
Setalah melakukan pergulatan panas dipagi buta, Aisa saat ini dia benar benar malu padahal semalam dia sedang merajuk.
"Apa kamu nggak ingin mandi"
"Nanti" masih malu dan dia masih menutupi tubuhnya yang polos dengan slimut.
"Atau aku mandiin" Radit yang akan mengangkat tubuh Aisa.
"A aku bisa sendiri"
"Yakin"
"Iya"
Saat akan berdiri dia hampir jatuh karena ************ yang masih terasa sakit dan kaku untung Radit dengan cepat manangkap Aisa lalu mengangkat tubuh Aisa dan membawanya kekamar mandi.
"Turunin"
"Kamu aku mau melepaskan gendanganku dan menjatuhkanmu lagi"
"Tidak" lalu Aisa buru buru tanganya mengalungkan keleher Radit, Radit hanya senyum.
Mereka tidak hanya mandi melainkan melakukan adegan panas mereka lagi, tidak nyangka Radit orang super dingin memiliki nafsu yang begitu tinggi.
Radit sudah kembali kerumah orang tuanya hanya sehari saja mereka menginap dihotel karena Aisa yang merengek minta pulang ingin kembali kerumahnya sendiri padahal Radit ingin agak lama berduan dengan istrinya tercintanya, Radit membujuk agar mau ikut denganya tingal bersama orang tuanya.
Aisa agak canggung dengan keluarga barunya mereka sangat baik bisa menerima Aisa apa adanya tidak membandingkan.
Sekarang mereka sudah menempati rumah baru mereka rupanya Radit sudah membangun rumah impianya bersama Aisa, selama dia menghilang.
Aisa suka sekali desain rumah baru mereka, mereka menata prabot dan barang barang Radit sangat bahagia wanita yang selama ini dicintainya bisa dia miliki.
Mereka akan mengadakan syukuran buat rumah baru mereka mengundang krabat dan teman teman dekat mereka.
__ADS_1
Aisa sedang mempersiapkan acara nanti malam dan dibantu Bu Nani sama teman temanya.
Berbagai makanan mereka buat dan kue kue makanan ringan.
"Ini pasti enak ni" kata Lisa sambil nyomot roti yang sedang diiris Ria.
"Emang enak tapi tu tangan jangan sambil nyomot"
"Cuma nyicipin"
"Tu bukan nyicipin namaya tu makan"
"Pelit, Aisa aja yang punya nggak papa, ya Aisa ku cantik"
Aisa senyum.
"Iya emang dibikin buat dimakan" ucap Aisa.
"Iya sih tapi nggak gitu juga dari tadi nyobain lama lama habis kedalam tu perut" kata Rita sambil nunjuk perut Lisa.
Lisa hanya cengar cengir.
"Habis enak sih"
"Kayaknya enak ni" Roga yang tiba tiba datang juga ikut nyomot roti tadi.
Plak.
Lengan langsung dipukul Ria.
"Gue juga mau dong" Heri ikut ikutan
Bukan cuma mereka saja yang mau Pandu dan Beni langsung menyerbu, didapur suasanya jadi rame.
__ADS_1
Dan tibalah acara syukuran sederhana mereka, semua duduk berlesehan yang mimpin do'a pak Kyai Abdul Rohman Kyai didaerah situ dan tidak lupa mereka juga mengundang tetangga dekat.
Acara berjalan dengan lancar setelah itu makan makan dan pembagian bingkisan buat tetangga disekitar.
Setelah selesai semua pada pulang kecuali teman teman mereka masih ingin berkumpul membakar jagung ditaman.
Ah mereka memang brisik pada berdebat tapi mereka menikmati malam ini.
Cup.
Radit mencium pipi Aisa tiba tiba yang berdiri sendiri agak jauh dari teman temanya memandang mereka yang sedang membakar jagung sambil bergurau.
Aisa terkejut serangan dari Radit.
"Masih banyak orang"
"Biarin, sama istri sendiri nggak sama cewek lain" lalu Radit memeluk dari belakang.
"Kau..."
"Yaa disini kita cuma ngontrak ya" celetuk Beni yang melihat kemesraan mereka, semua pada noleh ke Aisa dan Radit.
"Iya" timpal Lisa.
Mereka pura pura tidak melihat Radit dan Aisa melanjutkan aktifitas mereka membiarkan dua sejoli itu menikmati masa romantis.
"Apa kamu bahagia?" tanya Radit.
"Iya, terimakasih"
"Aku akan berusaha membahagiakanmu sebisa aku"
Aisa mengangguk, malam semakin larut dan semakin dingin Radit yang masih memeluk Aisa dan masih memandang teman teman mereka.
__ADS_1