Aira

Aira
Episode 21


__ADS_3

Aldi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia terus melaju menyusuri kota menuju ke tempat yang telah Ia sepakati dengan Raffi melalui telepon. Ia mempercepat langkahnya dan mencari sosok Rafi di bawah lampu yang remang-remang .


Aldi segera menuju sebuah sofa panjang berwarna merah di pinggir ruangan . Ia melihat Raffi dengan menegak segelas anggur bersama teman-temannya .


" Kenapa harus di sini? Ini terlalu berisik !" ucap Aldi dingin.


" apa ? Aldi ... Maaf saat kau telepon tadi , aku sudah berada di sini. aku bosan di rumah, jadi Malam ini aku putuskan untuk bermain. kenapa ?" terang Raffi .


" Apakah sudah tahu, jika ia kembali ?" tanya Aldi mencoba untuk meyakinkan .


" Ya aku tahu... Aku tahu ... Aku tahu semuanya kemarin dari Ryan , dia yang bercerita padaku " ucap Raffi enteng .


"Apa? Dari mana dia tahu ? Aku bahkan belum menceritakannya " ujar Aldi tak percaya .


" Tanyakan saja padanya sendiri , sebentar lagi dia juga akan datang . Oh iya , apa kau sudah memberi kabar pada Aira ?"


" Aira? Memangnya ada apa dengannya? Lagi pula aku ..." suara Aldi perlahan mengecil .

__ADS_1


" Oh iya ! Seharian ini aku belum menelponnya . Pasti dia sangat khawatir, aku bahkan sampai lupa . Terima kasih raffiku memang bisa diandalkan "


Raffi menatap Aldi dengan tetapan sinis, " Aish... Dasar bodoh! Kau ini evil macam apa sih ? Tega sekali melupakan kekasih barumu ! Apa kau tahu ? dia begitu mencemaskanmu ."


" Oh baiklah baiklah, biar aku hubungi dia dulu "


" Menghubungi siapa ? Seorang gadis? Garis mana lagi?" sahut seseorang yang tasing lagi diterima mereka berdua . Santai saja , hal itu membuat Raffi dan Aldi menatap ke arah sumber suara dan ... Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati Aira dengan membawa sebuah wine sherry menggunakan nampan dan menatap Aldi dengan ekspresi datar.


"APA?" ucap Aldi dan Raffi bersamaan .


" Kenapa? Oh iya ... Ini wine sherry yang kalian pesan . Selamat menikmati tuan tuan" ucap Aira manis dan meletakkannya di atas meja .


" Oh tidak perlu memujiku tuan ... Aku..."


"Kamu!!! " potong Aldi kesal . Aldi pun segera menarik paksa Aira agar menjauh dari teman Raffi yang itu .


Aldi Terus menarik Aira sangat keras dan memaksanya untuk keluar sejenak dari klub malam yang menyebalkan itu.

__ADS_1


" Sakit! lepaskan! Apa-apaan kau ini ?" ujar Aira kesal .


" Aku ? Kau itu yang apa-apaan ! Bagaimana bisa seorang gadis yang telah memiliki pacar berani berkenalan dengan pria lain dan hal itu di depan pacarnya sendiri lagi ? Apa ini caramu memperlakukan kekasih barumu?" ucap Aldi dengan lantang .


"Aku ? Siapa yang mau berkenalan dengannya? Bodoh! Aku mana mau melakukan hal konyoll seperti itu! Kau pkir aku maniak huh?! Aish... Mernyebalkan . Sudahlah, , aku banyak urusan." ujar Aira.


"Ah maaf... Maaf, Maafkan aku. Tapi apa kau tidak merindukanku?" tanya Aldi,


"Tidak!" balas Aira lantang


"Jangan bohong!


""Apa , mana ada aku bohong. Sudahlah, aku mau kembali kerja dulu."


Aira pun segera melangkahkan kakinya dan kembali menuju club malam.


"Tunggu! " Aldi menarik tangan aira keras dan membuat aira berputar lalu jatuh teat di pelukan Aldi.

__ADS_1


"Kau bohobg! lihat... Tangan mu selalu saja bergerak - gerak seperti orang kebingungan. Bukankah kau pernah bercerita jika jarimu seperti itu tandanya kau sedang berbohong ? Eoh?..." Aldi menghaluskan nada bicaranya .


" Itu .... Itu ... Ah... Entahlah , lepaskan ! Lepaskan aku dari pelukanmu ." Aira memukul pelan tubuh Aldi .


__ADS_2