Akan Kah Semua Berakhir

Akan Kah Semua Berakhir
12


__ADS_3

Gerakan tangan Naya terhenti saat mendengar hal itu .. pandangannya kini meneliti Ken .. bertanya lewat sorot mata tentang kebenaran berita tersebut..


"Dia sempat sadar sebelumnya .. bahkan juga sempat bertengkar dengan istrinya .. namun tiba-tiba kondisinya tidak stabil .. sampai ia meninggal.."


Tidak ada kesedihan diraut wajahnya .. bahkan tidak ada air mata .. Nevan terus memandang heran wanita disampingnya ..


". . Apa kau mau melihatnya untuk yang terakhir kali .." tanya Nevan


Mendengar itu Naya mengalihkan tatapannya .. memandang Nevam tepat di matanya ..


" Tidak .. aku tidak akan membiarkan mereka menghinaku lagi .. " tegasnya ..


"Bagus nak .. papah mendukungmu.. sekarang kita makan malam saja .."


Merekapun menikmati makan malam dalam sunyi .. hanya ada denting sendok dan piring .. usai makan malam Raharjopun pamit pulang .. sebelumnya ia sudah memperingati Nevan untuk selalu menjaga Naya..


".. Dimana aku bisa tidur ..??" tanya Naya saat memasuki kamar


"Tentu saja diranjang .."


"Denganmu gitu .. ogahlah .."


"Wahh.. baru kali ini ada perempuan menolak tidur denganku .. biasanya mereka yang memaksaku .." mendekati Naya dan bertolak pinggang ..


"Tentunya tidak denganku .. dan .. oh .. jadi kau sudah sering tidur dengan perempuan-perempuan itu ..??" selidiknya


"Jaga ucapanmu .. aku bukan laki-laki rendahan seperti pikiranmu itu .." ucapnya dingin ..

__ADS_1


"Apa aku menyinggungnya .. kenapa nada suaranya menakutkan sekali .. kenapa rasanya dingin sekali .." batinnya ..


"Tidurlah .. dan jangan melakukan apapun .."


Tanpa membantah Naya naik ke ranjang berbaring disebelah Nevan .. sebelumnya ia sudah berganti pakaian tidur pemberian Ken .. tentu atas permintaan Nevan ..


"Ehmm .. boleh aku berbicara .." membalikkan tubuhnya menghadap punggung Nevan


".. Bukankah aku menyuruhmu tidak melakukan apapun .." ucapnya semakin dingin


Tak ada jawaban .. bahkan tak ada pergerakan dar Naya .. kemudian Nevan membalikan tubuhnya .. kini mereka saling berhadapan.. saling menatap satu sama lain ..


"Katakan .. "


"Aku mau pernikahan kita tidak ada yang tau .. mungkin hanya keluargamu dan juga keluargaku .."


"kau masih memiliki keluarga ..??"


"Baiklah .. pernikahan kita hanya akan dihadiri keluarga dan rekan-rekan penting perusahaan saja .."


"Terserahlah .. tapi aku juga mau .. setelah menikah aku masih bisa bekerja .."


"Kenapa kau banyak maunya ..??"


Mendengar hal itu membuat Naya secara spontan mengerucutkan bibirnya .. Nevan yang melihat itu juga secara spontan mencimunya ..


".. Baiklah .. aku akan mengabulkannya . karena kau menurut padaku .. pada ciumanku .." bisiknya ..

__ADS_1


Pagi harinya saat terbangun .. Nevan sudah tak menemukan Naya lagi .. ia bertanya pada pak San tentang keberadaan Naya .. namun pak San mengatakan bahwa nona mudanya sudah berangkat kerja ..


"Hari ini jangan kasih gue jadwal yang padat yaa .. "


"Kenapaaa ..?? mau main-main sama sekretaris baru .. atau main-main sama calon istri.." goda Ken


"Sialan loo .."


"Lo beneran jatuh cinta sama dia yaa .. "


"Kenapa lo nanya gitu .?? "


"Saat bersama Naya .. lo bukan Nevan saat ini .. lo Nevan yang hilang bertahun-tahun lamanya .."


"stop .. jangan dibahas lagi .."


Mendengar penolakan dari adiknya membuat Ken sadar kalau Nevan masih memendam pada seseorang itu ..


---


"Nayaaaa .." teriak Ema kegirangan ..


"Gak usah teriak-teriak bisa gak sih.. "


"Lo gila ya ..pergi gak ngasih kabar .. lo keman aja .. gue udah pusing nyariin lo kemana-mana ." cerocos Ema


"Sory .. soryy yaa .. kemarin gue cuma butuh nenangi diri aja .. gue juga udah tau soal kabar meninggalnya Edo .. dan gue udah gapapa .."

__ADS_1


Pergi meninggalkan Ema yang masih mematung disana ..


"Semoga .. Naya gue yang dulu kembali lagi .." batinnya


__ADS_2