
Setelah selesai acara tersebut, Radit mengajak Aisa untuk memperkenalkan dia pada orang tuanya.
Sebenarnya Aisa takut, takut kalau mereka tidak menyukainya karena dia tidak dari kalangan mereka Radit sudah menjelaskan pada kedua orang tua kalau dia dan Aisa sudah menikah dan orang tuanya bisa menerima Aisa ya walau pun tadinya ada sedikit drama karena karena mamanya shok tidak nyangka anak laki lakinya bisa nekat seperti itu dan Radit mengrahasiakan darinya.
Sengaja Pak Ardi datang bukan cuma menghadiri acara perpisahan melainkan untuk mengadakan resepsi pernikahan anak bungsunya.
Tapi beliu datang terlambat ada sedikit masalah jadi saat pemberian piagam pada anak yang berprestasi, dan Aisa mendapatkan biasiswa untuk melanjutkan ke Universitas perguruan tinggi.
Ngomong ngomong soal acara penikahan yang akan diadakan Radit sudah mendaftarkan ke KUA dan akan melakukan ijab qobul ulang.
Dan semua siswa siswi akan mendapatkan undangan semua cewek pada kecewa dan iri.
Bagaiman dengan sekolahnya Radit waktu itu, karena anak pemilik sekolah jadi dia bisa sesuka hatinya belajar dengan melalui daring, dia sudah lulus tahun kemaren.
Dan tibalah resepsi pernikahan mereka dihotel yang juga milik Papanya Radit, Aisa semakin cantik saat memakai gaun berwarna putih senada dengan jas yang dipakai Radit mereka sangat cocok sekali memang pasangan serasi.
Pesta yang lumayan meriah dihadiri para kalangan atas, dan tidak lupa keluarga Bu Nani juga ada bahkan beliu selalu menemani Aisa fiting baju dan membantu yang lainanya.
Mempersingkat waktu langsung aja dimana malam pertama mereka.
Aisa yang dari tadi sudah istirahat disebuah kamar hotel vip, dia sudah selasai mandi dan berganti pakaian baju tidur menjadi ratu sehari tidak menjadikanya bisa bersantai dia benar benar lelah.
Saat akan berbaring tiba tiba pintu dibuka
Klek.
"Belum tidur, nunguin aku ya" goda Radit.
Aisa merasa gugup.
"Ti tidak ini mau tidur"
Radit mendekat ah Aisa semakin gugup, dia mendekatkan wajahnya kewajah Aisa.
"Jangan tidur dulu, tunggu sebentar aku mau mandi dulu" bisiknya, Aisa hanya manggut manggut Radit tersenyum.
__ADS_1
Aisa gelisah apa yang dia lakukan apa ini saatnya dia harus melepas keperawananya ya nggak masalah sih sama suami sendiri.
Radit keluar dari kamar mandi dia melihat Aisa yang berbaring dengan mata yang merem dia sudah tidur mungkin dia kelelahan pikirnya.
"Sa kamu sudah tidur" Aisa tak menjawab sebenarnya Radit juga gugup.
"Kalau gitu..." tangan sambil menyentuh lengan Aisa.
Aisa yang reflek terus bangun.
"Ka kamu mau apa"
"Ya mau sesuatulah"
Ah sial kenapa Aisa bangun padahal Aisa sudah berpura pura tidur agar bisa nenghindar dari Radit ternyata dia belum siap.
"A ap?"
Cup.
Tiba tiba Aisa mendorong Radit pelan.
"Ada apa?"
"Kamu bohong ya" alis Radit mengkerut.
"Bohong?"
"Iya kamu bilang ciuman pertamamu sama aku, lalu Serli"
"Kamu cemburu"
"Jadi bener kamu sama Serli"
Aisa kesal kalu dia menutupi tubuhnya dengan slimut.
__ADS_1
"Dengerin penjelasan aku dulu"
Aisa diam saja masih dibawah slimut.
Ck.
Radit juga kesal Aisa tiba tiba marah malam
Pertamanya gagal deh.
Kerena Radit juga capek akhirnya mereka tertidur tanpa malam pertama.
Aisa terbangun sekitar pukul 3 dini hari, orang pertama yang dilihat adalah Radit, lengan Radit yang buat bantalan kepalanya, perasaan semalam dia tidak bantalan lengan lama dia memandang suaminya, perasaan nyaman bisa sedekat ini.
Dia tidak nyangka kalau dia menikah sama cowok terpopuler yang diidamkan para kaum hawa.
Kenapa disaat dia tidur semakin tampan aja Aisa senyum sendiri.
Detik berikutnya.
Cup.
Tiba tiba Radit mencium Aisa.
"Kenapa senyum sendiri senang dipeluk suami"
"Siapa yang..."
Cup.
"Kau..."
Lalu Radit mecium lagi kali ini nggak boleh gagal lama Radit membekap mulut Aisa dengan mulutnya semakin dalam dan semakin panas tangan Radit sudah menjalar kedada dan sedikit meremas.
Dan akhirnya mereka melakukan malam pertama, karena merasa nikmat dan merasakan yang luar biasa mereka mengulang lagi.
__ADS_1