
Ketika memasuki kamar .. Nevan melihat Naya sudah bangun.. ia kebingungan .. sampai ia melihat Nevan berdiri di depan pintu ..
" .. Siapa kamu ..??"
" .. Kau melupakanku ..??" berjalan mendekati Naya
" .. aku tak mengenalmu .. dan .. ini .. ini dimana ..?? kenapa aku bisa disini ..??"
" . . Kau sungguh melupakanku .." ucap Nevan penuh penekanan ..
" .. jangan bermain-main denganku .. katakan apa maumu .."
" . . mau ku ..?? kau tanya apa mau ku ??"
Nevan menyeringai mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Naya .. ia semakin mengikis jarak diantara mereka .. wajah mereka sangatlah dekat .. bahkan Naya bisa merasakan hembusan nafas Nevan
" . . Yang aku mau .. kamu menikah denganku .."
Seperti ada angin segar bagi Naya .. namun membawa sesak didadanya .. ia tak mengenal laki-laki di depannya .. mengapa ia mengajaknya menikah ..
" Jangan bermain-main denganku .. biarkan aku pergi .." hendak menurunkan kakinya namun dicegah oleh Nevan
" .. Kau lupa pernah mencium laki-laki di muka umum ..??
Naya menimbang .. mengingat ingat kembali .. ingatnya mundur saat Edo kecelakaan .. ya .. dia ingat sekarang ..
" Ehhmm .. maaf .. saya bener-bener minta maaf untuk kejadian itu .. saya bener-bener gak sengaja .."
"Hhaaahaa .. gak sengaja ..?? tapi kamu menikmati ciuman itu .. apa itu juga tidak sengaja .." ejek Nevan
Naya hanya menundukan wajahnya karena malu .. ia tak bisa memperlihatkan wajah meronanya .. kini wajahnya sudah panas akibat ucapan Nevan ..
__ADS_1
" .. kenapa dia menggemaskan sekali .. wajah meronanya .. kenapa membuatku ingin menciumnya .." batin Nevan saat mengangkat wajah Naya
"Aku tau semua masalahmu .. dan aku bisa membantumu .."
"Bantuan seperti apa yang bisa anda berikan tuan??"
"Pernikahan .."
" Jangan bermain-main tuan .. saya tidak punya waktu untuk itu .." ucapnya beranjak pergi namun terhenti
".. Kalo kamu menikahiku .. kamu bisa terbebas dari tuduhan seorang selingkuhan bukan .. dan perempuan itu tidak akan berani menyalah-nyalah kanmu juga .. kamu bisa terbebas dengan masalah mantan pacar brengsekmu itu .." ucapnya masih duduk di tepi ranjang
" . . kenapa ..??" berbalik arah ..
" Apaaa..???"
" . . Kenapa tuan mau membantu saya ..?? tidak mungkin hanya karena saya mencium tuan bukan ..?"selidiknya
" . .Kemarilah .. duduklah disini .. kita bicarakan .."
" .. menikahlah denganku .. "
" Kenapa ..?"
"Kau membutuhkanku untuk membersihkan namamu .. sedang aku .. membutuhkan pernikahan ini untuk menghindari perjodohan papaku .."
" . Maksudmu .. kita menikah kontrak ..??"
" .. Tidak .. kita menikah selayaknya pasangan lainnya .. tanpa ada kontrak atau perjanjian sialan apapun .."
Naya hanya diam .. menelaah setiap kata yang Nevan ucapkan ..
__ADS_1
"Aku tak bisa memberikanmu waktu tambahan untuk berfikir .. papaku ada dibawah saat ini .. ia pasti akan menanyakan tentangmu .."
"Bagaimana ini .. apa yang harus aku lakukakan.." batinnya
Nevan masih memandang gadis didepannya .. ia tampak sedang berfikir .. entah mengapa kelakuan Naya membuat Nevan tak bisa mengalihkan pandangannya ..
" Kau mau melubangi keningku dengan tatapanmu ..??"
Nevan hanya menampakan wajah dinginnya saja ..
"Lalu .. apa keputusanmu .."..
" .. Kita menikah .. tapi sebelum itu , bantu aku membersihkan namau dari laki-laki brengsek itu"
"Dengan senang hati .."
Nevan berdiri dan menggandeng Naya keluar kamar .. namun langkahnya terhenti kala Naya diam ditempatnya ..
" Kita mau kemana ..??" tanya Naya saat mendapat tatapan dari Nevan
"Papaku ada dibawah .. ia pasti menunggu mu .."
"lalu .. apa yang harus aku lakukan ..??"
"Hemmmh .. aku tidak akan memintamu berpura-pura mencintaiku .. aku hanya meminta .. berlakulah selayaknya calon istriku.."
Kemudian mereka meninggalkan kamar .. menuruni tiap anak tangga .. Nevan memeluk pinggang Naya ..
saat matanya melihat laki-laki dibawah sana .. ia mencengkeram ujung baju milik Nevan ..
"Hey .. kau kenapa ..??"
__ADS_1
" .. apa semua akan baik-baik saja ..??" menghentikan sejenak langkan mereka
" .. tenang lah .. bersikaplah biasa .. maka semua akan baik-baik saja .. papa mungkin sudah mengetahui semua identitasmu .. jadi bersikaplah biasa .." bisik Nevan ..