
Wajah bahagia nampak terpancar dari Nevan saat menginjakkan kakinya di London. Dikawal oleh 2 orang laki-laki ia menyusuri jalan London yang begitu ramai.
"Dimana istri saya tinggal ??" tanyanya dengan pandangan menatap keluar jendela.
"Di London tuan muda .. " sahut salah seorang anak buah.
"Yang bilang di Jonggol juga siapa .. " ketus Nevan yang tak ingin bertanya lagi. Ia memilih menatap pemandangan yang disuguhkan selama perjalanannya.
Sampailah Nevan disebuah rumah sederhana berlantai dua, ada halaman penuh dengan bungan serta rumput hijaunya. Dengan perlahan diketuknya pintu oleh Nevan.
"Maaf mau nyari siapa ??" tanya salah seorang maid yang bekerja disana, maid yang berasal dari Indonesia juga.
"Saya ingin bertemu istri saya .."
"Siapa maid .??" tanya Nency dari dalam.
"Nevan .. " serunya terkejut saat menghampiri maid yang tak kunjung masuk kedalam.
"Tante .. " sopan Nevan mencium punggung tangan Nency, membuat Nency tanpa sadar berkaca-kaca.
"Mau ketemu Naya ya .. ??" tanyanya dengan gugup setelah mendapat perlakuan dari Nevan.
"Papa sudah mengijinkan saya untuk bertemu Naya tante .. "
__ADS_1
"Tentu .. tentu saja, kita masuk dulu ya .. " Nency yang sedang bahagian segera mengajak Nevan masuk dan membuatkannya makanan serta minuman.
"Minumlah dulu nak .. kamu pasti haus sehabis perjalanan jauh .. " pinta Nency menyerahkan segelas orange jus pada Nevan.
"Terima kasih . ." meneguk segelas orange jus pemberian Nency. Lalu matanya menatap sekeliling rumah mencarin keberadaan istrinya.
"Kamu mencari Naya ?? Tadi dia pergi keluar sebentar katanya mau beli sesuatu .. " jelas Nency.
"Sendiri ???" tanya Nevan heran.
"Iya nak, dia nggak pernah mau ditemenin soalnya. Kamu tenang aja, dia sudah biasa .. " senyum Nency menyakinkan Nevan yang terlihat sangat cemas.
Naya yang tak tahu apa-apa dengan riang berjalan kembali kerumahnya sambil membawa sebungkus es yang diinginkannya. Berjalan sambil memakan es ia sesekali juga membelai perut buncitnya sambil mengobrol.
"Mah .. aku pulang. Aku beli es loli tadi disana .. " teriak Naya sambil menikmati es lolinya.
"Mama dimana .. ??" teriak Naya.
"Diruang tamu nak .. " sahut Nency yang ikut berteriak.
"Mah ak .. " seru Naya yang terputus saat matanya bertemu dengan kedua mata milik Nevan, laki-laki yang membuatnya selalu menangis setiap malamnya.
-----
__ADS_1
Ken yang mendapat banyak pekerjaan karena kepergian Nevan, sedang sibuk membaca berkas saat tiba-tiba Sandra datang menghampirinya.
"Ngapain loe disini !!" teriak Sandra marah saat melihat Ken sedang duduk dikursi kebesaran milik Nevan.
"Mata loe masih normalkan, bisa lihat gue ngapain!!" ketusnya yang terus fokus meneliti berkas-berkas dihadapannya.
"Gue tanya sekali lagi, loe ngapain ngedudukin kursi khusus calon suami gue !!!" teriak Sandra yang terpancing emosinya.
"Lagi jualan kangkung !! Buta apa loe nggak bisa lihat!! Keluar !!" teriaknya yang mulai kesal dengan kehadiran Sandra.
"Ini ruangan calon suamiku, terserah gue mau ngapain disini !!" balas Sandra yang begitu kesal dengan tingkah Ken saat ini.
Tokk .. tokk .,,
Emma yang ingin meminta tanda tangan Ken tak tahu jika ada Sandra yang sedang berada didalam rungan Nevan bersama Ken. Ia masuk begitu saja tanpa memperdulikan Sandra.
"Apa-apaan kau melewatiku !! Tak sopan !!" kesal Sandra mendorong tubuh Emma hingga tersungkur.
"Emma .. " seru Ken yang segera berdiri menghampiri Emma.
Dibantunya Emma berdiri kemudian disembunyikannya dibelakang tubuh besarnya. Sandra menatap sinis pada Ken yang sedang menatap marah padanya.
"Kenapa ?? Nggap trima pegawai rendahan loe gue dorong !!" seru Sandra menjengkelkan.
__ADS_1
"Jaga ucapan loe,, dia adalah caloj istri gue dan kalo loe berani nyakitin dia, gue bakal bales bekali-kali lipat sakitnya!!" seru Ken menekan ucapannya.
"Tenanglah, aku gpp.." ucap Emma mengusap lengan Ken.