Akan Kah Semua Berakhir

Akan Kah Semua Berakhir
48


__ADS_3

Sampai hari menjelang petang, baik Nevan maupun Naya belum ada yang sampai dirumah. Ken yang sedari tadi sudah berada dirumah merasakan cemas dengan keadaan Naya, berulang kali ia mencoba menghubunginya namun tak pernah ada jawaban.


"Sial !! kemana Naya, apa terjadi sesuatu dengannya ??" gumamnya cemas berjalan mondar-mandir.


"Apa perlu saya minta seseorang untuk mencarinya tuan ??" tawar pak San yang juga merasakan khawatir dengan nona mudanya.


Belum sempat Ken menyahutinya munculah Naya dengan wajah pucatnya. Ia berjalan gontai sambil sesekali berpegangan pada tembok.


"Asatagaa Naya.. " seru Ken berlari menghampiri Naya.


Saat sudah dihadapannya, Ken memeriksa keadaan Naya. Saat ia meneliti wajahnya, ia tertegun dengan raut pucat pasi milik Naya.


"Aku bantu ke kamar .. " ucap Ken kemudian menggendong Naya menuju kamar.


Sedang Naya yang merasakan lemas disekujur tubuhnya hanya diam saja saat Ken membopongnya. Kini saat ia sampai dikamar pandangannya menyapu seisi kamar.


"Kenapa ?" tanya Ken


" Mas Nevan belum pulang ?" tanyanya menatap Ken dihadapannya.


"Belum" singkatnya.


Namun saat Naya ingin bertanya lagi, Ken lebih dulu memotongnya.


"Istirahatlah, loe kelihatan pucat banget" ucapnya kemudian berlalu dari kamar Naya.


-


-


Ken sejak tadi menunggu adiknya yang tak kunjung pulang menjadi kesal. Difikirannya terbesit hal-hal buruk tentang Nevan, namun sekuat hati ia menolak pemikiran itu. Saat jarum jam menunjukkan pukul 23.45 terdengar suara deru mobil milik Nevan.


"Dari mana aja loe !" ketua Ken saat bertanya.

__ADS_1


"Loe tau sendiri gue habis dari mana kan" jawab Nevan sambil berjalan menaiki tangga.


"Loe gila Van !! istri loe sendiri sedang sakit, dan loe malah nemuin cewek sampai selarut ini ?? dimana otak loe !!" marahnya sambil berjalan menghampiri posisi Nevan.


"Sakit ?? bukannya tadi pagi dia masih baik-baik aja ??" tanya balik Nevan.


"Gak becus loe jadi suami!!" kesalnya dan meninggalkan Nevan sendiri.


Didalam kamar, Nevan yang baru keluar dari kamar mandi berjalan menghampiri ranjangnya. Dengan perlahan ia menyelipkan anak rambut Naya yang berantakan.


"Maaf .. " katanya.


Pagi hari tiba-tiba saja Naya terbangun karena rasa mualnya, ia segera berlari kearah kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Nevan yang terbangun karena gerakan Naya segera berlari menghampirinya dan membantu memijat tengkuk Naya.


"Sudah ??" tanya Nevan saat melihat Naya duduk diatas closet.


"Hmm .. " gumamnya.


Dengan sigap Nevan membopong tubuh Naya kembali ke kamarnya, dengan perlahan meletakkan Naya diatas ranjang. Namun saat Nevan akan berbalik tiba-tiba saja ponselnya berdering.


"..........."


"Apa !!! kenapa bisa !! brengsek kalian semua, gitu aja gak becus !!" maki Nevan dengan sangat emosi.


Naya yang sedari tadi memperhatikan suaminya merasakan takut saat mendengar makian dan raut wajah dari Nevan. Namun belum selesai rasa takutnya, tiba-tiba saja Nevan berlari keluar kamar mengagetkan Naya.


"Mas .. mas Nevan ," teriak Naya dan mengikuti Nevan keluar kamar.


Nevan terus saja berlari tanpa menghiraukan teriakan dari Naya. Ken yang mendengar suara gaduh dari dalam kamarnya segera keluar kamar.


"Mas .. Mas Nevan tunggu, mas mau kemana ??" teriak Naya masih mengejar suaminya.


Ken yang melihat itu segera menghadang Nevan, ia mencekal lengan adiknya itu. Memaksa Nevan menghentikan langkahnya, karena ia kasihan melihat Naya yang sedari tadi berteriak dengan terus berlari mengejar suaminya.

__ADS_1


"Lepaskan aku kak .." mencoba melepaskan cengkramannya.


"Apa kau tuli ?? istrimu sedari tadi berteriak memanggi namamu, bahkan berlari mengejarmu!" ucapnya dengan nada sinis.


"Gue buru-buru kak, Sandra pingsan diapartemen dan gue harus kesana!" kemudian ia berlari setelah berhasil melepaskan cengkraman tangan Ken.


Ken yang terkejut dengan penuturan Nevan tanpa sengaja melepaskan cengkramannya, kemudia ia berbalik arah. Disana ia melihat Naya tengah berdiri kaku dengan air mata yang mengalir diwajahnya, bahkan tangisnyapun tak terdengar suara.


-


-


"Nay, mau kemana ..??" tanya Ken saat melihat Naya turun dengan pakaian kerjanya dengan membawa papper bag dan sebuah bekal ditangannya.


"Kerja kak, sekalian bawaan mas Nevan baju sama bekal. Tadikan dia belum sempat sarapan." ucapnya lalu pergi begitu saja.


Ken terus saja memandangi kepergian Naya itu, ada rasa iba saat mendengar penuturan darinya tadi. Namun ia lebih kasihan lagi dengan kondisinya saat ini. Sampai akhirnya Ken memberanikan diri mengadu kepada papahnya yaitu tuan Raharjo.


-


,


,


,


,


,


Hai semua, boleh numpang curhat sedikit ya. sebenarnya aku lagi galau parah nih sama cerita ini. kemarin udah yakin mau bikin cerita ini tamat dalam beberapa hari. Tapi sampai kesini rasanya gak pengen tamat dulu, enaknya tamat gak ya ini ??


yuk bantu kasih jwban kalian di komentarnya ya .. makasih ..

__ADS_1


please jangan lupa tekan like,vote dan komen sehabis kalian baca.


__ADS_2