Aisa, I Love You

Aisa, I Love You
31.Pernikahan Yang Menggantung


__ADS_3

Hari hari Aisa lewati dengan selalu memikirkan tentang Radit, sampai sekarang tidak ada yang tau keberadaanya


Kalau seandainya sudah tiada tapi dimana kuburanya.


Dia benar benar tidak besemangat, sore ini dia pergi kemakam Alan.


Aisa menaburi bunga lalu membacakan doa setelah selesai berdoa dia menangis dan semakin keras.


"Seandainya kakak masih hidup kakak nggak akan membiarkan Aisa seperti ini kan atau kakak akan melarangku menikah denganya dan ceritanya juga tidak akan seperti ini kan mengapa kakak pergi begitu cepat, jadi benar kakak sudah nggak sayang Aisa lagi"


Agak lama Aisa duduk didekat makam kakaknya dia enggan pergi dia merindukan sosok yang selama ini menjaganya.


Tapi disisi lain dia juga merindukan seorang laki laki yang membuatnya nyaman.


Kini Aisa semakin hari semakin sedikit melupakan Radit bukan melupakan sih dia hanya merasa jauh lebih baik karena banyak yang menghiburnya dirumah dia bisa merasa tidak sendiri karena ada keluarga Bu Nani yang selalu membuat dia bahagia kalau disekolahan sekarang banyak yang dekat denganya sebagai teman bukan cuma Rita saja yang menjadi sahabatnya.


Rita selalu menyemangati, dia juga memberi masukan, jangan merasa dirimu rendah kita semua sama mencobalah berbaur kalau mereka tetap tidak suka dengan kita berarti mereka yang tidak baik buat kita.


Dan benar dia mencoba berbaur dengan mereka juga banyak yang merespon baik denganya tapi juga yang masih tidak menyukai keberadaanya, dia tidak peduli itu selama tidak menganggu.


Dia selalu tersenyum karena kekonyolan teman temanya, Tiwi teman sekelasnya juga dia agak centil Ria satu kelas dengan Lisa.


Sekarang mereka berada dikantin mereka selalu brisik.


"Aaa..." triak Tiwi melihat wajahnya dicermin ada jerawat.

__ADS_1


"Apa sih Wik triak triak" tanya Lisa.


"Ni" nunjuk keningnya.


"Cuma jerawat doang ntar juga ilang" ucap Rita, sambil tertawa.


"Tu kan diketawain"


"Sorri sayang kuh"


"Mukaku jadi jelek gini" sambil bibirnya dimonyongin.


"Tenang aja my swity lo tetep syiantik kok" ucap Ria.


"Tetep aja jelek"


"Beneran"


"Iya sini"


Rita langsung menempelkan plester kejidatnya Tiwi dia langsung marah tapi nggak beneran.


Aisa hanya geleng geleng dan tersenyum melihat mereka bercanda.


"Sa lo mau nambah lagi" tawar Ria bakso.

__ADS_1


"Makasih, nggak usah aku udah kenyang" tolak Aisa.


"Lo itu harus makan banyak, jangan kayak Tiwi kurus"


"Gue tu seksi bukan kurus" sergah Tiwi sambil menggerakan tanganya lekukan tubuh, Aisa senyum temanya 1 ini narsis abis.


"Ya ya seksi" mereka tetawa emang badanya Tiwi kurus.


.


.


.


Tidak terasa sudah berlalu sebentar lagi ujian akhir kini Aisa dan yang lainya disibukan belajar.


Diam diam Rita menjalin hubungan sama Pandu ya mereka sudah jadian.


Bagaimana nasib pernikahan Aisa dengan Radit? pernikahan yang menggantung Ya walaupun pernikahan mereka hanya sirih tapi tetap Radit belum pernah menceraikanya.


Dan hari ini terakhir mereka ujian dan Aisa dan yang lainya bisa mengerjakan soal2 dengan baik.


Sebelum pulang mereka kelima cewek geng baru lebih dulu jalan jalan menikmati kebersamaan mereka selagi masih dibangku SMA.


Tadinya Aisa menolak tapi karena bujukan teman teman akhirnya ikut juga.

__ADS_1


Mereka keliling mol jajan sana sini pilih pilih baju, sebenarnya Aisa ingin membeli baju tapi kartu black card dari Radit dia ingin pergunakan untuk kebutuhan dan buat makan dia, kalau dia ingin membeli kartunya tidak akan habis karena nominalnya tidak terbatas maklum anak sultan tapi sebenarnya uang itu hasil jerih payah Radit sendiri dia mempunyai bengkel yang lumayan besar dan dia juga sering juara balap montor.


__ADS_2