
Nancy begitu iba saat melihat kondisi Naya dihadapannya. Wanita yang dulu sering ia perlakukan tak baik, kini diperlakukan tak baik pula dengan orang lain.
"Kau menyakitinya ,, sama saja kau menyakitiku !!" ucapnya tanpa menoleh.
"Lepaskan gadis itu ,, biar nyonya kalian yang mengurusnya!" datarnya, kemudian pergi diikuti semua anak buahnya.
Nancy segera menghampiri Naya yang menangis ketakutan, memeluknya dengan erat agar tak merasa sendirian.
"Hushh .. tenang ya ,, ada mama disini .."
Naya yang mendapat perlakuan layaknya seorang ibu bertambah menangis, ia bahkan mengeratkan pelukannya pada tubuh Nancy.
"Aaaaaa .. aaa ,, " pekiknya kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Kenapa ?? ada apa ?? apa yang sakit .. ??" paniknya memeriksa tubuh Naya.
"Perut ,, perut aku sakit mah .. " rintihnya terus memegangi perutnya.
Tanpa banyak bicara, kemudian Nancy membawa Naya tempat tidurnya. Membaringkan Naya, dan memeriksa perutnya.
"Aaaa .. sakit mah ,, tolong .. tolong kandunganku ,, anakku .. " rintihnya sambil menangis.
"Naya dengerin mama .. sekarang atur nafas kamu,, ambil nafas terua keluarkan perlahan. Fikirkan apapun yang membuat kamu bahagia .." instruksinya pada Naya.
Tanpa banyak bertanya, Naya melakukannya satu demi satu .. hingga dirasanya nyeri diperutnya berkurang. Dengan mata berkaca-kaca dipandanginya Nancy yang sedang membelai perutnya yang masih rata.
"Terima kasih .. "
"Untuk apa ??"
"Berkat mama,, perutku udah nggak sakit lagi .. "
"Ini bukan hal yang spesial .. harusnya mama yang minta maaf udah pernah jahat sama kamu .. "
******
__ADS_1
Raharjo, Ken serta pak Chandra segera meluncur kekediaman Rudy yang dicurigai tempat penyekapan Naya. Dalam perjalananpun Ken tak henti mencoba menghubungi Nevan.
"Gak usah dihubungin lagi,, begitu kita dapatin Naya, papa akan langsung bawa dia pergi.. " ucapnya mengagetkan semuanya.
"Memang mau dibawa kemana pah ??" tanya Ken penasaran.
Bukannya menjawab, Raharjo hanya diam membuang pandangannya keluar jendela. Saat mobil yang mereka kendarai tepat didepan rumah Rudy, Raharjo segera mengerahkan anak buahnya untuk mengepungnya.
"Kau salah pilih musuh Rudy !!" serunya sambil keluar dari mobil.
"Tuan besar, semua sudah siap .. " lapor salah seorang anak buahnya.
"Diaman anak saya ??"
"Kamar lantai 3 tuan ,, nona bersama mantan istri anda .. "
Raharjo terkejut saat anak buahnya mengatakan hal itu, bahkan Ken juga pak Chandra tak kalah terkejutnya.
"Jadi dia juga dibalik semua ini !!!"
Raharjo pun mengerutkan dahinya ,, berfikir sebenarnya apa yang telah terjadi disini .. situasi macam apa yang ia hadapi ??
"Pah .. " tegur Ken saat menyadari sang papa melamun.
"Tujuan utama kita adalah Naya,, jadi apapun yang terjadi selamatkan dia.. " titahnya.
Tanpa menunggu lama, merekapun segera bergerak kedalam rumah milik Rudy.
"Mah .. itu ada papa, kak Ken juga pak Chandra .. " seru Naya mengagetkan Nancy.
Naya yang tengah memandang keluar dari dari jendela terkejut saat melihat sosok yang dikenalnya. Namun sejurus kemudian, ia pun merasakan kesedihan yang mendalam.
"Kenapa bersedih ?? kamu akan segera bebas .. " tanya Nancy saat melihat Naya menjadi bersedih.
"Buat apa bebas kalau suamiku sudah tak perduli denganku .. " mendudukan dirinya dibibir ranjang diikuti Nancy.
__ADS_1
"Kenapa berbicara seperti itu nak ??" membelai lembut rambut Naya.
"Lihatlah mah ,, apa dia ada diantara mereka semua ??" tanyanya.
Nancy tak menyahutinya ,, ia hanya memeluk mendekap dengan hangat tubuh Naya .. membiarkannya menangis sepuasnya. Ia sadar kalau mungkin hormon kehamilannyalah yang membuatnya menjadi sensitif.
Raharjo beserta anak buahnya berhasil melumpuhkan para musuhnya,termasuk Rudy. Raharjo tiba-tiba saja berdiri dan melayangkan tamparan keras di pipi Rudy .
Plakkkk ..
"Berani sekali kau sentuh keluarga Raharjo !! mulut busukmu ini sudah berani sekali mengancamku dengan calon cucuku .. !!" mencengkeram rahang Rudy.
Tiba-tiba saja Ken turun dari tangga dengan Naya serta Nancy. Naya yang melihat sosok papa nya segera berlari berhambur kedalam pelukannya.
"Papa .. " tangisnya.
"Hushh .. hushh ,, tenang ya nak, kamu udah aman sekarang ya .. "
"Pak Chandra, tolong urus mereka. Pastikan Rudy menerima hukumannya.. "
"Baik taun .. "
Merekapun segera pergi meninggalkan rumah itu, namun saat sampai dihalaman tiba-tiba saja Nancy berhenti melangkah.
"Ada apa mah ??" tanya Naya yang berada disebelahnya.
"Kamu pulanglah bersama papa dan Ken,, biar mama pulang sendiri .. "
Raharjo dan Ken merasa heran dengan kedekatab keduanya yang mendadak itu. Namun pak Chandra segera menyela semuanya.
"Tuan besar ,, semua sudah siap..kita bisa berangkat sekarang .. "
"Bagus .. "
"Kita kamu kemana pah sebenarnya ??"
__ADS_1
"Bukan kita ,, tapi Naya. Papa akan mengirim Naya untuk tinggal diluar negeri..".