduk di bawah pohon dekat perpustakaan.


"Apa?"


" terus aku mulai kembali lagi ..." ujar Raffi dengan senyum menghiasi wajahnya.


" iya... aku rasa aku bisa merasakan hidup kembali" ujar Aldi dengan menatap langit biru .

__ADS_1


" Apa kau tahu? Aira... gadis yang baik . hanya saja dia terlalu glugu dan terkadang ceroboh Dia terkadang juga mudah dibohongin .... hahaha ..Lucu ya dia "


"kau benar , dia memang lucu ... tapi aku merasa ada sesuatu yang mengganjal di sini ." Aldi menunjuk bagian dadanya.


" di bagian ini... terasa seperti ada yang meledak-ledak. entah kenapa ... tapi sejujurnya aku menyukai ledakan yang terjadi itu , dunia saat itu seakan sedang dipenuhi bunga bunga... benar-benar membuatku bahagia" lanjut Aldi .


" apa? jadi apa kau benar-benar telah jatuh hati pada Aira ?" tanya Raffi menyakinkan.


" entahlah "


" tapi ... apa aku merasakan ada yang hilang dari hatimu . atau ada yang mengganjal di hatimu ketika Aira tidak ada?" tanya Raffi .


"Iya... aku merasakan hal itu . kau tahu ... Aku benar-benar gila karena perasaan , ini tapi aku belum bisa memastikan Apakah Aku Benar jatuh padanya atau tidak."


"Tapi... kurasa kau sudah jatuh padanya deh . selamat matamu terlihat sangat bahagia ketika melihatnya . aku sering melihatmu yang sedang menatap Aira dengan sorot mata yang bahagia " ucap Raffi


" aku juga sangat merindukannya ketika dia menjauh dariku ... aku juga merasakan sesuatu yang ganjal dan hilang ketika ia pergi " jelas Aldi .


" kurasa kau benar-benar telah jatuh padanya , Selamat Evil ." Raffi menyelami tangan Aldi.


" iya... kau telah jatuh cinta ... tapi apa kau tidak kepikiran untuk menjadikannya Kekasihmu ?" tanya Raffi , Aldi acuh tak acuh . bibirnya tertutup rapat dan menyimpan penuh rahasia .


"entahlah ... hanya saja, dia bukan tipe wanita seperti yang lain ya . dia bukan tipe wanita yang akan memberikan hatinya kepada sembarangan orang . lagi pula aku belum yakin sepenuhnya dengan perasaanku ini "


" Astaga ... kau ini . bagaimana bisa seorang Evil takut terhadap hal sepele seperti ini ? setidaknya aku harus mencobanya sebelum ada lelaki lain yang mendahului "Raffi beranjak dari tempat duduknya .


"Hahhh... beruntunglah kau , sudah memiliki pengganti mawar. Seharusnya aku ambil kesempatan dari Tuhan ini. "Sebelum orang lain mengambil orang yang kau sayangi seperti dulu." Raffi menepuk bahu kiri Aldi dan segera pergi meninggalkan Aldi yang masih terkejut dengan ucapan Raffi.


' iya... Kurasa aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi' gumamnya ada segera berlari mengejar Raffi.


" Raffi! Tunggu!" Teriakannya setengah berlari

__ADS_1


Aira melap gelas-gelas bertangkai di rak meja tangannya dengan lihai melap dan membersihkan nya dan hingga bersih dan tak berdebu. Secepat kilat dia membersihkan gelas-gelas mewah itu Dan berharap pekerjaan paru waktunya selesai.


"Haah..." Aira menghembuskan nafas beratnya. Mata indahnya menyapu pandangan di sekitarnya, Aira berdiri ngeri dan merasa jijik dengan apa yang ia lihat di hadapannya. Cih..." cibernya setelah menyelesaikan urusannya dengan gelas-gelas mewah itu. Kini, ya harus menjalani pekerjaan biasanya melayani para pecandu alkohol untuk memberi Mereka minum. Meskipun hal ini sudah biasa ia lakukan, tapi Aira terkadang merasa sangat menyesal karena harus bekerja di tempat seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi?


Hanya di sinilah ia bisa mendapatkan gaji yang lumayan besar.


" Aira ke sini cepat! Berikan Tuan ini Wine sherry" tunjuk Ragil.


" Iya tunggu sebentar,kka" Aira menjawabnya lemas.


Hey!!! Ragil berteriak jengkel ." apa? aku salah? Hahaha" budaya lari dari Ragil agar dia tidak mendapatkan balasan dari Ragil . Ragil masih saja berteriak berteriak memarahi Aira. namun,Aira tidak mengubris


"Kau lebih tua dan lebih baik di sini . jadi b"isa dibilang kalau kau adalah seniornya Club jadi bisa dibilang Kau adalah senior di klup ini. jadi aku bilang aku adalah senior di klub Menjengkelkan ini ."balas Aira .


"Kyaaaa... "Ragil berteriak jengkel .


" apa? aku salah ? hahaha " goda Aira kemudian segera laridari Ragil lagaria tidak akan mendapatkan balasan dari Ragil . Ragil masih saja berteriak-teriak marah . namun , Aira tidak mengubur hal itu , lagi pula di klub suaranya keras.


DJ cukup keras dengan membuat Aira tidak mendengar apa yang diucapkan orang gila. Aira terus berjalan melewati beberapa orang yang sedang mabuk dan memberikan tarian erotis yang aneh untuk mencari tuan yang meminta uang seri .


" apa-apaan mereka ? menjijikkan sekali ." gumam Aira .


"Ah wine ini wine Sherry... Aldi ynag biasanya juga seneng dengan wine ini. Diama dia ? Biasanya dia datang kesini?! aku ingin melihat senyumnya. Eh.... senyum? Untuk apa aku memikirkn dia! Hush hush !!! pergi sana.." gumam Aira kesal.


Aira telah beraada beberapa langkah dari hadapan pria yang sedang memesan wine Sherry. Alunan DJ yang keras dan lampu disko yang temaram. membuatnya sedikit ke susahan untuk melihat wajah lelaki di hadapannya ini.


Namun, ia merasa tidak terllu sing dengan lelaki yang saat ini memakai jas hitam itu.


' Kurasa dia tidak asing.. Tapi... siapa ya?' pikir Aira.


" maaf tuan... Apa benar Anda yang memesan when sherry?" Tanya Aira sedikit berteriak. Meskipun lampu disko tamaram, Aira masih bisa melihat bibir pria yang sedang tersenyum itu. Pria itu tersenyum seakan ada hal yang lucu.

__ADS_1


' apa-apaan dia? Apa ada yang lucu? " batin Aira


~ Bersambung


__ADS_2