
Aisa sangat bahagia Radit selalu menjadikan dia seperti seorang ratu, kini mereka menjalani rumah tangga dengan baik walaupun mereka masih mudah tapi mereka bisa lebih dewasa
Aisa juga sudah mulai kuliah, mereka selalu berangkat bareng karena memang 1 kampus, menjadi seorang istri sambil kuliah.
Kini Aisa sudah hamil 2 bulan kabar yang sangat mengembira bagi keluarga mereka, Aisa diminta berhenti kuliah agar fokus pada kehamilanya tapi Aisa bersekukuh melanjutkan kuliahnya.
Dia tidak malu kuliah dalam keadaan hamil nanti kalau mendekati hari H dia akan berhenti sementara.
"Kenapa lihatnya kayak gitu?" malu Aisa karena dari tadi Radit memandanginya, setelah mereka selesai pergulatan mereka masih dibawah selimut dan masih bugil.
"Terimakasih" sambil mengusap pipi Aisa.
"Kamu sudah berapa kali bilang terimakasih"
"Selalu" Aisa senyum.
"Boleh aku tanya sesuatu?"
"Boleh"
"Sebenarnya masalahmu sama kak Alan apa?" alis Radit menkerut.
"Jawab" rasa penasaran.
"Ingin tau apa ingin tau banget"
"Iih aku beneran pengen tau"
"Ntar kalau sudah tau kamu nyesel lagi"
"Nggak"
"Yakin"
"Apaan sih aku serius" Radit senyum.
"Masalah..." berhenti agak lama.
"kok lama cepetan masalah apa" masih menggantung.
__ADS_1
"Perempuan" tebak Aisa.
"Jadi masalah perempuan" sambungnya lagi Aisa mulai kesal cemberut.
Tapi justru Radit gemes lihatnya istrinya yang cemberut makin imut aja.
Radit tertawa.
"Ih kamu tu nyebelin banget"
"Kamu cemburu"
"Ngapain aku cemburu" bibir masih dikerucutin.
"Iya ni cemburu"
"Auh ah" makin kesel.
"Kalau gini semakin cantik deh"
"Jadi kamu suka aku seperti ini"
"Iya"
"Iya ya nggak, nggak sayang" Aisa berhenti mukul.
"Bukan masalah perempuan, ini urusan seorang laki laki"
"Ya apa itu"
"Yang jelas semua hanya kesalah pahaman, maafkan aku" Aisa mengangguk.
"Semua sudah berlalu aku sudah mencoba iklas takbir yang diberikan untuku terutama kamu"
"Termaksih" lalu mereka berpelukan dan tangan Radit mengelus perut Aisa yang masih rata.
"Dan ada lagi"
"Apa sayang"
__ADS_1
"Serli" Radit tarik nafas
"Itu hanya akal akalnya aja, itu hanya editan kamu tau sendiri liciknya dia"
"Bohong"
"kamu nggak percaya"
"Nggak"
"Lihat aku lihat mataku apa ada kebohongan" Aisa menatap mata Radit.
"Hanya kamu satu satunya dihatiku, hanya kamu" tambahnya lagi.
Mereka saling tatap Radit berusaha menyakinkan Aisa.
"Dari dulu aku ingin sekali berdekatan denganmu tapi aku nggak punya keberanian, nggak tau kenapa aku takut sekali bila kita bertemu"
"Benarkah, seorang Radit takut sama cewek cupu"
"Iya"
"Kenapa?"
"Mungkin aku takut kamu membenciku karena apa yang aku lakukan selama ini"
"Aku tidak mempunyai alasan untuk membenci seseorang karena prilakunya, aku memang tidak suka bukan berarti aku membencimu"
"Ini yang semakin aku mencintaimu Aisa"
"I love you" imbuhnya lagi.
"I love you to"
Mereka selalu berdebat kecil tapi menjadikan mereka semakin romantis, Radit masih belum ingin memberitau permasalahanya dengan Alan pada Aisa.
Dan sudah selesai mereka hidup bahagia walaupun ada rintangan kecil mereka bisa mengatasinya.
Terimasih sudah mau membaca, maaf kalau ada kata kata yang salah dan berantakan ini karya baru pertamaku jadi agak sulit menyusun kata kata.
__ADS_1
Ini termasuk ada unsur mafianya dikit tidak seperti cerita mafia lainya banyak tragedi aku tidak mau menjelaskan tentang apa yang dilakukan oleh seorang Radit karena aku ngeri sendiri membayangkan lalu mengetik hal hal yang begituan cukup sebagian saja yang mengerikan.
Semoga kalian suka dengan karyaku ini, mohon dukunganya terimakasih🙏.