
Ema yang mengetahui kedatangan sahabatnya kembali ke Jakarta segera mengunjunginya, dan sebab itu juga ia ditahan didalam rumah mengingat 2 hari lagi pernikahannya dengan Ken dilaksanakan.
"Gue seneng banget deh kita bakal jadi saudara beneran Em .. " seru girang Naya, membuat Ema ikut tersenyum menatapnya.
"Iya .. gpp deh saudara ipar dari pada nggak sama sekali .." candanya balik membuat keduanya tertawa riang didalam kamar Naya.
"Em .. " panggilnya yang tiba-tiba berubah menjadi mimik muka serius.
"Apa?? kenapa muka loe ??" heran Ema menatap Naya.
"Loe yakin nikah sama kak Ken, maksud gue loe bener-bener cinta sama dia ???"
"Loe tau betul gimana gue Nay, ini keputusan paling besar dalam hidup gue dan mana mungkin gue main-main .. " menggenggam erat tangan Naya untuk meyakinkannya.
"Gue seneng banget sekarang .. " Naya yang kegirangan mendengar jawaban sahabatnya segera memeluk erat tubuh Ema didepannya.
"Maafin gue Nay, gue lakuin ini juga demi loe. Gue rela nuker kebahagiaan gue asal gue bisa lihat loe bahagia kyk gini .." batin Ema yang juga memeluk erat tubuh Naya.
Ken yang sedari tadi berada diluar kamar milik Naya mendengar semua pembicaraan kedua wanita itu. Hatinya terasa tak tenang saat tanpa sengaja ia melihat Ema menyembunyikan air matanya dibalik punggung Naya.
di London,
Nency terlihat tengah sibuk menghias sebuah kotak berwarna pink didepannya dengan riang. Sesekali ia juga akan memutar kotak untuk melihat hasilnya.
"Maid .. " panggilnya pada salah seorang maid dirumah.
"Saya nyonya .. "
"Lihat ini .. apa menurutmu ini bagus ???" tanyanya sambil memperlihatkan kotak itu.
"Bagus nyonya, tapi ini untuk siapa ??"
"Tentu saja untuk putri cantikku, nanti aku akan memasukkan baju-baju mungil ini kedalamnya .." Nency yang begitu antusias menata pakaian bayi untuk Naya itu membuat maid menatap haru padanya.
"Nona pasti akan sangat senang jika mendapat hadiah ini .. "
"Tentu saja dia harus senang karena ini dari ibunya .." bahagianya.
"Bukankah nyonya juga akan kembali ke Indonesia jika nona melahirkan ??"
__ADS_1
"Tidak, aku akan melihatnya dari tempatku saja .." tawa riang itu tiba-tiba berubah menjadi seulas senyum dengan sejuta tanya.
"Memangnya anda ingin kemana ???" tanya maid membuyarkan lamunan Nency.
"Ahh .. entahlah, mungkin tidak kemana-mana," tawanya lagi lalu menyerahkan kotak itu pada maid.
"Jangan lupa kirimkan ini, dan bilang pada petugasnya jangan sampai rusak ya .. " pintanya dengan serius.
"Baik nyonya nanti akan saya antar.."
"No.. no, jangan nanti. Pergilah sekarang lalu mampirlah ke mart dan beli kebutuhan makanan yang banyak.. " memberikan beberapa lembar uang kertas.
"Untuk apa nyonya ?? bukankah persediaan kita masih banyak dan cukup untuk minggu depan.." heran maid itu bertanya pada Nency.
"Belilah sesuai perintahku .. "
"Tapi nyonya sendiri jika saya tinggal .. "
"Masih ada 2 maid yang menemaniku disini, jadi pergilah .. "
"Baik nyonya saya akan siap-siap dulu .."
"Hahhhhhh .. " seru Gunanto yang membanting tubuhnya yang lelah disamping Sandra yang juga kelelahan.
"Kamu selalu memuaskan sayang .. " puji Gunanto pada Sandra yang memeluk tubuhnya saat ini.
"Sayang .. apa kita jadi menjalankan rencana kita ??" tanya Sandra manja sambil memainkan telunjuknya didada Gunanto.
"Tentu saja, itu adalah hadiah pernikahan untuk Ken juga hadiah untuk keluarga mereka .. " mengelus rambut panjang milik Sandra.
"Tidurlah .. besok kamu harus menjalankan rencana kita.. " titahnya.
"Hmm ., baiklah. Good night sayang.. cup" mengecup sekilas bibir Gunanto sebelum akhirnya ia terlelap.
Merasa Sandra sudah lelap Gunanto segera memakai kimononya dan pergi kebalkon kamarnya.
"Halo .. "
__ADS_1
"Saya bos .. "
"Apa semua sudah siap ??"
"Sudah bos, kami sudah berada didepan rumah target.. "
"Bagus .. jangan sampai ada yang curiga!!"
"Baik bos .. "
Setelah mematikan sambungan telponnya, Gunanto menyulut rokoknya dan mengepulkan asapnya keudara. Raut wajahnya nampak berseri bahagia namun entah apa yang direncanakannya.
"Ini akan menjadi kejutan yang sangat spesial untuk kalian semua .. " senyumnya licik.
Naya juga Nevan tengah terlelap tidur dengan tangan Nevan memeluk Naya dari belakang. Namun tidur nyenyak itu tak berlangsung lama saat tubuh Naya mulai tak nyaman dalam tidurnya.
Nevan yang menyadari pergerakan istrinya membuka matanya. Dilihatnya tubuh Naya yang terus saja bergerak gelisah sambil mengeluarkan keringat dingin membuatnya gelisah.
"Sayang .. sayang bangun," Nevan dengan gelisah menggoyang pelan lengan Naya.
"Mama .. mama ,, " lirik Naya berucap.
"Sayang bangun dulu .. sayang ,," menepuk pelan pipi istrinya.
"Mamaaaaaaa .. " teriaknya, membuat Nevan yang dihadapannya terkejut.
"Husst .. usstt ,, kenapa " membawa tubuh bergetar istrinya kedalam dekapannya.
"Mama mas .. mama Nency,,"
"Kenapa sama mama ??"
"Mama bilang mau pergi mas, mama bilang udah gak bisa jagain aku nggak bisa lihat anak kita.. "
"Cuma mimpi .. udah tidur lagi ya .."
Hati Nevan tiba-tiba saja ikut gelisah setelah mendengar penuturan istrinya soal mimpinya. Namun ia terus berusaha berfikir positif jika istrinya itu hanya merindukan Nency disana.
Namun saat semua mata itu terlelap, ditempat lain terdengar suara ledakan yang sangat keras. Ledakan yang sangat kuat hingga membuat sebuah rumah hancur tak berbentuk.
__ADS_1